Apa maksud kerdipan transmisi cahaya? Berkas cahaya menginformasikan data melalui udara tanpa kabel. Teknologi Li-Fi dan Wi-Fi bahu membahu untuk kelancaran data bagi pengguna internet.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer HHI (sumber): Bukan hanya mata manusia yang dapat berkedip. Kerdipan transmisi cahaya merupakan hasil pergumulan ilmiah para ahli di Fraunhofer HHI selama puluhan tahun.
Para ahli berhasil memanfaatkan cahaya sebagai perantara pengiriman data. Salah satu yang dikembangkan adalah teknologi Li-Fi dan telah distandardkan oleh para ahli di Fraunhofer HHI untuk penggunaan tingkat dunia.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Melalui proyek LINCNET, para peneliti mengembangkan yang disebut modul langit-langit dengan prosesor sinyal digital atau digital signal processor (DSP).
Modul langit-langit yang dikembangkan oleh para ahli Fraunhofer HHI itu mampu mengubah data menjadi sinyal cahaya dengan menggunakan teknologi light fidelity (Li-Fi). Tujuannya adalah untuk pengubahan data digital yang akan dikirimkan dan diubah dalam bentuk sinyal listrik.
Selanjutnya, sinyal listrik digunakan untuk mengendalikan sumber cahaya tak ubahnya cahaya lampu LED. Cahaya LED pun berkedip dengan sangat cepat, sesuai dengan pola data yang dikirimkan melalui transmisi cahaya.
Kerdipan transmisi cahaya memancarkan sinyal yang membawa informasi dalam bentuk data dan selanjutnya mengalir melalui udara dan diterima di sisi penerima secara lengkap di detektor cahaya atau penangkap sinyal cahaya—selanjutnya mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik.
Sinyal listrik kemudian didekode menjadi data digital yang digunakan oleh perangkat penerima, dan prosesor mengekstrak data dari aliran listrik dan mengubahnya menjadi pulsa untuk modulasi digital sumber cahaya.
LED mengirimkan data dari langit-langit ke perangkat akhir yang ditempatkan di dalam kerucut cahaya, yang dapat berupa robot dalam pengaturan manufaktur atau unit ultrasound di pusat medis, misalnya.
Data diisolasi di dalam kerucut cahaya seperti halnya di dalam kabel. “Jaringan ini sama amannya dengan jaringan kabel dan berkinerja sama baiknya meski tanpa kabel,” jelas Lennert Bober, Manajer proyek LINCNET milik Fraunhofer HHI bersama para mitra kerja sama.
Cahaya memiliki keunggulan penting dalam aplikasi industri. Spektrum dapat digunakan dengan cara apa pun yang diinginkan, karena peraturan atau ketentuan yang berlaku untuk perangkat radio tidak berlaku untuk cahaya.
“Pelaku industri tidak perlu meminta izin untuk menggunakan frekuensi tertentu atau membayar biaya lisensi,” ujar Lennert Bober.
Sementara itu, jaringan cahaya atau Light Fidelity (Li-Fi) sangat scalable. Li-Fi adalah teknologi komunikasi nirkabel yang menggunakan cahaya yang tampak atau kelihatan untuk mentransfer data dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini memanfaatkan lampu LED untuk mengirimkan data, berbeda dengan Wi-Fi yang menggunakan gelombang radio.
Sistem ini memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi hingga 224 gigabit per detik, yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan Wi-Fi. Salah satukeunggulan utama Li-Fi adalah kemampuannya untuk mengurangi interferensi elektromagnetik, sehingga cocok digunakan di lingkungan sensitif seperti rumah sakit dan pesawat terbang demikian sebuah sumber.
Kombinasi Wi-Fi dengan Li-Fi: kelancaran transmisi cahaya
Wi-Fi merupakan teknologi yang memungkinkan perangkat seperti komputer, smartphone, dan tablet terhubung ke internet tanpa kabel, memberikan fleksibilitas dan mobilitas yang lebih besar. Dengan Wi-Fi, pengguna dapat mengakses internet dari berbagai lokasi seperti rumah, kantor, kafe, dan tempat umum lainnya.
Penggunaan Wi-Fi bertujuan untuk mengurangi biaya pemasangan kabel jaringan yang mahal, terutama di lingkungan yang luas. Teknologi Wi-Fi pun berkembang dengan versi terbaru dengan kecepatan transfer data yang sangat tinggi dan efisiensi spektrum yang lebih baik demikian newscientist.com
Sementara teknologi Li-Fi memiliki beberapa keterbatasan seperti ketidakmampuannya untuk menembus dinding bangunan seperti rumah sakit. Hal itu berpengaruh terhadap sinyal dan diterima dalam bentuk garis pandang karena berasal dari sumber cahaya.
Teknologi Li-Fi bekerja dengan menggunakan cahaya untuk mentransmisikan data. Data dikirimkan melalui modulasi pulsa cahaya yang dihasilkan oleh LED. Fotodioda kemudian menangkap cahaya ini dan mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh perangkat penerima.
Proses ini memungkinkan transmisi data dengan kecepatan tinggi dan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi nirkabel tradisional seperti Wi-Fi.
Teknologi Li-Fi mampu menghubungkan mesin dan robot di pabrik untuk komunikasi yang cepat dan aman di industri. Demikian juga di dunia medis seperti rumah sakit yang menghubungkan perangkat medis tanpa risiko interferensi elektromagnetik.
Penggunaan lain dapat untuk akses internet di tempat-tempat seperti bandara, stasiun kereta, dan pusat perbelanjaan. Di ruang kelas (pendidikan), teknologi Li-Fi untuk menyediakan koneksi internet yang cepat dan aman bagi siswa dan guru.
Kita dapat menggabungkan 5G dengan jaringan Listrik sehingga kombinasi perangkat itu memungkinkan transmisi data dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kapasitas yang besar, cocok untuk aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar.
Jaringan listrik yang sudah ada dapat digunakan sebagai infrastruktur dasar untuk meningkatkan keandalan dan mengurangi biaya instalasi. Sedangkan keamanan jaringan listrik untuk transmisi data dapat meningkatkan oleh karena lebih sulit untuk disadap dibandingkan dengan jaringan nirkabel tradisional.
Untuk lebih memahami lebih jelas, perhatikan contoh penggunaan teknologi Li-Fi yang menghubungkan mesin dan robot di pabrik, memungkinkan komunikasi yang cepat dan sinkronisasi yang lebih baik.
Demikian pula di rumah sakit yang menggunakan Li-Fi untuk menghubungkan perangkat medis, mengurangi risiko interferensi elektromagnetik yang dapat mengganggu peralatan medis.
Sedangkan di bandara udara yang menyediakan akses internet cepat dan aman bagi penumpang di bandara melalui lampu LED yang ada di ruang tunggu.
Para peneliti di Fraunhofer HHI berupaya untuk lebih meningkatkan jaringan Li-Fi sebagai bagian dari proyek mereka. Sambil menggunakan komunikasi saluran listrik, atau power line communication (PLC) untuk menghubungkan Li-Fi ke jaringan listrik, para ahli mengembangkan kombinasi yang melibatkan jaringan berbasis Ethernet yang lebih cepat.
Sementara koneksi backhaul untuk titik akses nirkabel melalui Ethernet sudah umum, dan ini bergantung pada pendekatan terpusat yang mirip dengan yang digunakan dalam jaringan seluler 5G.
Dalam jaringan fronthaul semacam ini, setiap modul langit-langit Li-Fi memiliki koneksi Ethernet ke unit pusat untuk memungkinkan koordinasi transmisi Li-Fi pada basis granular ruang-waktu, yang secara signifikan meningkatkan kinerja.
“Koneksi Ethernet yang sangat scalable yang dipasangkan dengan Li-Fi adalah kombinasi yang luar biasa untuk kontrol robot secara real-time atau skenario canggih dalam bidang kedokteran,” cerita Lennert Bober.
Bagi perusahaan dan rumah sakit, pengadaan LINCNET memberikan dorongan nyata untuk digitalisasi lebih lanjut dan mempromosikan kedaulatan teknologi dengan membangun keterampilan dalam komunikasi nirkabel optik.
Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) menyalurkan dana Euro 3,3 juta guna mendukung 15 pihak mitra yang bekerja sama menyelesaikan proyek LINCNET.
Li-Fi yang dengan kecepatan hingga 100 Gbps, jauh lebih cepat dibandingkan Wi-Fi (1 Gbps) sekarang ini dalam tahap awal dan belum sepopular penggunaan Wi-Fi di Indonesia. Teknologi Li-Fi sedang diuji dan dikembangkan, dan beberapa perusahaan seperti Philips Lighting yang berminat mengembanfkan Li-Fi di Indonesia demikian laman ids.ac.id
Teknologi Li-Fi memiliki potensi untuk menjadi alternatif yang kuat untuk Wi-Fi, terutama di lingkungan yang membutuhkan kecepatan tinggi dan keamanan tinggi.
Oleh karena keterbatasan jangkauan dan kebutuhan garis pandang langsung, Li-Fi melengkapi Wi-Fi dan bukan menggantikannya sepenuhnya. Wi-Fi masih tetap relevan untuk aplikasi yang membutuhkan mobilitas dan cakupan luas tulis ee.uii.ac.id
Suatu hari, kerdipan transmisi cahaya melalui teknologi Li-Fi akan berkembang di Indonesia. Apa lagi jika dimulai dari #IbuKotaNusantara yang disiapkan sebagai smart city.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form