mmINDUSTRI.co.id

Bisnis Kesehatan Grup Astra

Salah satu usaha yang dimasuki oleh Grup Astra adalah bisnis kesehatan. Penjualan kendaraan masih lemah, namun laba bersih per saham sedikit meningkat berdasarkan informasi dalam Laporan Keuangan Astra Kuartal 3 Tahun 2024.

Menara Astra di Jalan Sudirman, Jakarta (Foto/@: PT Astra International Tbk)

Editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Astra International 1  (sumber):

Grup Astra yang dinakhodai Djony Bunarto Tjondro memasuki bisnis kesehatan. Melalui laporan kinerja Perseroan yang disampaikan oleh Presiden Direktur Grp Astra itu, dinyatakan bahwa: 



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


“Kinerja Grup sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024 memperlihatkan resiliensi portofolio bisnis kami yang terdiversifikasi dengan baik. Meskipun pasar mobil masih relatif lemah, namun kami memprakirakan Grup dapat mempertahankan kinerja yang kuat hingga akhir tahun ini,” jelas Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Pt Astra International Tbk.

“Kami yakin terhadap potensi ekonomi Indonesia dan akan terus menjajaki peluang baru untuk semakin memperkuat portofolio Grup, selaras dengan pertumbuhan jangka panjang Indonesia.” 

Kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2024 dan 2023 serta posisi keuangan per 30 September 2024 disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan tidak diaudit. 

Posisi keuangan per 31 Desember 2023 telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Kinerja: Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp246,3 triliun, meningkat 2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi pada GoTo dan Hermina, mencapai Rp26,2 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar pada GoTo dan Hermina, maka laba bersih Grup juga sedikit meningkat menjadi sebesar Rp25,9 triliun.

Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2024 sebesar Rp5.111, meningkat 4% dibandingkan pada 31 Desember 2023.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, sebesar Rp9,9 triliun pada 30 September 2024, dibandingkan dengan Rp29 miliar pada akhir tahun 2023. 

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup sebesar Rp58,0 triliun pada 30 September 2024 dibandingkan dengan Rp52,2 triliun pada akhir tahun 2023.

Kegiatan bisnis: Laba bersih Grup berdasarkan divisi bisnis pada sembilan bulan pertama tahun 2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.

Otomotif: Laba bersih divisi otomotif Grup menurun 7% menjadi Rp8,5 triliun, terutama disebabkan oleh dampak penjualan mobil yang lebih rendah di tengah pelemahan pasar mobil nasional, yang mengimbangi peningkatan kontribusi bisnis sepeda motor.

Penjualan mobil Astra menurun 15% menjadi 358.000 unit, sehingga pangsa pasar meningkat dari 56% menjadi 57%. Selama periode tersebut, dua belas model baru dan sebelas model revamped telah diluncurkan.

Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor mencapai 3,8 juta unit, meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan pangsa pasar menurun dari 79% menjadi 77%. Selama periode tersebut, empat model baru dan sembilan model revamped telah diluncurkan.

Jasa Keuangan: Laba bersih divisi jasa keuangan Grup meningkat 6% menjadi Rp6,2 triliun pada Sembilan bulan pertama tahun 2024, disebabkan terutama oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan portofolio pembiayaan yang meningkat.

Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan sepeda motor, PT Federal International Finance, meningkat 9% menjadi Rp3,3 triliun.

Perusahaan asuransi jiwa Grup, PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), mencatatkan peningkatan premi bruto (gross written premium) 2% menjadi Rp4,5 triliun.  

Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi Laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Grup meningkat 1% menjadi Rp9,6 triliun, didukung oleh peningkatan kinerja pada bisnis kontraktor penambangan dan pertambangan emas yang mengimbangi penurunan penjualan alat berat dan pertambangan batu bara.

Sehubungan dengan perbedaan waktu rilis kinerja, UT membukukan bagian laba bersih NIC untuk periode 9 bulan berdasarkan rilis kinerja NIC sampai dengan semester pertama 2024. 

SPR melaporkan penjualan 1.369.000 wet metric tonnes bijih nikel pada sembilan bulan pertama tahun 2024, sementara operasi RKEF NIC melaporkan penjualan logam nikel sebanyak 34.400 ton pada kuartal terakhir tahun 2023 dan 65.000 ton pada semester pertama tahun 2024.

Agribisnis: Laba bersih divisi agribisnis Grup tercatat stabil sebesar Rp638 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2024, didukung oleh harga jual minyak kelapa sawit (“CPO”) yang lebih tinggi, meskipun terdapat penurunan volume penjualan CPO dan produk turunannya.

Infrastruktur dan Logistik: Divisi infrastruktur dan logistik Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 27% menjadi Rp972 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2024.

Teknologi Informasi: Divisi teknologi informasi Grup, PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih 21% menjadi Rp116 miliar, terutama disebabkan oleh marjin usaha yang lebih baik.

Properti: Divisi properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 42% menjadi Rp162 miliar, disebabkan kenaikan tingkat hunian di Menara Astra dan peningkatan pendapatan dari bisnis residensial.

Aksi korporasi terbaru pada Oktober 2024, Grup menyelesaikan akuisisi 95,8% saham Heartology Cardiovascular Hospital dengan nilai investasi sebesar Rp643 miliar. Heartology merupakan salah satu rumah sakit spesialis jantung swasta terbesar di Indonesia yang berlokasi di Jakarta. 

Investasi ini adalah bagian dari fokus ekspansi Astra pada sektor kesehatan. Jika investasi ini digabungkan dengan investasi sebelumnya di Halodoc dan Hermina, maka total investasi Grup di sektor kesehatan kini mencapai Rp4,2 triliun. 

Grup tetap berkomitmen untuk memperluas portofolionya di sektor bisnis kesehatan dan menciptakan sinergi dengan ekosistem Astra yang luas.

Prospek Bisnis: Kinerja Grup sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024 memperlihatkan resiliensi portofolio bisnis kami yang terdiversifikasi dengan baik. 

Meskipun pasar mobil masih relatif lemah, namun kami memprakirakan Grup dapat mempertahankan kinerja yang kuat hingga akhir tahun ini. 

“Kami tetap yakin terhadap potensi ekonomi Indonesia dan akan terus menjajaki peluang baru untuk semakin memperkuat portofolio Grup, selaras dengan pertumbuhan jangka panjang Indonesia,”
tandas Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk.

1 : Laporan kinerja Grup Astra ini ditulis pada 30 Oktober 2024 yang dikirimkan oleh Corporate
Communications PT Astra International Tbk.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
Exit mobile version