mmINDUSTRI.co.id

Astra Mengedepankan Green Energy di Semua Lini Bisnis

Astra mengedepankan implementasi di green energy di semua lini bisnis yang jumlahnya mencapai 293 anak usaha.  Head of Environment & Social Responsibility Astra, Diah Suran Febrianti menguraikan cara manajemen Astra mengedepankan penerapan energi hijau. 

Menara Astra (kiri) sebagai salah satu gedung perkantoran ramah lingkungan. Manajemen  melakukan water efficiency dengan menampung dan memanfaatkan 100 persen air hujan guna memenuhi kebutuhan operasional gedung bagi seluruh tenant. Hal itu merupakan salah satu cara untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik dalam bentuk  penggunaan double-glass facade dan solar panel. Salah satu proyek pembangkit listrik tenaga surya (gambar kanan) yang dilakukan oleh United Tractors melalui anak usaha PT Energia Prima Nusantara bertempat di kantor PT AT Indonesia, Karawang, Jawa Barat (Foto/@: PT Astra International Tbk.)

Penulis/editor: Rayendra L Toruan

mmINDUSTRI.co.id – PT Astra International Tbk. (sumber): Bagaimana Grup Astra menerapkan green energy di seluruh lini bisnis? Penerapan green energy di Grup Astra merupakan bagian integral dari strategi Portfolio Roadmap yang terdapat dalam kerangka keberlanjutan Astra. 

Astra memiliki strategi keberlanjutan Triple-P Roadmap yaitu Portfolio, People and Public Contribution yang menjadi landasan Astra dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.



“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)


Melalui program Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra berkomitmen untuk mencapai beberapa target pada tahun 2030 yang meliputi: (1) penurunan 30 persen  1 emisi scope 1 dan 2; dan (2) mencapai 50 persen bauran energi terbarukan. 

Sebagai wujud komitmen tersebut, Astra melaksanakan program Astra Green Energy yang disingkat dengan AGEn—mencakup sistem manajemen energi, konservasi energi dan program efisiensi, implementasi energy-efficient technology terbaru, dan penggunaan energi terbarukan.

Semua langkah itu dilaksanakan dengan tetap mengedepankan standar beserta best practice di seluruh industri anak-anak usaha Astra. Dan untuk memastikan kompetensi yang berkelanjutan dalam penerapan green energy, Astra secara konsisten menyelenggarakan pelatihan.

Misalnya training terkait implementasi Energy Management System (EMS), auditor energi, hingga sertifikasi keahlian di bidang energi—yang diikuti oleh karyawan pilihan.

Penerapan dan implementasi green energy merupakan peluang bisnis yang menjanjikan mengingat potensi dan sumber energi terbarukan termasuk besar dan variatif di Indonesia. Jenis mana yang menjadi pilihan Grup Astra?

Dengan lini bisnis yang beragam di Grup Astra, Head of Environment & Social Responsibility Astra, Diah Suran Febrianti menjelaskan bahwa Astra selalu menyesuaikan peluang penerapan green energy dengan opportunity dari masing-masing lini bisnis.

Ambil contoh penggunaan biomassa seperti cangkang dan serat yang dihasilkan kegiatan PT Astra Agro Lestari Tbk, penggunaan B35, pemasangan solar PV sebesar 24,65 MWp, hingga pembelian Renewable Energy Certificate (REC). 

Keseluruhan inisiatif tersebut berkontribusi sebesar 40,8 persen bagi operasional perusahaan pada tahun 2023 dan tentu mengurangi biaya operasional perusahaan.

Untuk portofolio bisnis, Astra melakukan investasi dan akuisisi bisnis energi baru terbarukan (EBT) yaitu solar PV, mini-hydro, panas bumi, hingga waste-to-energy yang dilakukan oleh PT United Tractors Tbk melalui anak usahanya, PT Energia Prima Nusantara (EPN). 

Akuisisi itu bertujuan untuk mendukung seluruh Grup Astra yang melakukan pendekatan dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) bersama dengan EPN sebagai penyedia pembangkit listrik energi terbarukan.

Astra mengeluarkan kebijakan, panduan, beserta sistematika audit bagi anak perusahaan untuk melaksanakan Astra Green Company (AGC) yang menjadi payung Sistem Manajemen Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3).

Hal itu merupakan bentuk pemenuhan pencapaian kinerja dalam memenuhi berbagai persyaratan dan kepatuhan terhadap peraturan dan standar nasional maupun internasional yang disyaratkan ISO 14000, ISO 45000, SMK3, kriteria PROPER nasional—dan peraturan lainnya untuk mengembangkan berbagai kriteria panduan yang disesuaikan dengan jenis bisnis.

Dalam skema pemantauan AGC—terdiri dari berbagai tipe audit, dan setiap anak perusahaan Grup Astra dibekali melalui pelatihan rutin baik bagi level pelaksana hingga auditor AGC untuk berbagai jenjang.

Penerapan green energy 

Seluruh lini bisnis di Grup Astra didorong untuk senantiasa menerapkan green energy untuk mencapai Astra 2030 Sustainability Aspirations khususnya untuk target tahunan bauran energi terbarukan di operasional perusahaan. 

Seluruh anak usaha yang jumlahnya mencapai 293, didorong untuk melakukan audit energi untuk menentukan program energi efisiensi yang sesuai berdasarkan aktivitas bisnisnya, seperti eliminasi hingga efisiensi penggunaan bahan bakar dalam operasional perusahaan. 

Upaya ini diwujudkan melalui otomatisasi penggunaan mesin berbahan bakar pada peralatan seperti chiller dan kompresor, sehingga konsumsi energi dapat lebih terkontrol dan efisien.

Pengembangan fuel efficient ini dilakukan dengan penggunaan artificial intelligence (AI) yang diterapkan pada Dump Truck (DT) dan Heavy Duty Truck (HDT) di PT Pamapersada Nusantara, optimalisasi ventilasi di pabrik manufaktur yang dioperasikan oleh PT Astra Daihatsu Motor.

Sedangkan automasi penggunaan kompresor dan chiller serta pemanfaatan solar panel sebesar 24,65 MWp yang tersebar di Grup Astra.

Bagaimana Grup Astra melaksanakan penurunan konsumsi air, solar, oli, listrik, dan emisi CO2 di lini bisnis?

Lebih detail, Diah Suran Febrianti  menjelaskan bahwa penurunan gas rumah kaca (GRK) Scope 1 dan 2 pada operasional usaha termasuk pencapaian target jangka menengah yang tertuang dalam program Astra 2030 Sustainability Aspirations.

Methane capture yang sudah dipasang di beberapa kebun milik PT Astra Agro Lestari Tbk. (Foto/@: PT Astra International Tbk.)

Bagaimana target penurunan 30 persen Scope 1 dan 2 emissions hingga tahun 2030?  Beberapa cara yang dilakukan Astra dalam menurunkan konsumsi sumber daya alam dimulai dari pembuatan neraca konsumsi untuk mengidentifikasi jumlah pemasokan dan penggunaan sumber daya. 

Hal ini dilakukan melalui audit energi untuk konsumsi energi dan pembuatan neraca air untuk konsumsi air.

Setelah mengidentifikasi pemasokan dan penggunaan sumber daya, Astra memilah bagian proses yang menyerap konsumsi air atau energi yang paling signifikan. 

Selanjutnya, fokus diarahkan pada identifikasi peluang improvement yang dapat dilakukan sehingga memberikan dampak terbesar terhadap efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya. 

Astra memegang komitmen untuk terus berkontribusi dalam mendorong terciptanya pengembangan masyarakat secara luas. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui 4 fokus pilar: Astra Untuk Indonesia Sehat, Astra Untuk Indonesia Cerdas, Astra Untuk Indonesia Hijau, dan Astra Untuk Indonesia Kreatif.

Empat pilar ini kemudian diimplementasikan ke dalam program-program unggulan seperti Kampung Berseri Astra, dan Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 35 provinsi dengan total lokasi: 235 Kampung Berseri Astra dan 1.280 Desa Sejahtera Astra.

Melalui program Kampung Berseri Astra, Astra turut berpartisipasi dalam program kampung iklim (PROKLIM) yaitu program nasional dari Kementerian yang menangani Lingkungan Hidup.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketangguhan dan kemampuan kampung dalam beradaptasi serta memitigasi dampak perubahan iklim. Hingga 2023 terbentuk 118 Kampung Berseri Astra yang menjadi bagian kampung PROKLIM.

Selain pembinaan masyarakat, Astra melalui program Astra Sustainable Forest yang tersebar di 7 lokasi penanaman menargetkan penanaman 3 juta pohon secara bertahap untuk membantu mengurangi emisi GRK melalui solusi berbasis alam.

Prinsipnya pada reforestasi melalui penanaman tanaman hutan dan diintegrasikan dengan penanaman tanaman produktif. Hingga tahun 2023, Astra bersama masyarakat telah menanam lebih dari 450.240 pohon dengan total area mencapai 1.439 hekar.

Seluas 368 hektar sedang dalam proses validasi melalui Sistem Registri Nasional (SRN) Kementerian yang membawahi Lingkungan Hidup di Indonesia.

Di setiap lokasi program ini, lanjut Diah Suran Febrianti pihaknya menerima kunjungan masyarakat yang ingin melakukan wisata, pembelajaran dan riset mengenai praktek kegiatan lingkungan untuk aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti bank sampah, konservasi lingkungan, dan penggunaan energi terbarukan.

Menurut Diah Suran Febrianti, hal tersebut sudah tercakup di dalam strategi Triple-P Roadmap (Portfolio, People and Public Contribution) yang juga merupakan kerangka dasar bagaimana Astra  melaksanakan Astra 2030 Sustainability Aspirations.

Dengan rencana target 50 persen  bauran energi terbarukan dari total konsumsi energi, anak perusahaan diharuskan untuk senantiasa melaksanakan efisiensi energi dan menggunakan energi terbarukan.

Selanjutnya penting penerapannya yang didukung oleh personel yang kompeten di bidang Energy Management System.

Grup Astra menerapkan berbagai penggunaan green technology, sumber energi terbarukan, dan konservasi energi sebagai bentuk usaha untuk menuju target bauran energi terbarukan di tahun 2030 sebesar 50 persen  dari total konsumsi energi. 

Hingga tahun 2023, Astra mencapai bauran energi terbarukan sebesar 44,63 persen  dari total konsumsi energi. Beberapa program AGEn yang dilaksanakan untuk mencapai target tersebut yaitu 3—namun tidak terbatas pada:

Sebagai tambahan dari target tersebut, Astra mencari peluang bisnis di energi terbarukan melalui penguatan investasi pada bisnis pembangkit tenaga energi terbarukan, seperti PLT Minihidro, PLT Panas bumi, dan PLT Sampah (Waste-to-Energy).

Berkolaborasi dengan PT Energia Prima Nusantara, Grup Astra telah memasang 18,63 MWp yang tersebar di berbagai business unit Grup Astra. Selanjutnya, Astra tetap berkomitmen untuk terus menambah jumlah pemanfaatan PLTS di Grup Astra.

Astra mengoptimalkan pemanfaatan bioenergi, khususnya di sektor agribisnis dengan memanfaatkan limbah operasional yang 99 persen merupakan cangkang dan serat, untuk menjadi bahan bakar boiler sehingga sepenuhnya menggantikan penggunaan bahan bakar tidak terbarukan di pabrik. 

Astra telah mulai mengembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan biomethane melalui methane capture yang sudah dipasang di beberapa kebun milik PT Astra Agro Lestari Tbk.

Selain mengurangi emisi yang dilepas ke udara, biomethane ini juga akan digunakan untuk mendukung operasional boiler untuk pabrik dalam area kebun.

Penerapan green energy yang dikedepankan oleh Grup Astra maka redaksi menggaris bawahi beberapa alasan utama yang meliputi:

  1. Mengurangi emisi karbon: Penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dengan beralih ke sumber energi yang lebih bersih, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  2. Keberlanjutan: Sumber energi terbarukan tidak akan habis karena bahan ini berasal dari alam dan dapat diperbarui secara terus-menerus. Ini berbeda dengan sumber energi fosil seperti minyak dan batubara yang memiliki keterbatasan.
  3. Dengan beralih ke energi terbarukan, perusahaan dan (negara) dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, yang dapat meningkatkan keamanan energi dan stabilitas ekonomi.
  4. Investasi dalam green energy mendorong inovasi dan pengembangan teknologi baru, yang dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi baru.
  5. Mengurangi polusi udara dan air dari pembakaran bahan bakar fosil dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi penyakit pernapasan dan kondisi kesehatan lainnya yang terkait dengan polusi.
  6. Pelaksanaan green energy dapat memberikan peluang ekonomi bagi komunitas lokal, seperti pengembangan proyek-proyek energi terbarukan yang dapat menciptakan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan semua manfaat ini, green energy bukan hanya pilihan yang ramah lingkungan, tetapi juga pilihan yang cerdas dari segi ekonomi dan Kesehatan bagi semua pihak.


This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form



1
Exit mobile version