Jasa logistik batubara meningkatkan bisnis perusahaan RMK Energy yang meliputi bongkar muat batubara, pengangkutan dengan kereta api, bongkar muat di pelabuhan, dan penjualan dari tambang in-house. Selamat kepada manajemen RMK Energy yang dinakhodai oleh Vincent Saputra.

Penulis/editor: Marinus L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT RMK Energy Tbk (sumber): Pekerjaan dan jasa logistik batubara serahkan kepada ahlinya yakni: PT RMK Energy Tbk (RMKE)salah satu perusahaan angkutan dan logistik yang beroperasi di kawasan Sumatera Selatan.
Kepiawaian perusaaan yang dinakhodai oleh Vincent Saputra, selaku Direktur Utama PT RMK Energy Tbk terbukti dari keberhasilan perusahaan ini memuat 121 kapal dengan kapasitas volume sebesar 2,5 juta ton batubara pada 3Q 2024.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Data itu menunjukkan peningkatan sebesar 27,9 persen (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. YoY adalah singkatan dari Year-over-Year yang merupakan metode perbandingan data keuangan atau statistik lainnya dari satu periode dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Misalnya, jika membandingkan pendapatan perusahaan pada kuartal pertama tahun 2024 dengan kuartal pertama tahun 2023—disebut perbandingan YoY.
Perbandingan YoY berguna untuk mengidentifikasi tren pertumbuhan atau penurunan dalam kinerja bisnis atau ekonomi, karena menghilangkan efek musiman yang mungkin mempengaruhi data dalam periode yang lebih pendek.
Peningkatan volume jasa angkutan batubara pada 3Q 2024 berhasil meng-offset penurunan pada semester pertama tahun 2024. Hingga periode September 2024, RMKE telah berhasil memuat 812 kapal dengan kapasitas sebesar 6,4 juta ton batubara atau meningkat sebesar 2,4persen YoY.
Dengan volume tersebut, RMKE telah mencapai 64,3 persen target angkutan batubara tahun ini. Volume jasa angkutan bulanan tertinggi dicapai pada bulan September 2024 sebesar 970,2 ribu ton batubara dan merupakan volume angkutan tertinggi selama RMKE beroperasi.
Dari segmen penjualan batubara, perseroan berhasil menjual batubara sebesar 776,6 ribu ton batubara pada 3Q 2024 atau tumbuh sebesar 40,2 persen YoY.
Dengan pertumbuhan tersebut, RMKE berhasil menjual 2,1 juta batubara hingga September 2024 atau meningkat sebesar 14,1 persen YoY serta mencapai target penjualan tahun ini sebesar 57,7 persen.
Pertumbuhan volume penjualan batubara ini ditopang oleh produksi tambang in-house, PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE)—anak usaha RMKE—yang memproduksi 320,1 ribu ton batubara pada 3Q 2024 atau tumbuh sebesar 39,8 persen YoY.
Dengan pertumbuhan produksi in-house tersebut, PT Truba Bara Banyu Enim berkontribusi sebesar 33,4 persen dari total volume penjualan hingga September 2024.
Peningkatan volume jasa angkutan dan penjualan batubara ini didukung oleh pertumbuhan permintaan batubara pada semester kedua tahun ini.
Direktur Utama Perseroan, Vincent Saputra menyatakan kegembiraannnya bahwa dengan kinerja yang terus membaik secara signifikan di setiap kuartal, perseroan optimistis dapat mencapai target operasional tahun 2024 ini.
“Tentunya dengan pertumbuhan kinerja operasional yang baik ini akan berdampak positif bagi kinerja keuangan RMKE pada 3Q 2024. Permintaan batubara yang meningkat pada semester kedua tahun ini menjadi katalis positif bagi RMKE, selain itu harga penjualan batubara juga stabil dan cenderung meningkat dengan kondisi geopolitik serta kondisi ekonomi yang saat ini belum stabil,” tutur Vincent Saputra.
Menurut Vincent Saputra , pada sisa waktu tahun 2024 dan ke depannya pihaknya semakin optimistis mampu meningkatkan volume jasa angkutan dan penjualan batubara dengan realisasi penambahan pelanggan baru seiring dengan penyelesaian fasilitas hauling road batubara yang direncanqkan selesai pada tahun 2024.
Jasa logistik batubara
Dengan penyelesaian jalan tersebut RMKE dapat membuka akses bagi tambang-tambang yang tidak dapat berproduksi karena terkendala infrastruktur di Sumatera Selatan demikian Vincent Saputra.
RMKE menggunakan layanan logistik batubara terintegrasi melalui jalur kereta api dari daerah penghasil batubara di Lahat dan Muara Enim, Sumatera Selatan, bekerja sama dengan PT KAI.
Perseroan menggunakan teknologi yang memungkinkan pengangkutan batubara lebih efisien dan terjadwal dengan baik, mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan yang lebih rentan terhadap gangguan.
RMKE mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan menggunakan kombinasi jalur kereta api dan jalan hauling sepanjang 155 k.
Setelah tiba di pelabuhan, batu bara dimuat ke kapal untuk pengiriman lebih lanjut. Infrastruktur ini memungkinkan RMKE untuk mengelola volume besar batu bara dengan efisien dan tepat waktu.
RMKE berkomitmen pada prinsip triple bottom line: People, Planet, dan Profit. Mereka menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan yang ketat, pengembangan komunitas, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
RMKE juga fokus pada pengurangan dampak lingkungan dari operasinya melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan dan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah demikian disarikan dari beberapa sumber.
PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batubara yang meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang in-house dan pihak ketiga.
Guna meningkatkan jasa logistik batubara, Perseroan memiliki fasilitas seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2, dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim—semua berlokasi di Sumatera Selatan.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form