mmINDUSTRI.co.id

Bagaimana Meningkatkan Prioritas Risiko Melalui Validasi Berkelanjutan?

Tenable Holdings memperkuat manajemen eksposur siber melalui validasi kontrol keamanan berkelanjutan yang membantu organisasi memprioritaskan risiko nyata dan meningkatkan efektivitas mitigasi ancaman.

Manajemen paparan untuk permukaan serangan modern.Gunakan visibilitas komprehensif di seluruh permukaan serangan modern Anda dengan Platform Manajemen Paparan Tenable One untuk membantu tim Anda menerjemahkan data aset teknis, kerentanan, dan ancaman menjadi wawasan bisnis yang jelas dan intelijen yang dapat ditindaklanjuti (Foto/@: Tenable Holdings, Inc)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – Tenable Holdings, Inc. (sumber): Tenable Holdings mempertajam prioritas risiko manajemen eksposur dengan validasi kontrol keamanan yang berkelanjutan.

Kemampuan validasi yang diperluas memberikan konfirmasi berbasis bukti tentang jenis eksposur yang benar-benar dapat dieksploitasi—ini membantu tim keamanan supaya lebih fokus pada risiko nyata.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Belakangan ini semakin meningkat kompleksitas lanskap ancaman siber dan percepatan penemuan kerentanan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Oleh sebab itu, organisasi seperti Perusahaan dan pelaku industri dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih akurat dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko keamanan.

Untuk menjawab dan menyediakan kebutuhan organisasi maka Tenable Holdings menyediakan kapabilitas continuous security control and validation yang kian luas dalam platform: Tenable One Exposure Management.

Inovasi ini dirancang untuk membantu tim keamanan untuk memperoleh visibilitas yang lebih mendalam terhadap efektivitas kontrol keamanan yang telah diterapkan, sekaligus memastikan bahwa eksposur siber yang diprioritaskan benar-benar dapat dieksploitasi oleh pelaku ancaman.

Melalui rilis yang dikirimkan oleh Tenable kepada media ini, manajemen menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim keamanan saat ini adalah membedakan ancaman nyata dari risiko teoritis atau false positive.

Tanpa validasi keamanan yang dilakukan secara berkelanjutan, organisasi seperti perusahaan berisiko mengalokasikan sumber daya pada potensi ancaman yang sebenarnya telah terlindungi oleh kontrol keamanan yang aktif.

Kondisi tersebut semakin krusial ketika teknologi AI memungkinkan proses identifikasi kerentanan berlangsung lebih cepat dibanding sebelumnya.

Melalui integrasi kontrol keamanan yang bersifat kompensatif ke dalam proses prioritisasi eksposur, perangkat Tenable One membantu mengurangi gangguan akibat risiko-risiko teoritis yang pada praktiknya telah diblokir oleh mekanisme pertahanan yang tersedia.

Platform ini secara berkelanjutan memvalidasi efektivitas kontrol keamanan dengan menggabungkan intelijen ancaman, kelayakan serangan, dan status pertahanan secara real-time.

Informasi tersebut kemudian diproses oleh Tenable Hexa AI untuk mendukung proses remediasi yang lebih otomatis dan efisien.

Kemungkinan eksploitasi sangat bergantung pada spesifikasi lingkungan organisasi. Tanpa validasi keamanan berkelanjutan, tim keamanan kekurangan cara yang andal untuk membedakan ancaman nyata dari positif palsu, yang menyebabkan upaya remediasi yang tidak efisien.

Hal ini menciptakan beban prioritas dan sumber daya yang kritis, di mana tim keamanan mendedikasikan waktu untuk mengatasi potensi risiko yang mungkin sudah memiliki mitigasi aktif.

Seiring dengan percepatan penemuan kerentanan oleh AI, biaya dan potensi dampak dari ketidakakuratan ini terus meningkat.

Chief Product Officer Tenable Holdings, Eric Doerr menuturkan bahwa kebutuhan utama pelanggan saat ini adalah mengetahui jenis eksposur yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh penyerang dan bagaimana menentukan prioritas penanganannya.

Dengan kemampuan validasi kontrol keamanan yang berkelanjutan, perangkat Tenable One memberikan konteks yang lebih kaya mengenai lingkungan keamanan unik setiap organisasi sehingga proses prioritisasi risiko menjadi lebih akurat.

Pendekatan ini memungkinkan tim keamanan mengalihkan fokus dari risiko teoritis menuju ancaman nyata yang berpotensi memberikan dampak bisnis signifikan.

Mengadopsi pendekatan keamanan lebih kontekstual

Kapabilitas validasi terbaru ini sudah tersedia bagi seluruh pelanggan Tenable One dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan pendekatan exposure management berbasis bukti atau evidence-based exposure management.

Pendekatan tersebut bertujuan membantu organisasi memperkuat ketahanan siber sekaligus meningkatkan keyakinan para Chief Information Security Officer (CISO) dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, termasuk serangan yang memanfaatkan teknologi AI.

“Tantangan terbesar pelanggan kami adalah mengetahui paparan mana yang sebenarnya dapat dieksploitasi oleh penyerang dan bagaimana memprioritaskannya,” cerita Eric Doerr, Chief Product Officer, Tenable Holdings.

Menurut Eric Doerr dengan validasi kontrol keamanan yang berkelanjutan, Tenable One memberikan visibilitas dan konteks ke dalam kontrol keamanan unik pelanggan, yang selanjutnya meningkatkan upaya prioritisasi.

Platform yang disediakan oleh pihak Tenable Holdings memungkinkan tim keamanan untuk berhenti mengejar risiko teoretis dan memfokuskan sumber daya mereka pada ancaman nyata yang dapat dieksploitasi terhadap bisnis mereka.

“CISO mendapatkan kepercayaan diri bahwa strategi manajemen paparan berbasis bukti mereka akan melindungi dari serangan yang didukung AI,” janji Eric Doerr.

Redaksi media ini menggaris bawahi beberapa poin yang berguna bagi para pelaku industri dan bisnis di Indonesia dan ASEAN:

Mendorong prioritas berbasis risiko nyata. Organisasi perlu beralih dari pendekatan berbasis jumlah kerentanan menuju identifikasi ancaman yang benar-benar dapat dieksploitasi.

Mengoptimalkan alokasi sumber daya keamanan. Validasi berkelanjutan membantu tim keamanan mengurangi waktu dan biaya yang terbuang untuk menangani false positive.

Meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman berbasis AI. Dengan semakin cepatnya proses eksploitasi kerentanan oleh pelaku ancaman, perusahaan membutuhkan kemampuan validasi yang bersifat real-time.

Memperkuat tata kelola keamanan siber perusahaan. Bukti efektivitas kontrol keamanan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan strategis oleh manajemen dan CISO.

Mendukung transformasi digital yang aman. Validasi eksposur secara berkelanjutan membantu menjaga keamanan infrastruktur TI, cloud, dan sistem kritikal yang menjadi fondasi bisnis modern.

Pengumuman Tenable Holding, Inc. mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan keamanan siber, dari sekadar mendeteksi kerentanan menuju kemampuan memvalidasi risiko yang benar-benar berdampak terhadap bisnis.

Di tengah percepatan digitalisasi dan ancaman siber dengan memanfaatkan AI, maka perusahaan perlu mengadopsi pendekatan keamanan yang lebih kontekstual, berbasis data, dan terukur.

Kemampuan validasi kontrol keamanan secara berkelanjutan menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi operasional tim keamanan, mempercepat respons terhadap ancaman, dan memperkuat ketahanan bisnis dalam menghadapi risiko siber yang terus berkembang. #SalamSobatmmINDUSTRI

 


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



0
Exit mobile version