mmINDUSTRI.co.id

Diversifikasi Aset Hadapi Tekanan Inflasi

Di tengah lonjakan ketidakpastian global dan inflasi 2026, DANA mengajak masyarakat diversifikasi aset untuk menjaga stabilitas finansial. Bagaimana caranya? Simak penjelasan Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA. 

DANA mengajak masyarakat tidak menumpuk uangnya—sebaiknya dialokasikan ke dalam beberapa instrumen dinversifikasi asset. Misalnya dengan modal satu juta rupiah, warga bisa membeli  e-SBN dari DANA dengan proses cepat dan terintegrasi dengan mitra distribusi resmi pemerintah (Foto/@: DANA)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – DANA (sumber): Ketidakpastian ekonomi global kembali mencapai titik ekstrem pada 2026. 

Lonjakan Indeks Ketidakpastian Dunia (World Uncertainty Index) ke level tertinggi sepanjang sejarah menjadi sinyal kuat bahwa risiko ekonomi semakin kompleks dan sulit diprediksi. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Di Indonesia, tekanan inflasi yang masih terasa—terutama dari harga yang diatur pemerintah dan komoditas pangan—turut menggerus daya beli masyarakat. 

Dalam situasi ini, pola keuangan pun berubah: masyarakat semakin berhati-hati, menahan konsumsi, dan meningkatkan tabungan sebagai langkah proteksi. 

Indeks Ketidakpastian Dunia itu melonjak tajam pada Februari 2026 hingga mencapai 106.862, level tertinggi sepanjang sejarah. 

Indeks ini disusun berdasarkan analisis teks laporan Economist Intelligence Unit  di berbagai negara, oleh karena itu, indeks ini mencerminkan persepsi dan penilaian profesional terhadap risiko ekonomi global yang lebih luas, tidak hanya berasal dari volatilitas pasar keuangan semata.

Hal ini juga terlihat di Indonesia. Per Maret 2026, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi sebesar sekitar 3,48 persen secara tahunan (YoY). tekanan inflasi terutama berasal dari komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) yang tumbuh sekitar 6,08 persen YoY serta komponen harga bergejolak (volatile food) sebesar 4,24 persen YoY. 

Meskipun inflasi secara keseluruhan masih berada dalam kisaran target pemerintah (2,5 persen ±1 persen), kenaikan pada kedua komponen utama ini menunjukan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpendapatan menengah ke bawah.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat cenderung mengambil langkah lebih berhati-hati dengan meningkatkan tabungan. 

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan porsi pendapatan yang disimpan (tabungan) meningkat menjadi 17,7  persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 16,5 persen. 

Kenaikan ini mengindikasikan adanya kecenderungan precautionary saving atau ”bermain aman”, di mana rumah tangga mulai menahan konsumsi dan memperkuat cadangan keuangan di tengah ketidakpastian.

Diversifikasi: kunci di tengah tekanan inflasi

Akan tetapi, menyimpan aset dalam bentuk kas bukan tanpa risiko. Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma  menjelaskan bahwa, “Menumpuk dana dalam bentuk tunai dalam jangka panjang berisiko tergerus inflasi, sehingga nilai riilnya bakal menurun.”

Oleh karena itu, memegang kas sebaiknya dilakukan secukupnya untuk kebutuhan likuiditas dan dana darurat, sementara sebagian lainnya dialokasikan ke aset atau instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai terhadap inflasi lanjut Ivan Kusuma.

Selain emas yang relatif tahan terhadap inflasi, instrumen lain yang cenderung lebih stabil adalah Surat Berharga Nasional (SBN). 

Instrumen ini umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih terprediksi melalui pembayaran kupon, meskipun nilainya tetap dapat berfluktuasi, mengikuti kondisi pasar, terutama perubahan suku bunga. Selain itu, SBN dijamin oleh pemerintah sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

“Untuk investor pemula, fokus pada instrumen yang relatif stabil dan membangun portofolio secara bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengejar imbal hasil tinggi. Penting juga untuk menjaga diversifikasi aset dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing,” Ivan Kusuma mengingatkan.

“Yang sering jadi miskonsepsi, investasi obligasi seperti SBN dianggap membutuhkan modal besar. Padahal, saat ini sudah banyak produk yang bisa dimulai dari Rp1 juta. Ini membuka peluang bagi lebih banyak orang, terutama anak muda, untuk mulai membangun portofolio sejak dini,” sarannya.  

Bagi para investor pemula, kini investasi juga jauh lebih mudah diakses. Melalui aplikasi DANA, pengguna kini dapat membeli e-SBN dengan proses yang cepat dan terintegrasi dengan mitra distribusi resmi pemerintah. 

Berbagai produk SBN Ritel yang bisa dimiliki pengguna diantaranya adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Saving Bond Retail (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), sesuai dengan jadwal yang diterbitkan oleh Pemerintah. 

Menurut Ivan Kusuma  dukungan teknologi dan keamanan berlapis, DANA ingin membuat investasi jadi lebih mudah diakses dan tidak terasa rumit. 

Ia berharapan semakin banyak masyarakat yang berani memulai, sehingga tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian, tapi juga bisa membangun stabilitas finansial yang lebih sehat ke depan.

Akan tetapi, “bermain aman” dengan menumpuk uang tunai bukan solusi jangka panjang. Nilai uang dapat tergerus inflasi jika tidak dikelola secara strategis. Di sinilah diversifikasi aset menjadi langkah krusial—bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh di tengah ketidakpastian.

DANA menekankan pentingnya mengalokasikan dana ke instrumen yang lebih tahan terhadap inflasi seperti emas dan Surat Berharga Negara (SBN), yang kini semakin mudah diakses bahkan mulai dari Rp1 juta. 

Dengan dukungan teknologi digital, proses investasi tidak lagi rumit dan semakin inklusif, membuka peluang bagi generasi muda hingga pelaku industri untuk mulai membangun portofolio yang sehat.

Bagi pelaku industri, ini saatnya beralih dari sekadar saving mindset ke investment mindset. Diversifikasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga daya tahan finansial di era penuh disrupsi.

Mulai sekarang—evaluasi portofolio Anda, manfaatkan platform digital seperti DANA, dan ambil langkah nyata untuk mengamankan masa depan finansial Anda. Rilis yang telah diolah oleh redaksi, dikirimkan oleh Diah Fanny Amalia sebagai kontak media dari DANA  #SalamSobatmmINDUSTRI


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version