Kenali modus penipuan online saat bertransaksi pada bulan Ramadan dan waktu-waktu lainnya. Penipuan secara online semakin tinggi di Indonesia. Lindungi data pribadi dengan menyimak kiat Lazada dan pakar lain—sebagai solusi jitu.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – Lazada Indonesia (sumber): Kita pahami bentuk dan modus penipuan online saat bertransaksi. Para penipu mengincar warga yang berbelanja di bulan Ramadan dan hari-hari lain. Selama bulan puasa, aktivitas belanja akan meningkat.
Penipuan online semakin marak terjadi di Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berbelanja dan bertransaksi secara online, para penipu juga semakin canggih dalam melancarkan aksi.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Modus yang mereka gunakan beragam: phishing, social engineering, dan menipu dengan iming-iming hadiah. Fenomena ini tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga membahayakan data pribadi yang dicuri.
Menurut survei yang dilakukan oleh Glance pada Desember 2024, lebih dari separuh masyarakat Indonesia merencanakan peningkatan anggaran belanja selama Ramadan 2025. Masyarakat antusias menyambut bulan suci dengan pelbagai persiapan, belanja kebutuhan sehari-hari dan persiapan hari raya.
Untuk melancarkan rencana masyarakat, platform e-commerce dari Lazada Indonesia menyiapkan sistem perlindungan masyarakat yang berbelanja secara online agar terhindar dari penipuan yang dilakukan secara online pula.
Pihak Lazada mengingatkan masyarakat sangat perlu melakukan kehati-hatian ketika berbelanja secara online. Peningkatan transaksi secara online disinyalir akan menggoda para penipu dan akan mencuri data pribadi warga yang berbelanja untuk disalah-gunakan.
Para pelaku cybercrime sering memanfaatkan kelengahan pengguna yang sibuk berbelanja untuk melancarkan aksi penipuan. Oleh karena itu, demikian Lazada sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi data pribadi saat berbelanja online.
Kasus penipuan online di Indonesia cukup banyak. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Digital, terdapat 1.730 konten penipuan online yang tercatat selama Agustus 2018 hingga Februari 2023. Jumlah kerugian ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah. Data tahun 2024,disinyalir meningkat.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri mencatat 6.800 warga negara Indonesia terlibat dalam kasus penipuan online di 10 negara, termasuk Myanmar. Selain berasal dari Indonesia, penipu secara online itu juga bercokol di India, China, dan Filipina.
Bagaimana bentuk penipuan secara online dilakukan? Penipu mencuri informasi atau data penting dari warga yang ditarget melalui situs palsu atau phishing. Para penipu mampu menciptakan social engineering—penipuan dengan memanipulasi psikologis korban untuk mendapatkan data pribadi.
Bahkan para penipu mengirimkan pesan yang menjelaskan calon korban memenangkan hadiah dan memandunya agar calon korban menuliskan data pribadi yang selanjutnya digunakan untuk tujuan yang menguntungkan penipu misalnya meminjam uang atas nama korban namun mengunrtungkan pencuri data.
Contoh lain adalah penawaran pinjaman dengan syarat yang tidak masuk akal misalnya dengan bunga rendah padahal tujuan hanya untuk mencuri data korban. Cara lain, penipu mengirimkan tautan yang mengandung malware sehingga data calon korban dikuasai.
Belakangan ini marak penipuan investasi yang menawarkan investasi dengan janji keuntungan sangat besar namun dana yang didapatkan dari mangsa diputar lagi untuk mencicil “keuntungan” yang dijanjikan itu kepada pihak lain.
Oleh sebab itu, Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha membagikan tip sederhana dan efektif untuk menjaga keamanan data pribadi saat berbelanja online:
Gunakan password yang kuat dan unik dan pastikan setiap akun online milik Anda dilindungi dengan password yang kuat dan unik. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol untuk menciptakan password yang sulit ditebak.
Hindari penggunaan informasi pribadi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nama keluarga. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan kata-kata yang mudah diingat seperti hobi, makanan favorit, atau barang kesukaan tertentu.
Kemajuan teknologi AI semakin canggih, maka peretas pun semakin pintar memanfaatkannya. Oleh sebab itu, kita harus selalu memperbarui keamanan akun pribadi. Pertimbangkanlah untuk mengganti password secara berkala dan menggunakan aplikasi pendukung.
Misalnya gunakan password manager untuk mengelola berbagai password—cara ini akan membantu menjaga keamanan akun-akun online dari potensi ancaman sibier.
Jangan tergoda hadiah menarik
Pratama Persadha mengingatkan, jangan menggunakan password yang sama untuk seluruh digital platforms dan marketplace untuk menghindari kebocoran data dari salah satu platform ke digital platform. Jangan mudah tergoda akan tautan dan promo yang menggiukan.
Gampang tergoda untuk mengakses link atau referensi promo yang serba wah melalui e-mail, WhatsApp, SMS, dan media sosial—seperti tawaran diskon besar dan hadiah menarik: mempunyai risiko yang membuat korban tertipu.
Link atau tautan para penipu sering digunakan oleh hackers untuk mendapatkan informasi pribadi yang mereka butuhkan atau menginstal malware di perangkat Anda yang menyebabkan peretas mengambil alih kontrol perangkat Anda. Peretas leluasa menguras Tabungan korban di rekening bank atau dari dompet digital.
Berbelanjalaj dengan aplikasi dan situs resmi dan terpercaya. Selalu periksa kembali alamat URL situs web sebelum memasukkan informasi pribadi atau data finansial. Selalu lakukan verifikasi keaslian sumber sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Aktifkan Two Factor Authentication (2FA) merupakan perangkat yang melapisi keamanan ekstra dengan meminta verifikasi tambahan, seperti kode One-Time Password (OTP) yang dikirimkan ke ponsel pemilk, selain password.
Aktifkan fitur ini di semua akun belanja online yang mendukungnya. Dengan 2FA, meskipun seseorang berhasil mendapatkan password korban, penipu memerlukan verifikasi tambahan untuk mengakses akun korban. Simpan dengan baik informasi verifikasi tambahan dan rahasiakan.
2FA dan kode OTP adalah kode rahasia yang hanya boleh diketahui oleh pemilik. Jangan membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank atau marketplace. Kode OTP digunakan untuk memverifikasi identitas pemilik dan melindungi akunnya dari akses palsu.
Jika menerima permintaan untuk memberikan kode OTP setelah mengisi suatu formulir yang link-nya diterima melalui aplikasi chat, media sosial atau email, pemilik harus memastikan verifikasi keaslian permintaan tersebut, melalui kanal resmi: media sosial, telepon sebelum memberikan informasi.
Ini akan membantu melindungi akun pemilik dari potensi penipuan. Saat melakukan pembayaran di e-commerce, hati-hati dengan oknum yang meminta pembeli membayarkan langsung ke rekening pribadinya—berbeda dengan yang diberikan oleh e-commerce.
Orang itu menjelaskan bahwa sistem terkendala padahal dia ingin menipu korban. Pastikan melakukan pembayaran pada rekening atau nomor virtual account yang disediakan oleh e-commerce seperti Lazada. Maka proses transaksi lebih aman dan nyaman.
Pratama Persadha mengatakan untuk bertransaksi digital dengan aman di Lazada, selalu pastikan hanya membeli dari penjual resmi atau berlabel “LazMall”. Bacalah ulasan produk dan reputasi toko, hindari komunikasi di luar platform untuk mencegah penipu.
“Jangan membagikan OTP, password, atau informasi kartu kredit kepada siapa pun seperti yang mengaku sebagai customer service. Gunakan metode pembayaran yang aman seperti transfer bank dengan virtual account, e-wallet dan yang terbaru, QRIS untuk memastikan dana Anda terlindungi,” tandas Pratama Persadha.
Vice President, Customer Care Lazada Indonesia, Intan Eugenia menambahkan, Lazada Indonesia menjaga keamanan platform agar pelanggan dan penjual bertransaksi dengan aman dan nyaman.
“Kami meminta agar pelanggan Lazada untuk terus menjadi pelanggan cerdas, senantiasa hati-hati bertransaksi. Pastikan transaksi hanya dilakukan di dalam aplikasi Lazada. Hubungi kanal Customer Care melalui aplikasi Lazada apabila memang ada permasalahan dan membutuhkan bantuan penyelesaian segera,” jelas Intan Eugenia.
Dengan mengikuti tip dari Lazada, pembeli meningkatkan keamanan data pribadi saat berbelanja online di bulan Ramadan seperti mengikuti program: Lazada Ramadan Daily Sale yang berlangsung mulai 25 Februari hingga 3 April 2025.
Ingatlah bahwa keamanan terhadap siber adalah tanggung jawab bersama, dan setiap langkah kecil yang kita ambil dapat membuat perbedaan besar dalam melindungi diri kita dari ancaman siber.
“Dengan kewaspadaan bersama, kami berharap dapat memberikan pengalaman belanja online yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga aman bagi semua pihak,” imbuh Intan Eugenia.
Salah satu kasus penipuan online yang menghebohkan terjadi pada tahun 2023. Ribuan pengguna e-commerce di Indonesia menjadi korban penipuan berkedok flash sale. Para penipu membuat situs web palsu yang menyerupai situs resmi, menawarkan produk dengan harga sangat murah.
Setelah pengguna melakukan pembayaran, produk yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dan verifikasi sebelum melakukan transaksi online.
Untuk menghindari penipuan online, pembeli harus selalu waspada dan kritis terhadap setiap tawaran yang terkesan sangat bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau finansial kepada pihak yang tidak dikenal.
Periksa keabsahan situs web atau penjual sebelum melakukan transaksi. Menggunakan metode pembayaran yang aman, seperti e-wallet atau kartu kredit, juga dapat memberikan perlindungan tambahan.
Penipuan secara online merupakan ancaman serius yang dapat merugikan banyak pihak. Dengan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri dan data pribadi dari para penipu.
Edukasi dan kesadaran akan pentingnya keamanan dalam bertransaksi online harus selalu ditingkatkan, agar masyarakat dapat menikmati manfaat dari kemajuan teknologi tanpa harus khawatir menjadi korban penipuan.
Oleh karena itu, Lazada Indonesia membagikan tip dari CISSReC. Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tip cara meningkatkan keamanan pembayaran digital, Lazada Indonesia menyediakan: Tip Aman Berbelanja Online Saat Ramadan: Lindungi Data Pribadi Anda Saat Bertransaksi.
Grup Lazada merupakan pionir platform e-commerce di Asia Tenggara. Selama 13 tahun terakhir, Lazada mempercepat kemajuan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam melalui perdagangan dan teknologi.
Ekosistem Lazada terus berkembang yang menghubungkan 160 juta pelanggan dengan lebih dari satu juta penjual aktif setiap bulan. Bertransaksi dengan aman dan nyaman melalui saluran pembayaran terpercaya, menerima paket melalui jaringan logistik lokal yang telah menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form