Program Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation berhasil meluluskan lebih dari 3.000 orang anak muda yang memiliki talenta digital. Mereka berasal dari 354 perguruan tinggi dan 144 SMK dari penjuru tanah air—siap menghadapi ekonomi digital.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – DBS Foundation (sumber): Program Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation resmi menghasilkan lulusan lebih dari 3.000 orang mahasiswa dan siswa SMK dari seluruh Indonesia.
DBS Fpundation adalah Yayasan milik PT Bank DBS Indonesia.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Program kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia tersebut mengikutsertakan para mahasiswa dari 354 perguruan tinggi dan 144 SMK. Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa program ini merupakan yang pertama kalinya memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK untuk memperkuat pembelajaran teknologi khusunya digital di lingkungan sekolah.
Kelulusan peserta program diumumkan dalam acara yang berlangsung di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta, seusai merayakan HUT RI yang ke-81.
Dalam kesempatan tersebut, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia menampilkan 10 capstone project—hasil karya peserta dengan performa terbaik, termasuk dua proyek unggulan yang dipresentasikan oleh peserta pelatihan di hadapan para tamu undangan.
Pelatihan intensif selama 946 jam itu memberikan pelajaran mencakup jalur karier di bidang Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering, serta literasi bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, dan literasi keuangan yang diberikan oleh praktisi industri.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie; dan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Muchlas Rowi.
Selanjutnya Head of DBS Foundation, Karen Ngui; Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika; dan CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono.
Pada acara kelulusan itu juga diserahkan sembilan penghargaan kepada peserta berprestasi, institusi pendidikan, capstone project, serta relawan yang berkontribusi terhadap keberhasilan program.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program tahun 2026 ini memperluas manfaatnya bagi 107 orang guru SMK yang juga mengikutu pelatihan teknologi digital.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Imam Machdi mengingatkan agar para talenta digital dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan menjadikannya sebagai sarana untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan Masyarakat di sekitar mereka.
“Kami mengapresiasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia yang bekerja sama untuk melatih anak muda bidang digital. Kepada para lulusan, kalian sudah mampu membuat mesin untuk berpikir, maka pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan.”
Masa depan Indonesia tidak (semata) ditentukan oleh secanggih apa teknologi yang kita adopsi, akan tetapi para warga perlu bijak menggunakan inovasi untuk memecahkan masalah bangsa demikian Imam Machdi.
Pengembangan digital diperkuat bagi generasi muda sebagai bekal di industri
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Muhammad Muchlas Rowi menilai pengembangan talenta digital perlu terus diperkuat untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan di dunia industri.
“Selamat kepada peserta Coding Camp 2026 dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia yang melaksanakan program ini dengan baik. Ketika melihat hasil capstone project yang luar biasa, ternyata anak-anak kita memiliki potensi yang memadai dan ini harus dikembangkan,” tandas Muhammad Muchlas Rowi.
Sementara Head of DBS Foundation, Karen Ngui menyampaikan, “Pemanfaatan kemajuan AI dan teknologi dapat menjadi penggerak yang kuat bagi kemajuan dan terciptanya dampak positif.”
Lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menjadi bukti nyata atas potensi yang dapat diwujudkan ketika generasi muda dibekali keterampilan dan kesempatan untuk sukses di ekonomi digital.
Sejak bermitra dengan Dicoding Idonesia pada 2023, lanjut Karen Ngui pihaknya mendukung lebih dari 229.000 orang anak muda di seluruh Indonesia. Mereka memiliki keterampilan digital yang relevan untuk masa depan.
Program pelatihan digital itu sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas untuk memberdayakan 620.000 individu dalam membangun ketahanan finansial hingga 2029.
“Perubahan yang nyata dan berkelanjutan membutuhkan upaya dari seluruh elemen masyarakat, dan kami sangat menghargai dukungan kementerian pemerintah serta para mitra dalam memperluas program ini ke perguruan tinggi dan SMK di seluruh Indonesia,” tutur Karen Ngui.
Sedangkan CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono menyampaikan bahwa program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini telah memperluas akses pembelajaran ke 354 perguruan tinggi dan 144 SMK.
“Kelulusan para peserta menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus memperluas pengetahuan dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi bermakna DBS Foundation dalam membangun ketahanan sosial dan finansial,” jelas Narenda Wicaksono.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan akan talenta digital yang terampil terus meningkat pesat. Akan tetapi, masih banyak generasi muda yang menghadapi kesenjangan dalam akses terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, pengalaman praktis, serta dukungan untuk meningkatkan kesiapan kerja.
Program Coding Camp hadir untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan teknologi, memperkuat kesiapan kerja, serta memastikan lebih banyak generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi secara bermakna dalam ekonomi digital.
Bagi mahasiswa dan siswa SMK yang ingin membangun karier di sektor teknologi, program seperti Coding Camp dapat menjadi pilihan untuk memperkuat keterampilan teknis sekaligus kesiapan memasuki dunia kerja.
Bagi calon peserta yang akan datang sebaiknya memilih bidang teknologi sesuai minat dan prospek karier, seperti Data Science, pengembangan web, atau AI Engineering.
Bangun portofolio sejak masa belajar melalui proyek nyata seperti capstone project. Perkuat soft skills dan bahasa Inggris, karena kemampuan teknis perlu didukung komunikasi dan kolaborasi.
Pelajari literasi keuangan, terutama bagi talenta muda yang mulai memasuki dunia kerja. Pantau program pelatihan dan beasiswa teknologi dari institusi pendidikan, perusahaan, maupun organisasi yang memiliki program pengembangan talenta digital.
Kelulusan lebih dari 3.000 orang peserta Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation menjadi salah satu gambaran meningkatnya upaya pengembangan talenta digital Indonesia.
Dengan dukungan 354 perguruan tinggi, 144 SMK, serta pelatihan perdana bagi 107 guru SMK, program ini selain berfokus pada keterampilan teknologi, dan kesiapan karier, soft skills, bahasa Inggris, dan literasi keuangan.
Kehadiran 10 capstone project juga menunjukkan bagaimana keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam proyek nyata.
Ke depan, perluasan akses pendidikan teknologi dan keterhubungan antara pembelajaran dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar semakin banyak generasi muda Indonesia mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital.
Jangan lupakan para jurnalis yang pro-aktif menyebarluaskan berita dari DBS Foundation dan PT Bank DBS Indonesia usul seorang rekan jurnalis. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form