Inspiration, MICE, Video

Stroke Merusak Otot Otak, Bagaimana Mengendalikan?

Penyakit stroke merusak otot otak dan pembunuh nomor dua. Tiap tahun, bertambah 550.000 orang penderita stroke di Indonesia, dan 16 juta orang...

Written by Rayendra L. Toruan · 2 min read >
Featured Video Play Icon

Penyakit stroke merusak otot otak dan pembunuh nomor dua. Tiap tahun, bertambah 550.000 orang penderita stroke di Indonesia, dan 16 juta orang di dunia. Cara mengendalikan?  Pandai-pandailah kelola hidup sehat, dan simak manfaat teknologi buatan perusahaan  igus®

Stroke Merusak Otot Otak
Perangkat yang berguna sebagai pemandu linier dan plain bearing yang bekerja praktis tanpa mengguna pelumas. Buatan perusahan igus® ini membuat kerangka bagian luar beradaptasi secara fleksibel. Stroke merusak otot otak (Foto/@: igus® GmbH)

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, pembunuh nomor satu adalah  penyakit arteri coroner atau penyakit jantung iskemik. Di bawahnya ditempati penyakit stroke yang disebabkan tersumbatnya atau bocor arteri di dalam otak sehingga aliran darah terhambat.

Otak yang otot atau saraf-saraf di dalam otak tersumbat atau  bocor yang menyebabkan berkuranganya oksigen dalam otak. Jika penderita tak segera ditangani maka sel-sel mati selama  beberapa menit yang menyebabkan kematian atau penderita cacat selama hidup.

Penyumbatan di dalam otot dan sarat menyebabkan pasokan darah ke otak terganggu. Akibat  penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah atau disebut stroke hemoragik maka fungsi otot/saraf otak akan terganggu. 

Jika  otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi dari (antaran) darah, menyebabkan sel-sel di area otak  mati atau tidak berfungsi lagi.

Salah satu gejala stroke yang perlu dicermati jija terjadi mati rasa di bagian tubuh penderita dan sulit berjalan dan melihat, dan bahkan tampak kebingungan.

Dunia kedokteran memungkinkan pemulihan stroke, namun jika penderita tidak diobati atau ditangani dengan baik, penderita dapat saja bertahan hidup meski terjadi cacat dalam jangka waktu lama atau seumur hidup. 

Oleh sebab itu, jika seseorang menderita stroke segeralah bawa ke dokter sebelum 3 jam sejak penderita terkena stroke. Mendapatkan perawatan dalam waktu tiga jam setelah penderita terkena stroke, hal itu  mengurangi tingkat cacat dalam waktu yang lama.

Untuk membantu penderita, perusahaan igus® memperkenalkan alat plain bearing semacam mesin yang tidak menggunakan pelumas. Sistem linier drain dan plain bearing iglidur menyediakan penyesuaian exoskeleton yang bermanfaaty untuk membantu penderita stroke. 

Dengan sistem linier drain atau saluran pembuangan yang berbentuk bujursangkar memanjang berguna untuk jalan keluar air (keluar) yang memaksimalkan penangkapan aliran air menuju satu pintu keluar untuk menghasilkan pembuangan cairan yang paling efisien seperti dalam bak mandi.

Sementara plain bearing iglidur merupakan bantalan yang digunakan untuk gerakan geser, putar, berosilasi, atau bolak-balik. Dalam aplikasi geser, alat ini berfungsi sebagai bantalan geser, strip bantalan, dan pelat aus. 

Dalam aplikasi ini, permukaan geser biasanya datar, dan juga berbentuk silinder yang gerakannya selalu linier.

Banyak pasien stroke yang menderita hemiplegia (kelumpuhan parsial). Exoskeletons seperti Harmony dari Harmonic Bionics dapat membantu membangun kembali saluran saraf di dalam lengan dan bahu. 

Alat itu dengan cepat menyesuaikan sistem yang didukung robot dalam berbagai ukuran tubuh dalam fisioterapi. Pengembang mengandalkan teknologi bantalan biasa yang ringan tanpa  pelumas, dan bebas perawatan yang dilakukan oleh para tehnisi igus®.

Setiap tahun, 16 juta orang di seluruh dunia menderita stroke. Di Indonesia, lebih 550.000 orang penderita stroke yang bertambah setiap tahun. Bagaimaja mengendalikan stroke penyakit pembunuh nomor dua di Indonesia?

Cara yang memungkinkan pasien merehabilitasi selama menjalani fisioterapi, perusahaan di Amerika Serikat, Harmonic Bionics yang didukung oleh National Science Foundation, mengembangkan kerangka luar khusus untuk penyembuhan kerusakan otot yang disebabkan stroke. 

Robot yang bernama Harmony meredakan sendi bahu dan memaksimalkan jangkauan gerak pasien. Dengan cara ini, sistem harus memungkinkan terapi secara alami dan komprehensif khusus pada  lengan. 

Untuk mencapai tujuan itu, Harmony mengandalkan Terapi Sinkronisasi Bilateral. Robot mencatat gerakan lengan yang sehat dan menyinkronkannya ke sisi yang terkena stroke untuk membantu memulihkan saluran saraf. 

Agar exoskeleton (penutup luar yang kaku untuk tubuh) dapat bergerak dengan tubuh manusia, sumbu robot harus disesuaikan dengan pasien dengan benar, karena pengaturan yang salah dapat menyebabkan cedera pada sendi. 

Untuk adaptasi cepat dari Harmony, para pengembang menggunakan pemandu linier dan bantalan biasa dari spesialis plastik gerak (buatan) igus®.

Pemandu rel seri T dan R drylin, bantalan linier drylin R, dan bantalan biasa iglidur memungkinkan penyesuaian sistem yang mudah dengan tinggi, panjang lengan, dan lebar sesuai bahu pasien. 

Bantalan polimer yang terbuat dari bahan berkinerja tinggi iglidur J dibedakan dari ketahanan ausnya yang tinggi dan masa pakai yang lama. Karena tidak perlu pelumas eksternal, bearing benar-benar bebas perawatan, bersih, higienis, dan cocok untuk teknologi medis. 

Semua komponen terbuat dari bahan yang ringan seperti plastik dan alumunium. Desainnya begitu kompak sehingga bisa diintegrasikan ke dalam desain robot yang ramping. 

“Berkat penggunaan teknologi bantalan polimer buatan igus®, eksoskeleton dapat disesuaikan dengan pasien dalam hitungan detik,” jelas Rohit John Varghese, Kepala Riset & Pengembangan perusahaana Harmonic Bionics.

Bagaimana Harmonic Bionics mendefinisikan ulang rehabilitasi saraf ekstremitas dengan teknologi robot cerdas yang dirancang untuk memaksimalkan pemulihan pasien? 

Silakan simak video cara Harmony bekerja: https://youtu.be/PcmNloLIqKk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *