AUTO-TECH, Marketing & Promotion

Pengembangan Kendaraan Listrik, Toyota Investasikan Rp28,3 Triliun

Toyota-Astra Motor menginvestasikan Rp28,3 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.  Apa dampak kehadiran kendaraan listrik  terhadap bisnis wisata di Bali?...

Written by Marinus L. Toruan · 2 min read >
Pengembangan Kendaraan Listrik

Toyota-Astra Motor menginvestasikan Rp28,3 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.  Apa dampak kehadiran kendaraan listrik  terhadap bisnis wisata di Bali?

Pengembangan Kendaraan Listrik
Direktur PT Astra International Tbk Henry Tanoto berfoto dengan mobil listrik berteknologi Battery Electric Vehicle (BEV) Toyota COMS. Pengembangan kendaraan listrik (Foto/@: PT Toyota-Astra Motor)

Menjelang tutup tahun 2020, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan kepada para jurnalis, bahwa grup Toyota berencana untuk menginvestasikan Rp28,3 triliun selama 3 tahun ke depan.

Pengembangan Kendaraan Listrik

Pengembangan kendaraan listrik itu dilakukan oleh PT Toyota-Astra Motor  memlalui EV Smart Mobility Project yang didukung oleh 13 partnership yaitu, seperti PT Astra International Tbk., Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Aisin Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.

Selanjutnya, PT Denso Indonesia, PT KDDI Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Panasonic Gobel Indonesia, PT Sugity Creatives, PT Toyota Astra Financial Services, Toyota Industries Corporation, PT Toyota Tsusho Indonesia, dan TCD Asia Pacific Indonesia.

PT Toyota-Astra Motor juga bekerjasama dengan PT Serasi Auto Raya (SERA) yang dipercayakan menangani aktivitas operasional EV Smart Mobility project. Apa yang dimaksud dengana electric vehicle?

Kendaraan listrik dikembangkan seabgai kendaraan listrik EV atau electric vehicle  dengan sumber energi berasal dari baterai—pengganti tangki bensin, sementara motor listrik  merupakan pengganti mesin pembakaran internal.

Listrik diimpan di dalam baterai yang berfungsi untuk  menggerakkan motor listrik. Dengan menggunakan EV diharapkan hal itu berdampak signifikan terhadap lingkungab.

Menurut President Director PT Astra International Tbk., Djony Bunarto Tjondro atas inisiatif  bersama antara Astra dan prinsipal berkesempatan memasyarakatkan penggunaan teknologi elektrifikasi di Indonesia.

Produk Elektrifikasi Toyota di EV Smart Mobility bertujauan untuk memberikan pilihan lengkap bagi pengguna. Untuk itu, melalui EV Smart Mobility project, PT Toyota-Astra Motor menyediakan 3 lineup kendaraan elektrifikasi Toyota.

Totalnya mencapai 30 unit yang terdiri dari 20 unit Toyota COMS (BEV), 5 unit Toyota C+pod (BEV), dan 5 unit Toyota Prius PHEV—disiapkan secara khusus untuk project ini.

Pengembangan Kendaraan Listrik
Mobil listrik berteknologi bstterey electric vehicle (BEV) Toyota COMS (Foto/@: PT Toyota-Astra Motor)

Sementara Full Battery EV yaitu Toyota COMS dan C+pod, dapat digunakan oleh masyarakat dan turis di kawasan hotel Nusa Dua Bali dan sekitarnya—penanda bahwa proyek ini berperan proaktif mendukung ecotourism di area tersebut.

Sementara Toyota Prius PHEV  digunakan sebagai layanan airport transfer dari dan ke kawasan Bandara Ngurah Rai serta sebagai kendaraan untuk bermobilitas di wilayah Bali.

Kemudian, sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan green dan renewable energy, EV Smart Mobility project juga dilengkapi dengan teknologi panel matahari atau solar panel guna memenuhi kebutuhan shelter/station untuk mengisi daya listrik pada kendaraan elektrifikasi Toyota.

“Dengan menginisiasi ecotourism yang terintegrasi dengan produk-produk Toyota di dalam EV Smart Mobility project ini, kami harap lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan kendaraan BEV dan PHEV Toyota,” tandas Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.

Henry menyatakan, pihaknya  ingin mengumpulkan masukan berharga dari pengguna, agar dapat memahami keuntungan dan tantangan dari setiap jenis kendaraan elektrifikasi. Masukan masyarakat akan membantu untuk meraih komitmen Toyota  terhadap elektrifikasi masal di Indonesia.

Jika ingin menggunakan layanan EV Smart Mobility project, silakan datang langsung ke station di depan central parkir hotel Nusa Dua (di depan Bali Collection) atau ke station di area pintu masuk Pulau Peninsula The Nusa Dua.

EV Smart Mobility dapat diakses secara digital melalui aplikasi mTOYOTA dan TRAC To Go. Selanjutnya, Toyota melengkapi unit Toyota C+pod dan Toyota Prius PHEV dengan fitur Digital Key.

Dengan begitu, pengguna mudah melakukan akses secara digital, seperti booking, payment, dan akses membuka dan mengunci pintu mobil—termasuk menghidupkan mobil dengan menggunakan smartphone.

Dengan kemudahan digitalisasi ini, pengguna dapat menggunakan kendaraan tanpa perlu melakukan kontak langsung dengan banyak orang sehingga penerapan protokol kesehatan pun akan semakin baik.

“Kami mendukung kerja sama pemanfaatan kendaraan listrik—sejalan  dengan komitmen ITDC untuk mewujudkan eco sustainable tourism di kawasan pariwisata yang kami kelola. The Nusa Dua sebagai kawasan percontohan Bali Energi Bersih sesuai program PemProv Bali dan wujud dukungan ITDC,“ jelas Arie Prasetyo, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC.

Gubernur Bali, Wayan Koster menghargai inisiatif Toyota berkerja sama dengan ITDC dan pihak lainnya untuk meningkatkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di kawasan pariwisata di Nusa Dua.

“Hadirnya kendaraan listrik ini mendukung upaya kita bersama untuk menjaga alam Bali yang bersih serta untuk meningkatkan kualitas pariwisatanya. Saya harap Kerama Bali, khususnya para generasi muda akan mengikuti langkah ini sebagai upaya kita bersama dalam mewujudkan alam dan bumi Bali yang bersih,” tandas Wayan Koster, Gubernur Bali itu.

Baca: Toyota Persembahkan Mobility Happiness for All, Kado Ulang Tahun ke-50   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *