mmINDUSTRI.co.id

Melindungi Ekosistem SaaS APAC: Kenapa PAM Penting? 

Pesatnya adopsi ekosistem SaaS di berbagai organisasi semakin meningkat. Akan tetapi, risiko siber pun meningkat. Takanori Nishiyama, SVP Country Manager APAC & Jepang, mengingatkan organisasi seperti perusahaan.

Ilustrasi suasana di sebuah kantor organisasi dan Takanori Nishiyama, SVP of APAC & Japan Country Manager (Foto/@: Meta AI/ SVP of APAC & Japan)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – SVP of APAC & Japan (sumber): Perkuat ekosistem SaaS di organisasi seperti perusahaan yang  menghadapi tantangan keamanan baru yang berasal dari peretas seperti malware. Takanori Nishiyama, SVP of APAC & Japan Country Manager, mengingatkan organisasi.

Pasar Software as a Service (SaaS) di Asia-Pasifik diproyeksikan mencapai US$48 miliar pada akhir tahun 2025,  dan meningkat menjadi lebih dari US$104 miliar pada tahun 2029.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Capaian itu berkat strategi organisasi seperti perusahaan dan pemerintah yang berfokus peningkatan efisiensi dengan mengadopsi SaaS.

Akan tetapi, boom pasar yang demikian cepat untuk melakukan adopsi SaaS, tidak lepas dari peningkatan terhadap risiko siber seperti peretasan data yang dilakukan oleh peretas atau malware.

Takanori Nishiyama yang mengutip pernyataan CISO JPMorgan Chase Patrick Opet belum lama ini, bahwa  ekosistem SaaS yang semakin luas penggunaannya justru menciptakan kerentanan baru dari eksploitasi yang dilakukan oleh para peretas siber.

Perangkat Software as a Service (SaaS) adalah model penyediaan perangkat lunak berbasis cloud yang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi melalui internet tanpa perlu menginstal atau memiliki dan mengelola infrastruktur sendiri.

Proliferasi cepat di lingkungan kerja dengan jarak jauh multi-cloud dan terdistribusi berkontribusi pada peningkatan eksponensial dalam titik akhir dan aplikasi.

Perimeter teknologi informaisi (TI) tradisional telah menguap, dan secara dramatis meningkatkan kemunculan serangan siber.

Untuk menghadapi ulah siber, maka teknologi keamanan terhadap siber yang melindungi lingkungan data organisasi harus mencakup setiap pengguna, di setiap perangkat, dan di setiap lokasi.

Data menunjukkan bahwa elemen manusia jauh lebih sulit untuk dilindungi atau disadarkan, dan sering kali, merupakan elemen yang paling rawan melakukan kesalahan saat menghadapi rantai serangan.

MAP melindungi SaaS 

Oleh karena itu, Takanori Nishiyama mengingatkan bahwa organisasi harus fokus pada penerapan solusi keamanan atas siber dengan perangkat modern, elegan, dan menyeluruh yang terintegrasi dengan solusi identitas untuk memberikan visibilitas, keamanan, pelaporan, dan kontrol di seluruh lini perusahaan.

Takanori Nishiyama menyatakan bahwa Privileged Access Management (PAM) merupakan lapisan control yang penting guna membantu mengurangi permukaan atau area serangan siber.

Ini memberlakukan akses dengan hak istimewa paling rendah, memastikan pemantauan berkelanjutan, dan melindungi dari ancaman orang dalam dan risiko vendor pihak ketiga —perhatian utama dalam lanskap teknologi dan sesuai dengan peraturan dan ketentuan di Asia Pasifik—termasuk Indonesia.

Meskipun alat PAM tradisional cukup mahal dan implementasinya rumit, solusi cloud-native modern dapat diakses, diskalakan, dan mudah digunakan.

Organisasi harus mengadopsi teknologi yang menyeluruh, terpadu dengan solusi identitas, serta memberikan visibilitas, keamanan, pelaporan, dan kontrol secara enterprise-wide.

Perangkat Privileged Access Management (PAM) sebagai solusi utama dapat membantu mengurangi permukaan atau area serangan siber dengan menerapkan akses berbasis prinsip least privilege, pemantauan berkelanjutan, serta perlindungan dari ancaman internal dan vendor pihak ketiga.

Dikutip dari beberapa sumber, Privileged Access Management (PAM) merupakan solusi keamanan identitas yang bertujuan untuk mengelola dan mengontrol akses istimewa dalam suatu sistem atau jaringan.

PAM berfungsi untuk melindungi dari ancaman internal dan eksternal dengan membatasi hak istimewa pengguna, sehingga mengurangi risiko eksploitasi oleh peretas demikian penjelasan laman microsoft.com/

Juga berfungsi untuk mengurangi infeksi dan penyebaran malware dengan membatasi akses ke sistem yang sensitive serta meningkatkan efisiensi operasional dengan mengelola akses administratif secara terpusat.

Penggunaan PAM memastikan kepatuhan terhadap regulasi dengan menyediakan audit dan laporan aktivitas pengguna, dan memberi tim keamanan visibilitas dan kontrol yang diperlukan untuk melindungi lingkungan SaaS yang sensitif —tanpa mengurangi kelincahan aktivitas bisnis.

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version