mmINDUSTRI.co.id

Digitalisasi Produksi Kendaraan Bermesin

Bagaimana memanfaatkan dan menggunakan teknologi RFID di industri manufaktur atau produksi kendaraan bermesin? Apakah teknologi itu dapat menghemat waktu dan biaya produksi? Simak hasil penelitian tim ahli Fraunhofer.  Bagaimana hasilnya saat dilakukan uji coba di pabrik Mercedes-Benz Vans?

produksi kendaraan bermesin
Dengan menggunakan teknologi RFID pada sektor industri kendaraan bermesin, membuat  rantai pasokan dari produsen ke operesional manufaktur lebih transpaan yang berdampak terhadap efisiensi ongkos produksi. (Sumber foto/©: Fraunhofer IFF, Andreas Süss)

Permintaan untuk mengoptimalkan produksi semakin kuat ke pabrik  kendaraan bermesin sepeti mobil roda empat. Permintaan para pelanggan harus dipenuhi agar daya saing makin kuat di pasar global.  Persaingan perdagangan kendaraan roda empat kian ketat.  Salah satu cara untuk menciptakan daya saing dengan penerapan digitalisasi produksi kendaraan bermesin.

Varians kendaraan bermesin pun terus meningkat. Oleh karena itu, para produsen  harus menciptakan teknologi produksi agar biaya lebih efisien. Hal itu berpengaruh terhadap penentuan harga kendaraan. Tim peneliti lembaga Fraunhofer (Jerman) menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification).

RFID merupakan teknologi yang menggunakan komunikasi melalui gelombang elektromagnetik untuk mengubah data antara terminal dan suatu objek seperti produk barang, hewan, atau pun manusia dengan tujuan untuk identifikasi dan penelusuran jejak melalui penggunaan suatu piranti.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Teknologi RFID ini menghasilkan lebih banyak transparansi dalam rantai pasokan produsen kendaraan bermotor yang berkaitan dengan operasional manufaktur kendaraan.  Hal itu bertujuan untuk mengurangi waktu dan jumlah tenaga kerja yang berdampak terhadap peningkatan efektivitas biaya.

Setiap pesanan kendaraan (mobil) baru diawali dengan melihat daftar produk kendaraan yang akan dipilih oleh pembeli. Daftar kendaraan cukup panjang. Berbagai produk pilihan berkembang terus. Tiap produsen mobil berusaha membuat produknya sesuai selera pembeli.

Penyesuaian terhadap selera pembeli merupakan tantangan besar bagi pembuat mobil. Dari luar mobil, calon pembeli melihat banyak bagian yang hampir tidak dapat dibedakan antara satu mobil dan mobil-mobil lainnya. Contoh sederhana yakni sabuk pengaman pada mobil buatan Jerman tampak mirip dengan safety belt mobil  luar Uni Eropa misalnya buatan Jepang, Korea Selatan, China, dan sebagaiknya.

Tim ahli Fraunhofer sangat mengutamakan bagian yang berhubungan dengan keamanan (safety) dengan penandaan suatu kode—memerlukan pemindaian secara manual. Dalam proses digitalisasi, penggunaan teknologi RFID produksi kendaraan bermesin tidak melibatkan karyawan bagian produksi untuk melakukan pekerjaan rutin. Pemeriksaan  secara otomatis saat perakitan komponen kendaraan bermesin dipastikan dilakukan dengan  benar.

Tim riset dari Institut Fraunhofer dan tim otomasi IFF dari Magdeburg (Jerman) bekerja pada saat operasional pabrik  kendaraan. Kerja sama tim itu menghasilkan persiapan operasional  rantai pasokan dan manufaktur yang terdigitalisasi  sesuai dengan ketentuan industri 4.0.

“Identifikasi frekuensi radio atau dengan tag teknologi RFID justru dapat meningkatkan keandalan proses dan efisiensi secara signifikan,” tandas Marc Kujath, ilmuwan riset IFF Fraunhofer. “Kami  mendapatkan hasilnya ketika melakukan studi kelayakan dan uji coba tanpa kabel yang dilakukan bersama produsen Mercedes-Benz Vans di pabrik Ludwigsfelde dekat Berlin.”

Sistem teknologi RFID tersebut terdiri dari tag RFID pada bagian-bagian dan pemindai yang dapat membaca informasi secara optik. Pada tahap pertama, para peneliti menganalisis bagian kendaraan mana yang paling sesuai untuk diidentifikasi sebanyak 40 bagian. Pada tahap permulaan, tim  ahli memusatkan perhatian pada cermin dan kursi untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut.

Tag teknologi RFID yang ditempelkan ke setiap bagian penting keselamatan, misalnya cermin individu. Sama seperti kode pada batang, nomor seri disimpan pada tag—perbedaan utamanya pada barcode yang hanya menyimpan (sementara) informasi yang telah teridentifikasi jenis cermin, nomor pada tag RFID yang memiliki banyak informasi tentang kendaraan di cermin yang  dipasang. .

Informasi pada barcode harus dibaca secara manual dengan pemindai genggam satu per satu, tag RFID—dapat dibaca secara otomatis bersamaan pada optik di satu pemindai—bahkan  ketika bagian-bagiannya telah terpasang. Artinya  informasi dapat diambil dari tag RFID dalam hitungan detik pada waktu tertentu.

Hasil itu merupakan keuntungan besar bagi manufaktur kendaraan bermesin. Misalnya, pemasangan semua bagian yang diperlukan dapat diverifikasi saat poros depan atau belakang dipasang. Sebelumnya, bagian itu tidak diperiksa sampai pemeriksaan akhir yang dilakukan oleh karyawan—misanya dengan melakukan inspeksi secara visual dengan menggunakan daftar yang tertulis di kertas. “Tag RFID memungkinkan untuk meningkatkan transparansi,” jelas Kujath.

Para peneliti Fraunhofer IFF menyampaikan spesifikasi teknologi dan operasi. “Kami memerlukan beberapa langkah yang kami tangani bersama tim Mercedes-Benz Vans. Misalnya, kami mengurangi titik-titik gelap pada jadwal produksi.

Artinya seorang manajer proyek mengetahui saat terjadi stagnan pada proses produksi. Dan dia  dapat segera bertindak tepat pada waktu yang tepat. Tim ahli kami juga memikirkan peran yang berbeda. Seorang manajer proyek pada akhirnya membutuhkan informasi yang berbeda dari seorang teknisi, tambah Kujath. (Bahan diolah dari Fraunhofer)


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version