Meningkatkan Efisiensi Industri dengan Aplikasi Digital Siemens
Rayendra L. Toruan
Siemens menyediakan sejumlah aplikasi untuk meningkatkan efisiensi industri yang berkelanjutan. Kunci daya saing suatu produk bergantung pada efisiensi dan berkelanjutan.
Prinsip desain Siemens Xcelerator adalah interoperabilitas, fleksibilitas, dan keterbukaan (Foto/@: mmINDUSTRI.co.id/Rayendra L Toruan)
Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Siemens Indonesia (sumber): Perusahaan atau organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi industri, sebaiknya menyimak keunggulan beberapa aplikasi buatan Siemens.
PT Siemens Indonesia baru saja meresmikan Xperience dan Call Center sebagai wujud komitmen grup Siemens asal Jerman ini untuk mendukung transformasi digital bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Dengan Call Center maka Siemens Indonesia menyediakan akses langsung ke dukungan dan layanan ahli bagi para profesional di seluruh Indonesia, yang selanjutnya meningkatkan pengalaman pelanggan tentang efisiensi operasional.
Pada agenda Siemens Tech Summit 2025 yang diselenggarakan oleh PT Siemens Indonesia di Jakarta belum lama ini, beberapa nara sumber (ahli) dari grup Siemens baik dari Jerman, Singapura,dan Indonesia, menjelaskan sejumlah informasi yang berkaitan dengan pentingnya transoformasi digital diimplementasikan di organisasi di Indonesia.
Vice President for Digital Enterprise Services for the ASEAN Region, Siemens Singapura, Shalabh Bakshi menyampaikan: Digital Twins leading the way to Industrial Metaverse for Smart Manufacturing bagi para pelaku industri dan bisnis kepada lebih 500 orang professional.
Shalabh Bakshi menyoroti peran digital twin sebagai fondasi utama dalam membangun metaverse untuk industri guna mendukung transformasi manufaktur yang cerdas.
Fitur digital twin memungkinkan penciptaan representasi virtual dari proses, produk, dan aset fisik di pabrik. Ini memungkinkan simulasi, pemantauan, dan optimasi secara real-time demikian paparan Shalabh Bakshi.
Teknologi ini berperan sebagai jembatan menuju metaverse yaitu lingkungan virtual kolaboratif tempat operator, teknisi, dan insinyur supaya mudah berinteraksi dengan sistem produksi secara imersif—dan dapat dilakukan dari lokasi berbeda.
Gagabungan AI, IoT, dan extended reality (XR) yang diimplementasikan oleh perusahaan, hal itu akan mempercepat inovasi produk, mengurangi waktu henti produksi, dan meningkatkan efisiensi energi.
Shalabh Bakshi menekankan pentingnya interoperabilitas dan ekosistem terbuka sapaya solusi digital dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah digunakan oleh pelaku industri atau organisasi itu sendiri.
Shalabh Bakshi menggambarkan bahwa masa depan manufaktur bukan hanya sistem otomatis, namun terhubung secara digital yang kolaboratif secara virtual yang menjadikan perusahaan di Indonesia lebih siap bersaing pada era industri 4.0.
Senada dengan penjelasan di atas, Technical Sales and Promotion Manager PT Siemens Indonesia, Ismail Muttaqin memilih topik Energy Transition with NRE Integration and Smart Grids Evolution sebagai bahasan integrasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan evolusi smart grid.
Ismail Muttaqin menjelaskan tentang integrasi EBT ke dalam sistem kelistrikan yang memerlukan pendekatan digital canggih agar pasokan energi tetap stabil meskipun bersumber dari energi yang bersifat intermiten seperti surya dan angin.
Perangkat smart grid merupakan solusi untuk mengelola fluktuasi pasokan dan permintaan energi secara real-time, serta memungkinkan otomatisasi, efisiensi, dan ketahanan sistem, Ismail Muttaqin menggaris bawahi penjelesannya
Oleh sebab itu, pihak Siemens Indonesia menawarkan teknologi seperti sistem kontrol distribusi cerdas, platform manajemen energi, dan solusi penyimpanan energi untuk mendukung integrasi EBT secara optimal di Indoensia.
Ismail Muttaqin menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta peningkatan kapasitas SDM lokal untuk mengoperasikan dan memelihara sistem energi digital yang kompleks.
Ismail Muttaqin menambahkan bahwa keberhasilan transisi energi di Indonesia sangat bergantung pada digitalisasi infrastruktur kelistrikan, dan tentu saja para ahli dari Siemens Indonesia siap sebagai mitra strategis.
Wawasan para hadirin yang pada umumnya mewakili perusahaan, semakin diperluas dengan penjelasan tentang Transforming Buildings and Infrastructure yang disampaikan oleh Derek Del Nevo, Head of Software and Digital for the Southeast Asia Region, Siemens Singapura.
Derek Del Nevo menyebutkan digitalisasi mampu menciptakan bangunan dan infrastruktur yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan. Bangunan cerdas atau smart buildings bukan sekadar tentang otomatisasi seperti di pabrik.
Bagaimana data digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi energi, kenyamanan penghuni, dan efisiensi operasional?
Derek Del Nevo menjelaskan bahwa digital platform yang terintegrasi seperti Siemens Building X maka hal itu memungkinkan pengelolaan sistem HVAC, pencahayaan, keamanan, dan energi dalam satu ekosistem berbasis cloud.
Dengan digitalisasi memungkinkan pemantauan emisi karbon secara real-time guna mendukung target dekarbonisasi dan net-zero. Contohnya, lanjut Derek Del Nevo, infrastruktur seperti bandara, rumah sakit, dan kawasan industri dapat ditransformasi menjadi lingkungan adaptif—merespons kebutuhan pengguna dan kondisi lingkungan secara dinamis.
Ia menyatakan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pengembang properti, dan penyedia teknologi sangat penting guna mempercepat adopsi solusi digital yang berkelanjutan.
Apakah kita mampu menggabungkan teknologi digital dengan prinsip keberlanjutan dan bukan sekadar membangun lebih banyak namun justru membangun lebih cerdas? Demikian Derek Del Nevo.
Penyediaan Building X platform merupakan dukungan nyata terhadap pengadaan smart building dari Siemens Indonesia untuk Indonesia.
Aplikasi Building X adalah platform digital berbasis cloud dari Siemens yang dirancang untuk mengelola seluruh sistem bangunan secara terintegrasi dan cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan penghuni, dan keberlanjutan secara operasional.
Dikutip dari laman Siemens AG, fitur utama dari Building X berkaitan dengan manajemen energi agar dapat dilakukan pemantauan dan pengoptimalan konsumsi listrik, air, dan pendingin udara. Contoh lain adalah sistem kontrol pintu, kamera, dan alarm—berkaitan dengan keamanan dan akses.
Perubahan zaman menuntut pusat data cerdas
Enterprise Solution Consultant, Digital Industries Software, PT Siemens Indonesia, Yelli Yoselino dengan topik Supercharging Digital Transformation for a Smarter Future menjelaskan tentang Xcelerator sebagai platform yang mempercepat transformasi digital industri di Indonesia.
Menurut Yelli Yoselino, Xcelerator merupakan platform terbuka berbasis cloud yang mengintegrasikan perangkat lunak, perangkat keras, dan layanan digital untuk membantu perusahaan dari berbagai skala untuk mempercepat transformasi digital mereka.
Platform ini dirancang modular, fleksibel, dan mudah diintegrasikan ke dalam sistem yang sudah didunakan. Dengan Xcelerator maka hal itu mempercepat inovasi produk, time-to-market, mengurangi biaya operasional dan mampu otomatisasi dan analitik prediktif.
Juga meningkatkan efisiensi energi dan mendukung target keberlanjutan serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor seperti UMKM dan startup yang berbasis teknologi.
Siemens Indonesia juga melakukan pelatihan untuk mempercepat adopsi Xcelerator di kalangan industri lokal.
Transformasi pusat data untuk efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan. Pusat data adalah tulang punggung masyarakat digital dan dianggap sebagai infrastruktur yang sangat penting. Bagaimana para profesional dapat mengimbangi kompleksitas yang terus berkembang dalam menjalankannya?
Di seluruh siklus hidup proyek, Siemens siap membantu merencanakan, merancang, membangun, mengoperasikan, dan meningkatkan skala secara lebih efisien, berkelanjutan, dan tangguh. Pendekatan kami: teknologi cerdas yang menggabungkan dunia nyata dan digital.
Volume data dan permintaan pemrosesan terus meroket, dan infrastruktur pusat data tradisional berjuang untuk mengimbanginya.
Hasilnya adalah sejumlah tantangan, seperti dampak waktu henti yang luas, meningkatnya biaya pengoperasian dan intensitas modal, tekanan kecepatan pada jalur konstruksi, atau masalah keberlanjutan yang terus berkembang.
Karena kompleksitas dan skala operasi pusat data terus tumbuh, para profesional harus memfokuskan kembali dan menyusun strategi tentang cara mengatasi tantangan ini.
Mengawali agenda, Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Surya Fitri menuturkan bahwa digitalisasi meningkatkan transformasi industri di Indonesia. Ia berharap agar para pelaku industri di Indonesia mengadopsi teknologi canggih yang disediakan oleh Siemens.
Dengan demikian lanjutnya, maka bisnis tetap kompetitif dan memenuhi permintaan yang terus meningkat atas efisiensi yang keberlanjutan.
Secara keseluruhan, semua penjelasan para pembicara serta aplikasi yang disediakan oleh PT Simens Indinesia bertujuan untuk menggerakkan industri agar lebih cerdas, terhubung, dan berkelanjutan.
Siemens menyadari bahwa, transformasi digital bukanlah pertunjukan satu perusahaan, hal yang sama berlaku untuk menjadikan AI kelas industri.
Conothnya, prinsip desain Xcelerator adalah interoperabilitas, fleksibilitas, dan keterbukaan.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form