mmINDUSTRI.co.id

Cetak Rekor Produksi Tertinggi & Laba PGE Fantastis 

PGE mencatat rekor produksi 5.095 GWh dan laba US$137 juta tahun 2025. Mebarik strategi ekspansi, proyek green energy, dan penunjukan Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. 

Komisaris Independen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Mohammad Firmansyah; Komisaris Independen, Abdul Musawir Yahya; Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk,  Gigih Udi Atmo; Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan, Edwil Suzandi; Direktur Operasi,  Andi Joko Nugroho (Foto/@: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.)

 

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (sumber): PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) kembali mencuri perhatian pasar energi nasional setelah mengumumkan kinerja gemilang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Selain mencatatkan rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah, Perseroan juga membukukan laba signifikan dan mengambil langkah strategis dengan menunjuk Direktur Keuangan yang baru. 

Momentum ini mempertegas posisi PGE sebagai motor utama transisi energi bersih di Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang semakin agresif di masa depan.bPGE 

Dalam rapat ini, para pemegang saham menyetujui Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan mengesahkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penunjukan Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru. 

Dengan dukungan kepemimpinan baru, PGE optimistis momentum positif ini akan mempercepat pertumbuhan dan mendukung transisi energi bersih Indonesia. PGE pun mencatat rekor produksi tertinggi dan akselerasi proyek strategis.

Sejalan dengan optimisme tersebut, kinerja operasional Perseroan sepanjang 2025 turut menunjukkan capaian yang signifikan. 

Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi PGE dengan pencatatan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), yakni sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun 2024. 

Pencapaian ini didorong oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 secara komersial pada Juni 2025, yang menambah kapasitas terpasang PGE sebesar 55 megawatt (MW) menjadi 727 MW demikian rilis yang dikirimkan oleh Muhammad Taufik, Manager Corporate Communication & CSR PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PGE terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui berbagai inisiatif strategis. 

Perseroan memulai eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas 55 MW, menjalin kerja sama dengan PLN IP dengan potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW, dan mencetak prestasi dengan empat proyek PGE yang masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029.

Selain itu, PGE juga melakukan groundbreaking Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, menginisiasi pengembangan green data center berbasis panas bumi.

PGE juga meluncurkan inovasi Flow2Max dengan berkolaborasi bersama Ecolab, yang merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendapatan melalui pendekatan Beyond Electricity.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., Ahmad Yani menuturkan tahun 2025 menjadi tahun penting bagi PGE. Dengan berbagai proyek penting yang berhasil diselesaikan dan dimulai, Perseroan optimistis hal ini akan mendukung pertumbuhan perusahaan dan agenda nasional.

“Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru,” ungkap Ahmad Yani. 

Pencapaian PGE  di tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi energi bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional demikian pernyataan Ahmad Yani.

Fundamental keuangan solid untuk dukung investasi berkelanjutan

Seiring kinerja operasional yang kuat, PGE membukukan performa keuangan yang solid sepanjang 2025. 

Perseroan mencatat pendapatan sebesar US$432,73 juta dan laba bersih sebesar US$137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34 persen, mencerminkan fundamental keuangan yang sehat sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Performa keuangan yang positif merupakan cerminan keberhasilan strategi bisnis berkelanjutan PGE. Untuk mengejar target kapasitas 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, Perseroan tengah melakukan investasi strategis dengan fokus pada proyek-proyek quick win. 

Proyek itu  bertujuan meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi sekaligus memperkuat kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan.

Selaras dengan fase transformasi tersebut, Perseroana melakukan penguatan struktur kepemimpinan di bidang keuangan. Melalui RUPST yang berlangsungg baru-bari ini, PGE resmi menunjuk Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan menggantikan Yurizki Rio.

Fransetya membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang keuangan korporat lintas industri, mulai dari farmasi, properti, transportasi, hingga energi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional. 

Di posisi tersebut, ia berhasil mendorong pencapaian investment grade rating dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings pada 2024 dan 2025. Fransetya juga pernah menjabat sebagai direktur keuangan di sejumlah perusahaan publik terkemuka.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Perseroan optimistis Fransetya dapat menjaga kesinambungan visi dan strategi yang telah dibangun, serta mendorong penguatan kinerja bisnis PGE ke depan.

RUPST juga menyetujui adanya Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, di mana Perseroan akan menjalankan kegiatan usaha di bidang aktivitas pengolahan data, aktivitas penyediaan infrastruktur komputasi, hosting dan aktivitas terkait.

Juga melakukan penyewaan dan sewa guna mesin dan peralatan pertambangan dan penggalian untuk mengembangkan sumber pendapatan baru atau new revenue stream.

Berikut adalah susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk:

Susunan Komisaris

Komisaris Utama : Gigih Udi Atmo

Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya

Komisaris Independen : Mohammad Firmansyah

Komisaris : John Anis

Komisaris : Abdulla Zayed

Susunan Direksi

Direktur Utama : Ahmad Yani

Direktur Keuangan : Fransetya Hasudungan Hutabarat

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan : Edwil Suzandi

Direktur Operasi : Andi Joko Nugroho

Ahmad Yani memberikan apresiasi atas pengabdian yang diberikan Yurizki Rio selama masa jabatannya dalam mendorong kinerja keuangan Perseroan sesuai dengan roadmap transisi energi.

“Kami memandang bergabungnya Fransetya Hutabarat sebagai bagian dari Direksi Perseroan merupakan momentum positif untuk mendorong peningkatan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Ke depan, PGE akan terus mendorong ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan,” tandas Ahmad Yani.

Langkah PGE bukan sekadar pertumbuhan bisnis, tetapi blueprint nyata bagaimana perusahaan energi dapat bertransformasi menjadi pemain kunci dalam ekonomi hijau. 

Korporasi yang ingin tetap relevan perlu mulai bergerak ke arah yang sama—lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih terintegrasi. #SalamSobatmmINDUSTRI 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version