mmINDUSTRI.co.id

Bentuk Perkantoran Ekosistem Baru, Beragam Perubahan akan Terjadi

Seperti apa bentuk perkantoran ekosistem baru dan bisnis baru pada masa depan? Bagaimana organizer (pameran, kongres, seminar), penyedia tempat, agen, dan penyedia hotel menyikapi perubahan besar-besaran?   

Bentuk Perkantoran
Bentuk perkantoran di masa depan yang kreatif dan komunikatif—hasil rancangan Concepts GmbH. Bentuk perkantoran ekosistem baru (Foto/©: brandherde)

Penulis/editor: Marinus L. Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Bukan hanya bentuk perkantoran yang berubah. Sikap dan tata kelola—bahkan emosi bakal berbaur dalam digital platforms—inilah indikasi yang mengawali perubahan besar-besaran di masa depan. 

Pandemi #Viruscorona memberi beragam pelajaran bagi miliaran penduduk dunia. Contohnya, para pelaku bisnis dan industri  mengharuskan para pekerja bekerja di rumah atau work from home agar penyebaran virus terhambat dan mati. Di masa pandemi, bentuk kantor diubah total.  



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Bentuk Perkantoran Ekosistem Baru

Melalui sebuah proyek penelitian intensif yang dilakukan selama 18 bulan, penelitian bertajuk Future Meeting Space (FMS) mengasumsikan bahwa ekosistem (keragaman) dan peristiwa (termasuk bisnis) bakal berubah drasris pada masa mendatang. 

Inisiatif pelaksanaan prodyk FMS itu digagas oleh Fraunhofer IAO dan German Convention Bureau. Kedua lembaga itu bekerja sama dengan 14 mitra. 

Para ahli mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dan hubungan sebab-akibat, dan menganalisis peluang baru dari perubahan yang terjadi.

Di akhir proyek, para ahli berencana untuk mengembangkan perkantoran di masa depan berdasarkan  scenario agar sesuai dengan ekosistem yang baru. 

Kegiatan penelitian jaringan berbasis inovasi bertujuan untuk memperkuat posisi terdepan Jerman—sebagai penyelenggara internasional baik konferensi, kongres, pameran sekaligus menyiapkan pangsa pasar di masa depan.

Peneliti membahas bagaimana para pelaku bisnis dan para pihak berbaur dalam komunikasi perusahaan yang tujuan utama adalah pencapaian target bisnis secara maksimal. 

Bagaimana orang bertemu di masa depan? Rancangan skenario yang dibuat lebih awal semakin berperan penting untuk diimplementasikan pada masa depan. 

Menyimak dan melihat keadaan yang banyak berubah seperti sektor industri dan bisnis—setelah pandemi #viruscorona maka para ahli berekspektasi besar terhadap perubahan yang bermanfaat bagi stakeholders.

Sejak gelombang COVID-19 mendera dunia, kegiatan di sektor industri dan bisnis memasuki periode perubahan yang sangat besar dan luas. 

Bagaimana  para pihak memainkan peran dalam aktivitas bisnis yang bauran komunikasi perusahaan telah berubah dan berdampak ke lingkungan di masa depan? 

Pertanyaan tadi merupakan kunci pembuka dan pemeriksa pintu fase penelitian ketiga yang dibahas dan selesaikan pada Future Meeting Space. 

Hasil kajian para ahli telah dipresentasikan ke seluruh dunia secara virtual pada Frankfurt Messe yang berlangsung  pada Februari 2021.  

Di antara temuan  para ahli yang dianggap sangat penting adalah suatu peristiwa ditetapkan sebagai elemen penting dalam bauran komunikasi organisasi seperti di perusahaan. 

Pada saat yang sama, suatu peristiwa menjadi semakin hybrid yang pada gilirannya membutuhkan bahwa tiap dunia digital dan analog, virtual dan nyata—dipentaskan secara sempurna, sarat  emosi dan berkat kreativitas para ahli, elemen tadi dapat digabungkan satu sama lain. 

Melalui rilis, para peneliti mengemukakan bahwa peran dunia digital semakin dominan. Secara otomatis manusia pun mendambakan pengalaman otentik di tempat nyata. 

Secara khusus, pertemuan tatap muka terus memainkan peran penting di tingkat internasional. 

Sampai saat ini, telah terbukti kemustahilan dapat menciptakan suatu chemistry melalui virtual platform. Peristiwa semacam itu masih menuntut interaksi fisik dan personal.

Apa relevansi yang berkembang dari acara bisnis sebagai alat komunikasi otentik? Di masa depan, suatu peristiwa tidak lagi menjadi peristiwa yang terisolasi, terlepas dari semua alat komunikasi lainnya. 

Sebaliknya, peristiwa menjadi bagian dari strategi pemasaran omnichannel berbasis multisensory atau multisensory. Multisensori  adalah bentuk pengajaran yang melibatkan lebih dari satu indera pada satu waktu yang bersamaan. 

Contohnya ketika sejumlah karyawan menyimak suatu pelatihan, mereka mengandalkan penglihatan untuk melihat teks, gambar, dan membaca informasi. 

Di masa mendatang, informasi bergulir dan berlangsung dalam bentuk putaran nonstop, membangun komunitasnya sendiri selama 365 hari tiap tahun,  dan menghasilkan visibilitas merek yang berkelanjutan. 

“Studi ini memberikan panduan kepada pemangku kepentingan tentang bagaimana mereka dapat menggunakan acara bisnis sebagai alat pemasaran untuk tujuan spesifik mereka sendiri,” jelas Matthias Schultze, Direktur Pelaksana German Convention Bureau. 

“Keaslian adalah kuncinya di sini. Ini membentuk fondasi untuk pengalaman yang unik dan sarat emosi—menjalin ikatan erat dalam jangka panjang di antara peserta, terlepas dari apakah mereka hadir secara langsung atau hanya terlibat secara virtual,” Matthias Schultze menandaskan. 

Seperti apa bentuk tantangan baru bagi penyelenggara acara (suatu event), penyedia tempat (venue), agensi, dan organisasi pemasaran? Bagaimana bentuk karakteristik peristiwa pada masa depan? 

Tujuan dan fungsi agenda bisnis berubah sejalan dengan perubahan keadaan. Dan pada gilirannya berdampak pada jenis keahlian dan layanan yang dibutuhkan – atau wajib disediakan oleh pemangku kepentingan. 

Agensi dan penyelenggara, misalnya,  semakin terlibat dalam membangun dan mengelola komunitas sosial yang berkaitan dengan acara tertentu. Penyedia tempat merupakan perancang acara dengan pengetahuan khusus dalam konsep dan realisasi teknis. 

Dan biro konvensi sibuk mengidentifikasi tren baru, mempromosikan kemitraan, dan menetapkan diri sebagai pusat yang sangat terhubung dalam ekosistem regional mereka sendiri. 

Untuk semua tugas ini, kompetensi digital dan pendekatan sistematis untuk manajemen data sangat penting. Dalam situasi yang berubah secara dinamis seperti saat ini, diperlukan kelincahan dan fleksibilitas yang lebih besar. 

Kedua kualitas ini diminati selama fase penelitian. “Saat kami memulai fase terbaru penelitian pada musim panas 2019 belum terjadi pandemi, dan acara tatap muka menjadi hal biasa,” jelas Dr. Stefan Rief, Kepala Unit Penelitian untuk Pengembangan Organisasi dan Desain Kerja di Fraunhofer IAO. 

“Dalam beberapa bulan, terjadi peningkatan besar-besaran baik pada acara virtual dan hibrid. Periode yang menarik bagi peneliti. Kami berharap hasil baru ini memberikan kepada semua pemangku kepentingan yakni pelaku bisnis di masa mendatang. Temuan ini memandu dan menginspirasi mereka untuk kegiatan di saat-saat yang tak biasai,” urai Dr. Stefan Rief.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version