AUTO-TECH, Electrical Technology

Cara Tertibkan Pengemudi Ugal-ugalan dengan Kamera, Menghindari Kecelakaan

Penggunaan kamera adalah salah satu cara tertibkan pengemudi yang ugal-ugalan. Perilaku pengemudi kendaraan besar seperti tronton harus diperbaiki dengan menggunakan teknologi. Bagaimana...

Written by Erwin Prasetyo · 2 min read >
Cara Tertibkan Pengemudi

Penggunaan kamera adalah salah satu cara tertibkan pengemudi yang ugal-ugalan. Perilaku pengemudi kendaraan besar seperti tronton harus diperbaiki dengan menggunakan teknologi. Bagaimana sikap pemilik kendaraan komersial?  

Cara Tertibkan Pengemudi
Kendaraan besar Heavy Goods Vehicle (HGV) seperti tronton sebaiknya dilengkapi kamera untuk memantau tingkah laku pengemudi saat berkendara di jalan raya. (Foto/@: University of Nottingham)

Kecalakaan di jalan raya terjadi hampir tiap hari termasuk di Indonesia. Kecelakaan berkendara pada umumnya disebabkan oleh pengemudi yang tidak disiplin atau ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan. Bagaimana meminimalisasikan kecelakaan di jalah raya?  

Cara Tertibkan Pengemudi Ugal-ugalan dengan Kamera

Sebuah hasil studi yang dilakukan oleh peneliti di London, Inggeris, menunjukkan bshwa  mengemudikan kendaraan besar atau Heavy Goods Vehicle (HGV) jauh lebih aman jika di kabin kendaraan dipasang kamera. Kamera itu dapat memantau perilaku para pengemudi. 

Pemantauan dengan menggunakan kamera secara signifikan meningkatkan keamanan kendaraan komersial HGV seperti tronton dan bus besar. 

Hasil studi baru itu menunjukkan pengemudi kendaraan HGV  jauh lebih aman karena tingkah laku pengemudi direkam kamera di kabin. Segala perilaku pengemudi terpantau secara kasat mata.

Tim Ilmuwan komputer bekerja sama dengan psikolog dari University of Nottingham di London, Inggeris menganalisis data yang dikumpulkan dengan bantuan kamera—baik sebelum dan sesudah pemasangan kamera tanpa sepengetahuan pengemudi Heavy Good Vehicles (HGV). 

Tim Ilmuwan menyimpulkan bahwa pengurangan perilaku pengemudi yang berisiko terjadi secara signifikan.  Perilaku pengemudi terpantau berkat penggunaan kamera. Hasil temuan itu lebih efektif jika dilanjutkan dengan pelatihan bagi para pengemudi. 

Temuan peneliti itu telah dipublikasikan dalam Jurnal Analisis dan Pencegahan Kecelakaan. Kesalahan dan pelanggaran saat mengemudi merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan di jalan raya.  

Hasil penelitian itu menggaris bawahi  pentingnya memahami implikasi keselamatan di jalan raya. Gaya dan cara (ugal-ugalan)  mengemudi kendaraan berat seperti tronton dan bus berisiko besar terhadap keselamatan publik.

Ilmuwan mengaanalisis sejauh mana pengaruh teknologi untuk memantau cara kerja para pengemudi. Peneliti menyimpulkan, bahwa  pengemudi perlu meningkatkan perilaku baik dan disiplin di saat mengemudi kendaraan berat atau kendaraan komersial.

Menurut peneliti,  tiga insiden yang kritis terhadap keselamatan ketika melakukan tindakan seperti  pengereman mendadak dan keras, menghadapi tikungan yang tajam, dan insiden yang disebabkan kecepatan tinggi kedaraan. 

Data menunjukkan bahwa memantau dan mendidik pengemudi dengan pembinaan tentang risiko dan konsekuensi dari gaya mengemudi seperti ugal-ugalan, memiliki efek yang jauh lebih besar dalam mengurangi kesalahan mengemudi.

Dengan intervensi para ilmuwan misalnya mengurangi pengereman mendadak dan keras mencapai   16 persrn, kecepatan yang berlebihan sebesar 34 persen, dan menikung tajam sebesar 31 persen. 

Setelah dilakukan pembinaan para pengemudi, persentase di atas turun menjadi 4 persen (pengereman mendadak), 28 persen (kecepatan tinggu), dan -13 persen meniking tajam.

Peneliti menunjukkan bahwa cuaca dan perubahan musim memengaruhi perilaku mengemudi yang berisiko saat berkendara HGV—tingkat insiden mengemudi tertinggi yang diamati selama musim semi dan musim panas. 

Hal itu mungkin tercapai karena sebagian besar keluarga berlibur pada musim panas yang  menyebabkan jalan raya lebih padat (kendaraan).

Jimiama Mosima Mafeni Mase, peserta Horizon Center for Doctoral Training di University of Nottingham melakukan penelitian di bawah pengawasan Dr Grazziela Figueredo, Dr Peter Chapman,  dan Dr Mercedes Torres Torres. 

“Saat pengemudi diingatkan atas pemantauan dengan kamera, mereka sadar dan meningkatkan perilaku  baik saat mengemudi. Hasil rekaman kamera, pemerintah dapat menegakkan kebijakan yang memungkinkan semua perusahaan HGV memasang kamera di kendaraan demi tercapai keselamatan,” tandas Jimiama Mosima Mafeni Mase. 

Jimiama Mosima Mafeni Mase menyadari masalah privasi dengan mengumpulkan dan menyimpan video driver, namun para ahli dalam privasi data dapat memandu para pembuat keputusan tentang cara mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efisien. 

Selain itu, pembuat keputusan dapat memberikan insentif untuk mendorong seringnya pelatihan pengemudi kendaraan berat HGV dengan menggunakan video yang dikumpulkan selama pemantauan. Program mendidik pengemudi justru terbukti meningkatkan gaya mengemudi secara signifikan.

Jimiama Mosima Mafeni Mase mengamati, bahwa pelanggaran mengemudi seperti ngebut lebih sulit untuk dipantau dengan kamera dan memerlukan faktor atau metode lain untuk mendeteksi penyebabnya. 

Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian dan kolaborasi multidisiplin antara ilmuwan komputer, psikolog, dan spesialis faktor manusia untuk mengembangkan sistem bantuan bagi pengemudi. 

Alat canggih dapat menggabungkan lebih banyak informasi seperti faktor eksternal dan keadaan afektif pengemudi yang secara akurat mendeteksi penyebab insiden atau perilaku mengemudi yang berisiko. 

Grazziela Figueredo, pimpinan penyelia menambahkan, “Studi berskala besar ini sangat penting untuk menunjukkan betapa pentingnya pemantauan dan pembinaan untuk mengubah perilaku pengemudi.” 

Dengan dukungan lebih lanjut dari pembuat kebijakan dan perusahaan HGV, temuan  peneliti ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan jalan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *