mmINDUSTRI.co.id

DITP Perkuat Rantai Pasok ASEAN di TILOG-LOGISTIX 2026

DITP bersama RX BITEC menghadirkan TILOG-LOGISTIX 2026 dengan lebih dari 415 penyedia solusi logistik untuk memperkuat rantai pasok ASEAN dan peluang bisnis regional. Pameran TILOG-LOGISTIX 2026  berlangsung di Bangkok, Thailand pada 19 – 21 Agustus 2026. Temukan tren AI, logistik hijau, dan integrasi rantai pasok ASEAN untuk meningkatkan daya saing. 

Peta jalan baru integrasi rantai pasok ASEAN dan peluang bagi pelaku industri logistik di regional (Foto/@: RX BITEC)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – RX BITEC (sumber): Simak bagaimana penyelenggara TILOG-LOGISTIX 2026 menjadi pusat inovasi logistik ASEAN dan membuka peluang kemitraan bisnis berskala internasional khususnya Kawasan regional.

Department of International Trade Promotion (DITP) Thailand bersama RX BITEC kembali memperkuat ekosistem logistik regional melalui penyelenggaraan TILOG-LOGISTIX 2026, pameran industri logistik dan rantai pasok yang akan menghadirkan lebih dari 415 penyedia solusi logistik terkemuka. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Ajang ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri, investor, serta mitra bisnis untuk mengeksplorasi inovasi teknologi, memperluas jaringan perdagangan, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok di kawasan ASEAN.

Kita perlu memahami beberapa frasa sepeti Department of International Trade Promotion (DITP) adalah lembaga pemerintah Thailand yang bertugas mempromosikan perdagangan internasional dan ekspor negara tersebut.

Sedangkan RX BITEC merupakan perusahaan penyelenggara pameran dan event bisnis yang mengelola berbagai pameran perdagangan internasional di Thailand seperti TILOG-LOGISTIX.

Sementara Unlock ASEAN Supply Chains’ Power berarti membuka atau memperkuat potensi rantai pasok di kawasan ASEAN melalui kolaborasi bisnis, teknologi, dan jaringan logistik.

Selanjutnya, 415+ Leading Logistics Solutions menunjukkan bahwa lebih dari 415 perusahaan atau penyedia solusi logistik akan berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Lantas, TILOG-LOGISTIX 2026 adalah pameran internasional yang berfokus pada industri logistik, pergudangan, transportasi, teknologi rantai pasok, dan layanan distribusi. 

Di tengah gejolak ekonomi global yang menuntut ketahanan atau resilience dan efisiensi operasional, industri logistik selain berfungsi sebagai tulang punggung perdagangan, juga sebagai otak strategis dari ekosistem bisnis modern. 

Bagi para pelaku industri di Indonesia dan kawasan ASEAN, kehadiran di pameran TILOG-LOGISTIX 2026 yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada 19 – 21 Agustus 2026, merupakan agenda rutin tahunan, maka para pelaku industri logistik dapat membaca arah angin perubahan teknologi dan regulasi regional.

Tulisan ini disususun berdasarkan informasi dari laman event organizer atau penyelenggara pameran.  Redaksi mengupas insight dari pameran itu, menyoroti tren teknologi mutakhir, dinamika pasar ASEAN, serta peluang konkret yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan logistik Indonesia untuk memperkuat posisi kompetitif mereka di panggung regional.

Transformasi digital: dari otomatisasi menuju otonomi cerdas. Insight paling menarik dari TILOG-LOGISTIX 2026 adalah pergeseran paradigma teknologi. Tahun 2026 ini dominasi sepenuhnya dipegang oleh kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan Robotics yang bersifat otonom.

Bagi pelaku logistik, ini adalah sinyal jelas bahwa investasi dalam infrastruktur digital bukan lagi opsi, melainkan syarat bertahan hidup. Di lantai pameran, kita menyaksikan bagaimana Autonomous Mobile Robots (AMR) yang bergerak secara acak, dan berkolaborasi dalam swarm intelligence untuk mengoptimalkan pengambilan barang di gudang dengan akurasi 99,9 persen. 

Solusi Warehouse Management System (WMS) kini terintegrasi dengan predictive analytics yang mampu memprediksi lonjakan permintaan sebelum terjadi, memungkinkan perusahaan untuk melakukan penyesuaian stok secara proaktif.

Bagi pelaku industri yang siap beradaptasi, adopsi teknologi ini menawarkan peluang besar untuk menekan biaya operasional hingga 30 persen dan meningkatkan kecepatan layanan secara signifikan. 

Pameran ini menunjukkan bahwa vendor teknologi dari China, Eropa, dan Jepang berlomba-lomba menghadirkan solusi yang lebih terjangkau dan mudah diintegrasikan, membuka pintu lebar bagi UMKM logistik dan pemain menengah di Indonesia untuk mulai bertransformasi.

Bagaimana masa depan industri logistik? 

Sejumlah peserta pameran akan memperkenalkan solusi carbon tracking real-time, yang memungkinkan perusahaan logistik untuk melaporkan jejak karbon mereka secara transparan kepada klien internasional (Foto/@: RX BITEC)

Logistik hijau: imperatif ESG dan tekanan regulasi global. Isu Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi sekadar jargon pemasaran, melainkan menjadi kriteria utama dalam seleksi mitra bisnis global. 

Ekspo TILOG-LOGISTIX 2026 menampilkan gelombang inovasi dalam Logistik Berkelanjutan. Dari kendaraan listrik (Electric Vehicles/EV) untuk pengiriman last-mile, hingga kemasan ramah biodegradabel dan sistem optimasi rute berbasis AI untuk meminimalkan emisi karbon.

Thailand, sebagai tuan rumah, menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjadi hub logistik hijau ASEAN. Sejumlah peserta pameran akan memperkenalkan solusi carbon tracking real-time, yang memungkinkan perusahaan logistik untuk melaporkan jejak karbon mereka secara transparan kepada klien internasional. 

Bagi eksportir dan importer Indonesia, memahami dan mengadopsi standar hijau ini sangat krusial. Pasar Eropa dan Amerika Utara semakin ketat dalam menerapkan pajak karbon dan regulasi lingkungan. 

Perusahaan logistik Indonesia yang mampu menyediakan layanan green logistics akan memiliki nilai tambah yang signifikan dan akses yang lebih mudah ke pasar-pasar premium tersebut.

Integrasi Regional ASEAN: memperkuat konektivitas lintas batas. Salah satu fokus utama TILOG-LOGISTIX adalah penguatan konektivitas intra-ASEAN. Dengan implementasi penuh dari ASEAN Single Window dan berbagai perjanjian perdagangan bebas, hambatan birokrasi di perbatasan semakin berkurang. 

Pelaku logistik dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan logistik di Thailand, Vietnam, dan Singapura. 

Kemitraan ini dapat berupa joint venture dalam pengelolaan gudang transit, berbagi armada transportasi, atau integrasi sistem IT untuk pelacakan pengiriman lintas negara yang seamless. 

Ketahanan rantai pasok: mengantisipasi disrupsi masa depan. Pasca-pandemi dan di tengah ketegangan geopolitik global, konsep Supply Chain Resilience menjadi topik hangat. 

Pameran TILOG-LOGISTIX 2026 menampilkan berbagai solusi untuk memitigasi risiko disrupsi, mulai dari diversifikasi sumber pasokan, penggunaan blockchain untuk transparansi dan keamanan data, hingga pengembangan gudang-gudang mikro (micro-fulfillment centers) di dekat pusat konsumsi.

Kunjungi booth-booth yang inovatif, ikuti seminar-seminar strategis, dan jalinlah koneksi yang bernilai. Masa depan logistik (Indonesia) ditentukan oleh kemampuan kita untuk belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi di panggung regional seperti TILOG-LOGISTIX. #SalamSobatmmINDUSTRI


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version