Slovenia-Indonesia

Bisnis Slovenia-Indonesia Terus Meningkat

Slovenia berpenduduk 2,075,863 pada awal tahun 2018 menempati area 20,273 km2 ingin meningkatkan bisnis Slovenia-Indonesia. Sejumlah investor dari Slovenia pun menjajagi kerja sama...

Written by Jurnalis Industri · 2 min read >

Slovenia berpenduduk 2,075,863 pada awal tahun 2018 menempati area 20,273 km2 ingin meningkatkan bisnis Slovenia-Indonesia. Sejumlah investor dari Slovenia pun menjajagi kerja sama dengan pebisnis Indonesia. Lebih dari 3.000 orang ahli TI dibutuhkan Slovenia.

Ilustrasi yang menggambarkan keinginan Slovenia menjadi leader di bidang teknologi di Eropa. Slovenia membuat program Digital Slovenia 2020—merupakan persiapan perubahan peraturan untuk mengetahui potensi teknologi agar Slovenia semakin maju, demikian Perdana Menteri Slovenia, Miro Cerar pada pertengahan Oktober 2017. (Sumber foto:  https://cointelegraph.com/)

Sejak lepas dari Yugoslavia tahun 1991, perekenomian Republik Slovenia tumbuh dan stabil terutama sejak tahun 1995 hingga tahun 2008, pertumbuhan di atas 4 persen per tahun. Slovenia yang luas areanya dua kali lebih luas dari Singapura, semakin membuka pintu lebar-lebar agar investor asing—termasuk Indonesia—tertarik berbisnis di Slovenia.

Apa yang dibutuhkan Slovenia yag berbatasan dengan Italia, Hungaria, Austraia, dan Kroasia dari Indonesia? Negara yang terletak di Selatan benua Eropa itu mengimpor karet alam Indonesia senilai US$49,57 juta, batu bara sebesar US$12,08 juta, senyawa amino (oksigen) US$5,2 juta, kertas dan karton tak berlapis US$3,79 juta, dan komponen untuk perekam hanya US$1,69 juta .

Sementara ekspor Slovenia ke Indonesia berupa produk logam dan manufaktur seperti rolling mills logam yang nilanya US$2,49 juta, mesin pencuci piring US$1,73 juta,  dan keran pipa senilai US$1,05 juta. Nilai bisnis Slovenia-Indonesia relatif kecil dibanding dengan negara-negara di sekitarnya, yakni Italia, Hungaria, Austria, dan Korasia.

Maklum, hubungan bilateral Indonesia-Slovenia baru mulai pada tahun 1992. Kepentingan Slovenia di Indonesia memang masih diemban oleh Austria. Total perdagangan Indonesia-Slovenia hanya US$106 juta (2015) meningkat signifikan sebsar 11,74 persen dari tahun 2014. Untuk meningkatkan bisnis Slovenia-Indonesia,  kedua negara berupaya meningkatkan nilai perdangan dengan membentuk kemitraan antarpebisnis.

Untuk meningkatkan aktivitas bisnis Slovenia-Indonesia, sebuah delegasi bisnis dari Slovenia mengunjungi  Indonesia pada Maret 2016. Delegasi dagang Slovenia dipimpin oleh State Secretary dari Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Ales Cantarutti.

Delegasi Slovenia berkesempatan mengunjungi Permanent Trade Display/Customer Service Center (CSC) milik Kementerian Perdagangan, dan bertatap muka dengan beberapa pemilik/manajemen beberapa perusahaan di Jakarta. Delegasi Slovenia ingin membangun kemitraan bisnis dengan Indonesia.

Menurut pimpinan delegasi, Ales Cantarutti pihak Slovenia tertarik melakukan bisnis di bidang energi, pengolahan kayu, transmisi elektronik, alat pertahanan, dan pengelolaan sampah. Tampaknya, posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk lebih besar di kawasan ASEAN merupakan daya tarik bagi Slovenia.

Apa lagi jenis bisnis yang menarik di Slovenia sekarang ini? Slovenia termasuk salah  negara yang sektor teknologi informasi  (TI) cukup berkembang. Contohnya, di Slovenia beroperasi lebih 3.000 perusahaan teknologi informasi dan manufaktur dengan 220.000 orang pekerja.

Menurut laman Kementerian Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, sektor teknologi informasi menjanjikan peluang bisnis dan investasi—termasuk bidang jasa dan proyek penelitian. Jika sektor TI dapat dikerjasamakan, maka bisnis Slovenia-Indonesia bakal  meningkat.

Peruasahaan  kategori start up demikian semarak di Slobenia, kebanyakan dikelola oleh kaum muda. Para pelaku bisnis ini terbuka untuk investasi atau berpatungan dengan perusahaan dari luar. Salah satu perusahaan start up yang lagi berkembang adalah perusahaan Technology Park Brdo di Ljubljana ibukota Slovenia. Meski masih pemula, perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan Euro 310 juta tahun 2016.

Meski investasi menurun di Uni Eropa, sektor TI justru tumbuh perlahan pada 2017 dan 2018 di Slovenia. Menurut Statistik Slovenia, satu dari empat perusahaan aktif menyelenggarakan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan di bidang TI namun jumlah tenaga yang dibutuhkan oleh Slovenia selalu kurang.

Menurut Kamar Dagang Slovenia pada periode 2017-18, perusahaan di  Slovenia membutuhkan 3.000 pekerjaan di bidang TI—terutama ahli di bidang  cloud—untuk sektor publik dan UKM yang belakangan ini berkembang pesat di Slovenia. Catat bahwa penduduk Slovenia hanya 2 juta jiwa.

Bidang TI yang dibutuhkan itu meliputi tenaga perencanaan dan implementasi jaringan komunikasi, infrastruktur broadband,  sistem keamanan, e-banking, di bidang perancang perangkat lunak CMS, sistem perangkat lunak untuk file cadangan, solusi TI, dan logistik.

Hubungan bisnis Slovenia-Indonesia berpeluang meningkat bergantung pada upaya antarpebisnis di kedua negara. Anda berminat?

Simak Iskratel Mencari Mitra Bisnis di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *