mmINDUSTRI.co.id

Inovasi Manufaktur: Diversifikasi Bisnis ke Kendaraan Listrik & Alat Kesehatan

Astra Otoparts melakukan inovasi manufaktur dengan diversifikasi bisnis ke kendaraan listrik, alat Kesehatan, tambang, dan komponen pendukung kereta api. Penjelasan Sophie Handili Direktur Astra Otoparts.

PT Astra Otoparts juga sedang mengembangkan produk yang dibutuhkan kendaraan listrik (Foto/@: PT Astra Otoparts)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Astra Otoparts Tbk (sumber): Bagaimana Astra Otoparts melakukan inovasi manufaktur? Industri manufaktur Indonesia sedang anjlok. Salah satu penyebab adalah penerapan liberalisasi yang menjadikan perusahaan di dalam negeri kesulitan berkembang.

Selain harga energi yang naik dan sistem upah buruh pun belum kondusif. Pihak pelaku industri manufaktur menyebutkan kebijakan pemerintah kurang melindungi pelaku manufaktur. Selain itu produk impor seperti tekstil membanjiri pasar dalam negeri, dan adanya produk illegal yang membanjiri pasar domestik .



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Akibatnya terjadi pemutusan  hubungan puluhan ribu tenaga kerja yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Bagaimana solusinya?

Penjelasan  Direktur Astra Otoparts,  Sophie Handili menarik disimak yang meski pasar dalam negeri namun perusahaan masih menghasillan margin yang baik. Pihaknya melakukan beberapa inovasi manufaktur dan menambah diversifikasi bisnis ternasuk meningkatkan ekspor.

Perusahaan yang tidak melakukan inovasi manufaktur, beberapa masalah yang (mungkin) timbul antara lain. kehilangan daya aaing karena tanpa inovasi, Astra Otoparts bisa tertinggal dari kompetitor yang terus memperbarui teknologi dan proses sistem produksi.

Proses manufaktur yang tidak diperbarui bisa menjadi kurang efisien, meningkatkan biaya produksi dan mengurangi margin keuntungan. Demikian pula, kualitas produk bisa menurun, yang dapat mengurangi kepuasan pelanggan dan merusak reputasi perusahaan.

Pasar otomotif terus berkembang dengan teknologi baru seperti pada kendaraan listrik. Tanpa inovasi manufaktur, Astra Otoparts bisa kesulitan mengikuti tren yang tentu saja harus dihindari oleh anak perusahaan grup Astra dengan bendera PT International International Tbk itu.

Oleh sebab itu, inovasi manufaktur yang dapat dilakukan oleh Astra Otoparts seperti disarikan dari beberapa sumber meliputi, antara lain, penggunaan robot untuk tugas-tugas yang repetitif dan berisiko tinggi untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan.

Mengintegrasikan  Internet of Things (IoT) guna memantau dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time. Demikian pula penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat analisis data dan prediksi pemeliharaan mesin, sehingga mengurangi downtime dan biaya perawatan.

Pihak Astra Otoparts juga mengadopsi teknologi 3D printing untuk prototyping cepat dan produksi suku cadang yang kompleks. Demikian pula penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan mengembangkan dan memproduksi suku cadang untuk kendaraan listrik dan teknologi hijau lainnya—sesuai linis bisnis utama.

Menurut Sophie Handili, pertumbuhan laba bersih konsolidasian mencapai 9,7 persen atau senilai Rp475,0 miliar pada kuartal pertama 2024, dibanding kuartal pertama 2023 sebesar Rp432,9 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan meningkatnya kinerja ekspor di tengah melemahnya permintaan domestik.

Perseroan membukukan pertumbuhan aset sebesar 3,3 persen menjadi Rp20,3 triliun pada akhir Maret 2024, dibandingkan Rp19,6 triliun pada akhir Desember 2023.

Seiring dengan itu, jumlah liabilitas juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,7 persen menjadi Rp5,2 triliun pada akhir Maret 2024, dari sebelumnya Rp5,1 triliun pada akhir Desember 2023.

Dari segi manufaktur, Astra Otoparts bekerja sama dengan perusahaan kelas dunia dengan memproduksi berbagai macam produk suku cadang yang melayani hampir seluruh pabrikan otomotif dan pasar suku cadang pengganti di Indonesia—untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Menciptakan inovasi manufatur

Astra Otoparts bekerja sama dengan Toyota, Daihatsu, Lexus, Isuzu, UD Trucks, Hino, Honda, Hyundai, Mitsubishi, Nissan, Kia, Mazda, Mercedes-Benz, Perodua, Renault, Suzuki, Volvo, dan Wuling untuk produk komponen  kendaraan roda empat, sedangkan untuk kendaraan roda dua, bekerja sama denga serta Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, Piaggio, dan Viar.

Astra Otoparts memproduksi berbagai komponen seperti aki, ban, rem, filter, dan komponen mesin lainnya untuk kendaraan roda dua dan roda empat, baik untuk penggunaan domestik dan ekspor.

Perseroan juga melakukan inovasi manufaktur dengan  diversifikasi ke industri  lain yang bukan onotomotif seperti produk alat kesehatan atau perangkat medis misalnya produk ultrasound 2D, set antropometri, dan autoclave.

Di luar produk bukan otomotif, Astra Otopats memproduksi komponen yang digunakan di industri tambang dan kereta api.

Inovasi manufatur tertus berlanjut dengan memproduksi komponen kendaraan listrik untuk roda dua dan roda empat, serta memproduksi mesin pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang dikenal dengan merek Altro.

Menurut Sophie Handili, pihaknya tetap berfokus pada segmen usaha manufaktur dan perdagangan yang menjadi core business Astra Otoparts dengan melanjutkan inovasi manufaktur dan bisnis termasuk pengembangan produk-produk baru pendukung industri otomotif dan bukan otomotif seperti elektrifikasi yang terus berkembang.

Astra Otoparts memiliki produk untuk kendaraan listrik yang disebu EV Charging Station. 

Manajemen Astra Otoparts selalu pro-aktif mengikuti dan mengimplementasikan teknologi yang sedang tren di industri manufaktur pada tahun 2024. Misanya adopsi terhadap Internet of Things (IoT) yang memungkinkan perangkat, mesin, dan sistem untuk terhubung secara real-time.

Ini membantu dalam mengoptimalkan rantai pasokan, memprediksi pemeliharaan mesin, dan meningkatkan efisiensi produksi. Demikian juga penggunaan artificial intelligence (AI) yang bertujuan untuk otomatisasi yang lebih canggih dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan menganalisis data besar, AI membantu meramalkan tren, mengoptimalkan produksi, dan meningkatkan kontrol kualitas. Sedangkan augmented reality (AR) dan Virtual Reality (VR) digunakan dalam pelatihan, pemeliharaan, dan desain produk.

Dengan teknologi AR dan VR memungkinkan teknisi dan insinyur untuk melihat model tiga dimensi, mempercepat proses desain, dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Penggunaan robot dan sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses produksi juga dilakukan di Astra Otoparts.

Astra Otoparts mempunyai platform perdagangan digital (www.astraotoshop.com) yang menjual produk otomotif dan nonotomotif, dan yang terbaru jaringan pengisian daya KBLBB Astra Otopower.

Sebagai bukti keampuhan Astra Otoparts dalam mengimplementasi kepatuhan regulasi dan hukum, perusahaan ini menerima penghargaan Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2024 dengan peringkat Silver.

Peringkat itu diraih dengan predikat Recognized Enterprise in Regulatory Compliance for Manufacture (Automotive) Prosper A yang dicapai oleh perusahaan berkat kepatuhan hukum untuk menjalankan roda bisnis sesuai dengan undang undang.

Dengan mematuhi regulasi yang berlaku, perusahaan melindungi hak-hak masyarakat dan lingkungan, dan menghindari risiko sanksi serta membangun kepercayaan dari pemangku kepentingan.

Upaya itu adalah langkah penting bagi perusahaan menjaga operasional yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat demikian tulis hukumonline.com.

Raihan penghargaan itu memotivasi Astra Otoparts untuk memaksimalkan potensi dan menyempurnakan strategi pemenuhan hukum dalam menjalankan roda bisnis yang berkelanjutan.

Salah satu anak usaha Pastra Otoparts yakni Astra Komponen Indonesia (ASKI) juga meraih penghargaan National Lighthouse Industri 4.0 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan program pemerintah dalam  implementadi Industri 4.0 dan transformasi digital yang saat ini merupakan sebuah kebutuhan penting bagi seluruh lini industri.

ASKI mengapresiasi penghargaan itu karena dengan penerapan transformasi industri 4.0 membawa banyak sekali perubahan dalam berbagai aktivitas di dalam perusahaan, terutama upaya adaptasi teknologi digital di internal ASKI.

Percepatan transformasi digital juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ASKI menjadi lebih sustainable, fleksibel, dan efisien serta telah terbukti mendorong tercapainya dampak positif pada finansial, operasional, dan otomatisasi.

Pada penganugerahan penghargaan ini, Menteri Perindustrian didampingi Kepala BSKJI (Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri) menyerahkan piagam dan sertifikat Lighthouse Industri 4.0 kepada 15 perusahaan yang  mengikuti seluruh tahapan seleksi dan ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0.

Ke-15 perusahaan tersebut adalah PT Astra Komponen Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Plant 3: Engine Plant), PT Tirta Investama (Plant Pandaan dan Banyuwangi), PT Gelora Djaja, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Selanjutnya PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Paragon Technology and Innovation, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Pancaprima Ekabrothers, PT Hartono Istana Teknologi (Factory Kudus), dan PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia.

Menurut laman gatrik.esdm.go.id a, ada beberapa rencana pengembangan lebih lanjut untuk kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah menyusun roadmap pengembangan kendaraan listrik hingga tahun 2030. Targetnya adalah produksi 600 ribu Astra Otoparts untuk melakukan inovasi manufatur.

Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi baterai kendaraan listrik karena cadangan nikel yang melimpah. Pemerintah juga berfokus pada pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang mencakup bahan baku, baterai, hingga kendaraan listrik itu sendiri tulis indonesia.go.id

Program percepatan kendaraan listrik ini diharapkan mampu mengurangi impor BBM dan mendukung ketahanan energi nasional, dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060—ini tantangan bagi  PT Astra Otoparts untuk lebih kreatif menciptakan inovasi manufatur.

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
Exit mobile version