Beverage, F&B Industri

Teh Hijau Sarat Antioksidan dan Polyphenol Membantu Daya Ingat

Mengonsumsi teh hijau sarat antioksidan dan polyphenol membantu daya ingat  bagi orang tua usia lanjut dan anak muda usia produktif. Dengan kandungan...

Written by Stevie Ayu · 2 min read >
Teh Hijau Sarat Antioksidan dan Polyphenol

Mengonsumsi teh hijau sarat antioksidan dan polyphenol membantu daya ingat  bagi orang tua usia lanjut dan anak muda usia produktif. Dengan kandungan antioksidan dan polyphenol—teh hijau cukup versatile ketika diolah sebagai minuman bercampur susu, buahan, madu, rempah, dan kayu manis.

Teh Hijau Sarat Antioksidan dan Polyphenol
Beragam manfaat teh hijau untuk kesehatan dan kecantikan. Teh hijau sarat antioksidan dan polyphenol (Foto: Rayendra L. Toruan)

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah orang lanjut usia (60 tahun ke atas) mencapai 18,781 juta jiwa tahun 2015, dan diperkirakan menjadi 36 juta jiwa pada tahun 2025. Usia rata-rata orang Indonesia  68,9 tahun (2017) dan menjadi 90 tahun pada tahun 2030.

Perkembangan itu menggembirakan. Kualitas hidup orang Indonesia semakin meningkat. Di  sisi lain, timbul kekhawatiran mengenai hidup para orang tua yang berusia lanjut. Demensia merupakan penyakit yang sulit dihalau dari kehidupan orang yang berusia senja.

Kita berterima kasih kepada anggota keluarga yang peduli dan meluangkan waktu untuk merawat orang tua usia lanjut. Bagaimana nasib para orang tua yang hidup sendiri  tanpa anak atau anggota keluarga  lainnya?

Tidak jarang, kita temukan, orang tua berusia lanjut hidup sebatang kara tanpa pasangannya yang sudah lama pergi. Meski dibantu oleh seorang atau beberapa pembantu, kualitas atau kadar kenyamanan dan kesejahteraan orang tua berusia lanjut sangat minim. Bagaimana penderita demensia?

Jika tidak segera ditangani, timbullah kerusakan pada sel saraf otak yang menyebabkan daya ingat menururun dan kemampuan berkomunikasi pun terganggu.

Kalangan kedokteran menyebutkan, bahwa orang tua berusia lanjut usia pada umumnya rentan terhadap  penyakit Alzheimer yakni demensia dengan plak berupa gumpalan protein beta-amyloid.

Sementara gangguan di pembuluh darah otak merupakan penyebab demensia dan pada kondisi seperti ini menyebabkan penyakit stroke dan penyakit lainnya—ini disebutkan sebagai demensia vaskuler.

Jenis lain adalah demensia lewy body (penggumpalan protein abnormal pada otak), demensia frontotemporal (tampak gangguan perilaku, kepribadian, dan msnudunny kemampuan berbahasa), dan demensia campuran yang menimpa orang-orang berusia di atas 80 tahun.

Untuk menangani penderita demensia, tim medis melakukan beberapa tahap. Dan untuk itulah, para peneliti Fraounhofer menciptakan teknologi yang dimasukkan ke dalam gelang Piramida yang dapat merekam kondisi terkini seorang pasien.

Gelang yang mengandung sensor elektronik itu dapat membantu melakukan diagonis dan memberikan nasihat bagi keluarga atau pengasuh orang tua berusia lanjut.

Selain pengobatan berdasarkan ilmu kedokteran, anggota keluarga pun berperan besar untuk membantu seorang  berusia lanjut usia. Beberapa terapi yang dapat dipelajari dan mudah dipraktikkan untuk mengasuh orang tua berusia lanjut.

Contohnya, terapi stimulasi kognitif dan orientasi realitas (stimulasi daya ingat), terapi perilaku (untuk menekan perilaku tidak terkontrol yang disebabkan depresi dan halusinasi), terapi okupasi (memandu penderita beraktivitas sehari-hari), dan terapi validasi (cara memperlihatkan empati kondisi penderita).

Anggota keluarga berperan mengawasi orang tua berusia lanjut, jangan merokok dan minum alkohol, membantu agar teratur berolah raga, mengawasi berat badan, dan teratur mendapatkan asupan vitamin D serta menghindari lemak namun meningkatkan serat.

Pengasuh juga menjaga jangan sampai terjadi luka atau kecelakaan di kepala, melatih otak (membaca, menulis), dan paling utama menjaga kesehatan dengan mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.

Orang tua usia lanjut juga dapat melakukan aktivitas seperti bermain atau medengarkan musik, aromaterapi, pijat, bermain dengan hewan piaraan, dan seni lainnya atau mengunjungi teman seusia. Proaktiflah berkomunikasi agar orang tua lanjut usia tidak merasa sendirian.

Salah satu terapi yang sudah dilakukan sejak berabad-abad adalah konsumsi teh hijau yang berkhasiat alami. Hal itu dibuktikan oleh Erich Wanker pakar biologi molekular yang telah memanfaatkan satu komponen khusus teh hijau sebagai terapi demensia.

Selama 10 tahun dia menginvestigasi molekul yang istimewa yakni epigallocatechi  n gallate (EGCG) yakni unsur aktif dalam teh hijau. Dia pun melakukan serangkaian eksperimen, dan saat secara tidak sengaja menemukan unsur dalam teh bernama EGCG.

Dari ribuan unsur alami yang diuji, teh hijau  yang paling menonjol. Wanker pernah meneliti penyakit Alzheimer. Dia  yakin penyakit itu disebabkan massa protein dalam otak yang mengalami salah pelipatan—bisa terjadi kerusakan sel saraf.

Minum secangkir teh hijau setiap hari dilakukan oleh Erich Wanker. Teh hijau bermanfaat untuk  kecantikan. Teh hijau mengandung zat klorofil yang memperlambat proses penuaan, menghilangkan garis halus pada wajah, dan mencegah penuaan dini bagi orang orang yang masih berusia produktif sekitar 20-35 tahun.

Teh hijau mengandung tanin merupakan zat antioksidan tinggi dan bersifat anti bakteri yang dapat mengeluarkan racun dalam tubuh lewat urin, ludah dan cairan keringat.Teh hijau mengandung kalsium yang dapat mengatasi masalah tulang.

Sedangkan zat Alkaloid di dalam teh hijau mempunyai sifat anti diabetes yang dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Teh hijau juga mengandung zat polifenol, Natrium, dan Seng yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengatur keseimbangan elektrolit tubuh agar tetap sehat.

Masih banyak manfaat teh hijau sarat antioksidan dan polyphenol. (Bahan diolah dari berbagai sumber seperti laman  Fraunhofer IZW, hellosehat.com, dw.com dan alodokter.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *