mmINDUSTRI.co.id

Inovasi Stent Biodegradable: Solusi Baru Kurangi Risiko

Trombosis Implan Inovasi stent baru berpotensi menurunkan risiko thrombosis. Stent digunakan untuk menghilangkan penyempitan pada pembuluh darah, menstabilkan pembuluh darah, dan mencegah serangan jantung dan stroke.

Karena komposisi dan lapisannya yang unik, stent inovatif ini diharapkan dapat menurunkan risiko trombosis dan membantu memulihkan fleksibilitas alami pembuluh darah (Foto/© Fraunhofer IAP)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Fraunhofer IAP (sumber): Para peneliti Fraunhofer Institute for Applied Polymer Research IAP di Potsdam Science Park, Jerman, mengembangkan inovasi stent yang berpotensi menurunkan risiko trombosis dan restenosis.

Stent adalah sebuah tabung kecil berbentuk silinder yang biasanya terbuat dari logam atau bahan khusus lainnya dan digunakan untuk membuka atau menjaga agar pembuluh darah atau saluran tubuh tetap terbuka.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Stent ini dilapisi dengan material biokompatibel dan dapat terurai secara hayati, memberikan solusi baru terhadap permasalahan yang sering muncul pasca-implantasi stent konvensional. Inovasi ini mendapat pengakuan melalui penghargaan senetics Innovation Award 2025.

Stent digunakan untuk menghilangkan penyempitan atau stenosis pada pembuluh darah, menstabilkan pembuluh darah, dan dengan demikian dapat mencegah terjadinya serangan jantung atau stroke.

Akan tetapi, proses implantasi dapat merusak dinding bagian dalam pembuluh darah, dan sebagai tambahan, benda asing masuk ke dalam dinding pembuluh darah.

Kedua faktor tersebut menyebabkan restenosis pada pembuluh darah yang terdampak. Para peneliti di Fraunhofer IAP berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan inovasi stent yang dilapisi khusus, biokompatibel yang dapat terurai.

Sekitar setengah juta stent digunakan di Jerman setiap tahun untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah akibat aterosklerosis. Akan tetapi, model konvensional yang terbuat dari logam atau polimer akan melukai endotelium, lapisan sel pelindung terdalam pembuluh darah saat proses pemasukan stent dalam tubuh manusia (pasien).

Lapisan sel ini membutuhkan waktu lama untuk beregenerasi, dan jika rusak, risiko trombosis pun meningkat. Untuk mencegah pembekuan darah dan trombosis di lokasi pemasangan stent, pasien harus mengonsumsi obat antikoagulan dosis tinggi—seringkali seumur hidup.

Untuk mengatasi masalah ini, tim dari divisi Ilmu Hayati dan Bioproses di Fraunhofer IAP yang terdiri dari Dr. Anne Krüger-Genge, Dr. Jörg Bohrisch, dan Prof. Dr. Joachim Storsberg bekerja sama dengan para peneliti dari Universitas Teknologi Brandenburg (UTB) Cottbus-Senftenberg.

Gabungan para ahli mengembangkan inovasi stent yang dioptimalkan melalui proyek INNOSTENT yang dibiayai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Antariksa Federal Jerman.

Pelapisan menurunkan risiko thrombosis

Para ahli menyoroti bahwa meskipun stent konvensional efektif membuka pembuluh darah yang menyempit, proses pemasangannya kerap menyebabkan cedera pada dinding pembuluh darah dan peradangan, yang justru memicu restenosis atau penyempitan kembali.

Dengan pendekatan baru menggunakan bahan polimer khusus yang dapat terurai dalam tubuh, stent ini memungkinkan penyembuhan pembuluh darah tanpa meninggalkan material asing secara permanen.

Dr. Julia Meier, pakar bioteknologi medis, menjelaskan bahwa penggunaan lapisan biokompatibel dapat mengurangi respons imun tubuh dan mempercepat integrasi jaringan. “Teknologi ini bisa menjadi standar baru dalam intervensi kardiovaskular jika hasil uji klinis mendukung,” ujarnya.

“Sejauh ini, belum ada bahan dalam praktik klinis yang dapat mencegah sel darah terakumulasi sebagai gumpalan di lokasi stent. Di sinilah kami berperan,” jelas Prof. Dr. Joachim Storsberg, spesialis penelitian implan medis.

“Kami menggunakan sifat anti-trombogenik alami dari lapisan endotel yang sehat. Lapisan interior khusus stent mendorong endotelisasi cepat yang membantu mengurangi risiko trombosis,” tambah Prof. Storsberg.

Lapisan yang dipatenkan buatan Fraunhofer IAP itu mengandung protein pemacu pertumbuhan yang secara spesifik menargetkan sel-sel endotel, sehingga mempercepat pembentukan lapisan sel endotel utuh.

Para peneliti berharap hal ini dapat menurunkan risiko trombosis secara signifikan setelah implantasi stent. Idealnya, ini berarti pasien dapat mengurangi penggunaan obat pengencer darah.

Stent fleksibel yang dapat terdegradasi

Setelah stent dilapisi oleh lapisan sel endotel pelindung, risiko trombosis menjadi jauh lebih rendah. Pembuluh darah bukanlah struktur yang kaku. Pembuluh darah dapat berkontraksi dan mengembang untuk mengatur sirkulasi darah di organ dan jaringan.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai aktivitas vasomotor, secara permanen terganggu oleh faktor-faktor seperti stent yang kaku, yang pada gilirannya dapat mengganggu sirkulasi.

“Stent kami terbuat dari bahan polimer fleksibel, sehingga hampir tidak mengganggu aktivitas vasomotor setelah degradasi,” kata Dr. Anne Krüger-Genge, seorang ahli biologi manusia.

Menurut Dr. Krüger-Genge fitur khusus lainnya adalah bahan tersebut secara bertahap hancur di dalam tubuh, memungkinkan pembuluh darah pulih sepenuhnya dan mengembalikan fleksibilitas aslinya.

Sebaliknya, implan konvensional tetap di tempatnya secara permanen sebagai penyangga yang kaku, sehingga dapat membatasi motilitas pembuluh darah demikian Dr. Anne Krüger-Genge melanjjutkan.

Bentuk 3D terbuat dari bahan yang dapat terurai secara hayati

Bahan dan bentuknya memiliki persyaratan ketat yang harus dipenuhi.

“Meskipun stent tidak hanya seharusnya terurai di dalam tubuh tetapi juga harus sefleksibel mungkin, stent juga harus memastikan stabilitas tekanan yang diperlukan untuk menopang pembuluh darah pada saat yang bersamaan,” jelas Dr. Jörg Bohrisch, seorang ilmuwan material.

“Teknologi produksi yang inovatif sangat penting untuk hal ini. Kami berhasil mewujudkan struktur 3D yang menjanjikan melalui kombinasi pengembangan material, metode cetak injeksi yang disesuaikan, dan penataan menggunakan laser UV pulsa pendek,” ungkap Dr. Jörg Bohrisch.

Inovasi peraih penghargaan

Prototipe pertama stent inovatif ini telah dibuat. Studi in vitro lainnya juga sedang berlangsung di laboratorium. Uji hemokompatibilitas sedang dilakukan di BTU.

Tim ini mendapatkan pengakuan atas pencapaian tingkat inovasinya dalam Senetics Innovation Award 2025, yang dipersembahkan pada acara Kooperationskongress Medizintechnik yang berfokus pada kolaborasi di bidang teknik dan teknologi medis.

Stent baru hasil riset Fraunhofer IAP membuka jalan bagi generasi berikutnya dalam teknologi implantasi pembuluh darah yang lebih aman dan efektif.

Dengan penghargaan inovasi yang diraihnya, prototipe ini menandai terobosan penting dalam bidang rekayasa biomaterial dan memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas di industri medis dalam waktu dekat.

 

 

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version