Program penyediaan air bersih di Desa Pasirranji, Cikarang Pusat, Jawa Barat, menghadirkan akses air layak bagi warga melalui jaringan perpipaan dengan kapasitas 21.600 liter per hari. Warga berterima kasih kepada PT Robert Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia.

Penulis/editor: Rayendra L Toruan
mmINDUSTRI.co.id – PT Robert Bosch Indonesia (sumber): Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat, sebagian warga Desa Pasirranji selama bertahun-tahun masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Ketergantungan pada pasokan air tangki dan kualitas air tanah yang belum memadai membuat kebutuhan dasar sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.
“Thank you for visiting mmindustri.co.id. Subscribe for the latest news and insight. Enter your email (Your email address will not be published)
Kini, melalui pengembangan jaringan perpipaan hasil kolaborasi Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia, akses air bersih mulai hadir lebih dekat dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Selama ini, akses air bersih di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Jawa Barat belum sepenuhnya merata. Bagi sebagian warga, kebutuhan air layak konsumsi masih harus dihadapi dengan berbagai keterbatasan, baik dari sisi jumlah, biaya dan kualitas air.
Air tanah dari sumur di sekitar pemukiman memang masih dimanfaatkan, namun umumnya belum memenuhi standar. Kondisinya kerap keruh dan tidak selalu aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini terjadi meski upaya pengeboran sumur hingga kedalaman 135–150 meter telah dilakukan, namun hasilnya tetap belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan. Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan,” tutur Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar.
Keterbatasan sumber air tanah membuat sebagian besar warga bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Di tengah kawasan industri yang terus berkembang, air bersih justru harus didatangkan dari jarak hingga belasan kilometer sebelum akhirnya bisa digunakan di rumah.
Proses distribusinya tidak hanya memakan waktu, tetapi juga bergantung pada ketersediaan armada dan antrean pasokan. Dalam kondisi tersebut, air menjadi kebutuhan yang harus direncanakan dengan cermat agar tidak habis sebelum pasokan berikutnya tiba.
Atang seorang warga Kampung Cimahi yang telah lebih dari lima tahun tinggal di wilayah tersebut, masih mengingat masa ketika air tidak pernah benar-benar tersedia di rumahnya. “Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang.
Harga air bersih sangat mahal
Ia menyebut biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp160.000 per minggu atau hampir Rp1 juta per bulan, belum termasuk pembelian air galon saat kondisi darurat.
Akan tetapi, persoalan tidak hanya biaya, tetapi juga ketidakpastian pasokan, di mana warga terkadang harus membawa jerigen berkeliling untuk mencari air yang masih tersedia.
Seiring masuknya jaringan perpipaan ke permukiman, perubahan mulai dirasakan warga meski belum merata. Kehadiran jaringan ini perlahan mengubah cara warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Bagi Pak Atang, perubahan tersebut juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Jika sebelumnya biaya air bisa mendekati Rp1 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk dua rumah.
“Sekarang paling Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ungkap Atang.
Di sisi lain, ketergantungan pada jerigen dan truk tangki mulai berkurang. Warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh atau menunggu pasokan untuk mendapatkan air. Akses yang sebelumnya terbatas kini berangsur menjadi lebih dekat dan pasti.
Perubahan ini mulai terlihat di Kampung Cimahi, di mana sekitar 40 kepala keluarga telah terhubung dengan jaringan air bersih melalui program Bosch Water Project yang dijalankan Bosch Indonesia bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia.
Infrastruktur tersebut menyalurkan air langsung ke rumah warga dengan kapasitas sekitar 21.600 liter per hari, memperluas akses layanan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau.
Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono menyampaikan pandangannya, “Akses air bersih bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kepastian, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga.”
Melalui kolaborasi dengan Bosch Indonesia, lanjut Arwin Soelaksono pihaknya melihat bagaimana intervensi ini memberikan membantu warga Kampung Cimahi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Pilihan untuk memperkuat sistem perpipaan dinilai sebagai langkah paling rasional bagi wilayah Pasir Ranji. Dibandingkan dengan ketergantungan pada pengambilan air tanah yang tidak lagi memadai secara kualitas, jaringan perpipaan memberikan kepastian pasokan sekaligus kualitas air yang lebih stabil.
Upaya ini sejalan dengan target pemerintah daerah dalam memperluas cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada 2026, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor air bersih dan sanitasi.
Dalam implementasinya, Bosch Indonesia juga melibatkan partisipasi karyawan melalui kegiatan volunteering sebagai bentuk keterlibatan langsung di tingkat komunitas.
Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan bahwa akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada bagaimana distribusi dan kolaborasi dapat menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggiran layanan.
Inisiatif penyediaan akses air bersih di Desa Pasirranji menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah dengan tekanan urbanisasi dan industrialisasi yang tinggi.
Program seperti ini dapat menjadi model implementasi keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan publik maupun sektor industri lain dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara terukur dan berdampak langsung.
Ke depan, diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi sosial untuk memperluas cakupan layanan air bersih yang berkelanjutan.
Selain pembangunan infrastruktur, edukasi terkait pengelolaan sumber daya air dan pemeliharaan fasilitas juga menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
Hadirnya jaringan air bersih di Desa Pasirranji menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap kebutuhan dasar yang lebih layak, stabil, dan terjangkau.
Perubahan yang dirasakan warga tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya rumah tangga, tetapi juga menghadirkan kepastian dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi antara Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia menunjukkan bahwa dukungan sektor swasta dapat memberikan kontribusi strategis dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan.
Upaya dua lembagas itu sekaligus memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau secara optimal demikian Sofyan Fenny Anggraeni pengirim rilis dari PT Robert Bosch Indonesia. #SalamSobatmmINDUSTRI
This type of article is favored by our readers. Would your company willing to sponsor it? Kindly email us: business@mmindustri.co.id or fill this form