Bagaimana DBS Foundation dan Dicoding Mentransformasi Siswa SMK Wikrama Bogor? Bagaimana DBS Foundation dan Dicoding memperkuat kesiapan kerja para siswa SMK Wikrama Bogor? Melalui pelatihan AI, literasi keuangan, dan soft skills, peserta mempelajari strategi pendidikan vokasi adaptif guna menjawab kebutuhan industri masa depan.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Bank DBS Indonesia (sumber): Di tengah percepatan transformasi digital global, kebutuhan akan talenta yang menguasai kecerdasan buatan (AI) dan keterampilan masa depan semakin mendesak.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Menjawab tantangan tersebut, DBS Foundation (milik PT Bank DBS Indonesia) bekerja sama dengan Dicoding: menyelenggarakan pelatihan Coding Camp Workshop yang diikuti oleh para SMK Wikrama Bogor, Jawa Barat.
Workshop itu merupakan aksi langkah strategis untuk membekali para siswa dengan kompetensi teknis, literasi keuangan, serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Sekali lagi, inisiatif kegiatan itu merupakan sebuah pelatihan luring yang dirancang untuk membekali para siswa SMK dengan kompetensi teknologi AI, literasi keuangan dan soft skill demi kesiapan mereka membangun karier selepas Pendidikan formal.
Workshop ini merupakan bagian dari program Coding Camp powered by DBS Foundation, inisiatif pelatihan digital nasional yang sejak tahun 2023 berfokus menyajikan pembelajaran terstruktur dan berkualitas tinggi demi membentuk lulusan lebih terampil dan siap berkarier di perusahaan teknologi dan startup.
Hingga kini, Coding Camp powered by DBS Foundation telah melatih dan menjangkau sebanyak 227.000 orang peserta, termasuk 15.000+ siswa dari 1.500+ SMK di seluruh Indonesia dengan SMK Wikrama Bogor sebagai salah satu kontributor peserta terbesar.
Pada periode 2025–26, sekolah ini mengirimkan 155 siswa, atau sekitar 13 persen dari total 1.200 peserta SMK untuk mengikuti program intensif Coding Camp.
“DBS Foundation berkomitmen memperluas akses pendidikan dan kesiapan kerja bagi kaum muda secara inklusif. Pelatihan coding camp di SMK Wikrama hari ini menunjukkan komitmen kami untuk membekali kaum muda,” papar Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.
Mona Monika melanjutkan bahwa pelatihan itu khusus bagi para pelajar vokasi dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini dan di masa depan, khususnya di era AI seperti sekarang ini.
“Sehingga mereka memiliki peluang dan kesempatan untuk maju dan berkembang. Hal ini selaras dengan misi DBS Foundation untuk mendorong inklusi keuangan dan digital,” lanjut Mona Monika.
Keterampilan AI penting bagi siswa SMK, kenapa?
Transformasi teknologi berbasis AI mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja global, termasuk di Indonesia. Literasi AI tidak lagi menjadi keterampilan tambahan, melainkan kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja yang sarat digital.
Data Indonesian Developer Outlook 2026 menunjukkan sebanyak 86 persen developer Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, menandakan perubahan signifikan dalam standar keterampilan industri teknologi.
Perubahan itu tentu berdampak pada pendidikan vokasi. Selain dituntut menguasai keterampilan teknis, lulusan SMK harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru, berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, serta memahami cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di tempat kerja.
Kebutuhan tersebut mendorong pentingnya kurikulum vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri, dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik nyata dan pengalaman langsung menggunakan teknologi terkini.
Menyadari bahwa kesiapan talenta menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation bekerja sama dengan Dicoding untuk lebih pro-aktif dalam memperluas akses pembelajaran teknologi dan AI bagi generasi muda.
Aksi itu sekaligus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing dan beradaptasi kini dan nanti di masa depan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Bank DBS Indonesia untuk menciptakan dampak bagi masyarakat melampaui bisnis perbankan atau impact beyond banking.
Apa yang dipelajari siswa dalam Coding Camp Workshop? Selain belajar tech skills yang diisi oleh pengajar Dicoding, siswa SMK Wikrama belajar tentang soft skills dan literasi keuangan yang dibawakan langsung oleh para karyawan Bank DBS Indonesia.
Kelas pelatihan memastikan bahwa peserta akan terampil secara teknis, dan memiliki kemampuan komunikasi, siap beradaptasi dan mampu mengelola keuangan secara bijak.
Kegiatan mengajar ini bagian dari program sukarelawan karyawan Bank DBS Indonesia, People of Purpose (PoP).
Sejak tahun 2025, sebanyak 223 karyawan Bank DBS Indonesia telah berkontribusi lebih dari 5500 jam pengajaran mencakup materi seperti literasi keuangan, presentasi bisnis dan komunikasi, dan personal branding, dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation.
Kepala Sekolah SMK Wikrama, Iin Mulyani menuturkan, “Coding Camp adalah program pelatihan digital berkualitas tinggi dari Bank DBS Indonesia yang konsisten memberi kesempatan pada murid SMK kami untuk belajar secara intensif (800+ jam) ataupun secara progresif (100+ jam).”
Melihat dampak positif program pada keterserapan kerja di kalangan alumni, pihaknya mendukung sepenuhnya agenda workshop yang diselenggarakan bersama.
“Kami berharap bahwa Coding Camp bisa terus berlanjut dan memberi manfaat pada murid-murid SMK, khususnya dalam membangun portofolio dan meraih mikro kredensial untuk diterima kerja.”
Lebih lanjut, mewakili alumni SMK Wikrama Bogor, Muhammad Yazid Wiliadi menceritakan manfaat dari program Coding Camp yang telah diikutinya tahun lalu. Yazid lulus hingga kelas mahir pada alur belajar Full Stack Web Developer.
“Hasilnya, saya terbantu dalam mendapat posisi magang sebagai front-end developer dan quality assurance di sebuah perusahaan IT & pengembangan perangkat lunak di Yogya,” seru Yazid.
Kini di sela studinya di Universitas Terbuka, Yazid terus mengasah kemampuannya dengan bekerja paruh waktu di bidang pengembangan web untuk sejumlah klien dan untuk proyek novel karyanya sendiri.
Inisiatif Coding Camp Workshop menunjukkan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak bisa lagi bersifat konvensional. Integrasi keterampilan teknis seperti AI dengan literasi keuangan dan soft skills menjadi fondasi penting dalam mencetak talenta yang relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi para siswa dan pendidik, program ini menegaskan pentingnya mengambil peluang pembelajaran berbasis praktik dan sertifikasi yang diakui industri. Menguasai AI bukan lagi keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk tetap kompetitif.
Bagi institusi pendidikan, pendekatan kolaboratif dengan industri seperti yang dilakukan oleh SMK Wikrama Bogor perlu direplikasi. Kurikulum harus adaptif, berbasis proyek nyata, serta terhubung langsung dengan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, bagi sektor industri dan pemangku kebijakan, investasi pada pengembangan talenta muda melalui program pelatihan terstruktur seperti Coding Camp terbukti memberikan dampak nyata terhadap kesiapan kerja dan daya saing nasional.
Ke depan, sinergi lintas sektor perlu diperluas untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi di era AI. Semoga Bank DBS Indonesia menyediakan pelatihan bagi para jurnalis agar tulisan-tulisan mereka semakin berkualitas berkat AI (redaksi). #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form