CLOUD COMPUTING

Untungkan Rumah Sakit dan Sektor Industri

0
3

Para dokter semakin mudah menambah dan memperbarui pengetahuan ilmu kedokteran. Mereka mudah mendapatkan informasi secara berkala—tentang metode-metode pengobatan baru dan sejarah medis para pasien—melalui jaringan informasi. Para peneliti  tengah mengembangkan sistem komputasi yang aman untuk komputasi awan (cloud computing). Perangkat itu dirancang untuk mencari, menganalisis, dan menyediakan akses ke korelasi/pihak yang relevan.

Kita mengucapkan pujian yang tidak habis-habisnya kepada para perancang komputasi awan. Arsitektur komputasi baru yang didasarkan pada perangkat lunak virtualisasi ini diakui bekerja cepat, fleksibel, dan ramah sumber daya. Salah satu organisasi yang telah memanfaatkan teknologi baru ini adalah U.S. National Marrow Donor Program, yang berkeinginan menggunakan lingkungan berbasis awan untuk mengurangi secara drastis waktu yang dibutuhkan untuk mencocokkan pendonor sumsum tulang belakang dengan pasien.

Advertisement

Saat ini, mencari pendonor yang cocok biasanya memakan waktu sekitar 96 hari.  Namun,  harapan baru sudah terwujud. Pelayanan melalui  awan dapat memangkas waktu menjadi sekitar 45 hari—angka  yang diajukan oleh mereka yang menganjurkan penataan kondisi pelayanan sektor perawatan kesehatan di seputar jaringan.

Perhatikan sistem kerja computing cloud (Sumber foto: http://static.ddmcdn.com/gif/cloud-computing-1.gif)

Di Jerman, seorang dokter enggan membuat janji yang berani—terutama terkait kepentingan data pribadi pasien. Orang-orang masih mengkhawatirkan potensi kerentanan dalam mengakses penyimpanan, daya pemrosesan, dan aplikasi melalui Internet.

“Apa yang kita butuhkan adalah sebuah lingkungan terkendali yang memungkinkan data yang sangat sensitif diproses secara aman dengan program awan sesuai dengan persyaratan perundang-undangan,” kata Profesor Martin Hofmann-Apitius, yang mengepalai Departemen Bioinformatika di Algorithms and Scientific Computing SCAI di Sankt Augustin. “Cloud4Health” adalah proyek gabungan yang bertujuan melapangkan jalan bagi infrastruktur komputasi awan yang aman untuk aplikasi teknologi informasi (TI) di sektor perawatan kesehatan.

Inisiator dan koordinator proyek adalah Philipp Daumke, salah seorang pendiri perusahaan perangkat lunak Averbis yang berlokasi di Freiburg. Mitra proyek mencakup Fraunhofer SCAI serta organisasi non-profit TMF (Teknologi, Metode, dan Infrastruktur untuk Riset Medis Berjaringan), Universitas Erlangen-Nuremberg (FAU), dan perwakilan dari kelompok rumah sakit swasta Rhön-Klinikum.

http://www.newinnovationsguide.com/cloud-computing.png

Infrastruktur awan disesuaikan dengan sektor kesehatan

Informasi spesialis, catatan pasien, proses pengobatan dan tugas-tugas administrasi dapat dijelaskan semuanya dalam model-model perangkat lunak. Informasi tersebut kemudian dapat diakses oleh dokter, teknisi medis, dan manajer rumah sakit yang diberi otorisasi sebagai suatu layanan awan.

Ini mengalihkan beban untuk mempertahankan sumber daya komputasi yang canggih dan mahal, mengembangkan model data kompleks, dan menjalankan pencarian yang rumit di beberapa database-karena orang lain melakukannya untuk mereka.

“Fraunhofer Institute memiliki pusat komputer tangguh yang menyediakan layanan awan dan membuatnya tersedia melalui Internet,” kata Hofmann-Apitius.

Para peneliti di SCAI telah lama menjadi spesialis algoritma matematika dan sains komputer yang diperlukan untuk analisis yang dapat diandalkan atas serangkaian data yang sangat besar dan aplikasi perangkat lunak yang didasarkan pada algoritma ini.

Hofmann-Apitius mengutip contoh ProMiner, perangkat lunak yang dikembangkan oleh peneliti SCAI. Aplikasi ini melaksanakan pencarian bertarget untuk nama gen dan protein dalam literatur ilmiah, menggunakan kamus yang dihasilkannya secara otomatis untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi proses pencarian.

Pengolahan teks ‘cerdas’ ini juga dapat diaplikasikan pada makalah dan artikel kesehatan, laporan dokter dan produk kesehatan untuk mengidentifikasi isinya dan memungkinkan hasil dapat diakses di database.

“Tugas utama kami adalah untuk memilih korelasi ilmiah yang kuat dari aliran data yang sangat besar di sektor kesehatan dan untuk menghasilkan alur kerja yang tepat,” tegas Hofmann-Apitius.

Baca juga :   Aplikasi Smartphone Beri Feedback

Satu aplikasi yang potensial ada di bidang prosthesis untuk pinggul dan penggantian sendi. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Masyarakat Jerman untuk Ortopedi dan Bedah Trauma (DGOT), sekitar 400.000 implan sendi dan pinggul dilakukan di Jerman setiap tahun. Angka ini lebih tinggi daripada negara-negara di Eropa lainnya. Namun, apa yang tidak jelas adalah berapa banyak intervensi bedah yang sebenarnya dapat dikategorikan berhasil, apa komplikasi yang kemudian terjadi, dan apa yang biasanya menyebabkan operasi penggantian harus dilakukan dalam rentang waktu pemberitahuan yang singkat.

Dijalankan oleh Asosiasi Ortopedi dan Bedah Ortopedi Jerman (DGOOC), pendaftaran menggunakan data yang disediakan oleh produsen implan, asuransi kesehatan dan rumah sakit.

“Metode ekstraksi otomatis akan mempermudah dalam mengembangkan sebuah database implan,” kata Hofmann-Apitius, “dan kemudian menjadi cukup sederhana untuk membuat hasil-hasilnya ini dapat diakses melalui infrastruktur komputasi awan.”

Kemungkinan aplikasi lainnya termasuk studi kelayakan dan efektivitas biaya otomatis untuk perawatan medis dan deteksi dini efek samping yang tidak diinginkan dari obat-obatan yang baru saja diluncurkan.

(Sumber foto: http://www.onbile.com/info/wp-content/uploads/2011/11/cloudcomputing.jpg

Membangun kepercayaan dengan teknologi firewall mutakhir

Salah satu kekhawatiran utama adalah keamanan data. Selain menjalankan test bed—tempat yang dilengkapi instrumen pengujian yang dirancang persis dengan kondisi riil—untuk infrastruktur awan secara keseluruhan dan untuk pengambilan korelasi yang relevan secara otomatis, peneliti SCAI juga menguji coba berbagai alat yang dirancang untuk membuat komputasi awan menjadi lebih aman.

Koneksi ke host server dan akses ke dokumen dan aplikasi individual tunduk pada aturan keamanan khusus yang dirancang untuk menyingkirkan kemungkinan penggunaan yang tidak benar. Data pribadi di jaringan publik terus menjadi salah satu target favorit para peretas komputer dan pencuri data.

Untuk membantu membangun kepercayaan terhadap komputasi awan, para pakar SCAI dan para  mitra memanfaatkan teknologi firewall mutakhir dan sistem monitoring jaringan yang didesain untuk mengenali aktivitas-aktivitas yang mencurigakan.

Spesialis keamanan juga mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut seperti mengkode ulang atau mengenkripsi input teks biasa para pengguna. Kendati semua sensasi terkait solusi awan perintis, implementasi praktis dari layanan awan di sektor kesehatan berada pada fase yang masih sangat embrio.

“Kami membuat terobosan baru di bidang kedokteran,” kata Hofmann-Apitius. Berdasarkan pengalamannya di bioinformatika, dia mengakui bahwa masih banyak masalah yang terjadi, terutama langkah menuju sebuah portal awan seluruh industri.

Rumah Sakit Universitas Nuremberg membatasi langkah tentatif awalnya menuju komputasi awan di lingkungannya sendiri, yang mana lebih mudah dikontrol dan dipantau. Kelompok rumah sakit Rhön-Klinikum juga membatasi uji coba struktur komputasi berbasis layanan untuk rumah sakit mereka sendiri, setidaknya untuk sementara waktu.

Tujuan utama  teknologi dan infrastruktur ini adalah implementasi lintas perusahaan, seperti yang ditekankan oleh Profesor Hofmann-Apitius: “Layanan awan yang dapat diandalkan akan menguntungkan seluruh industri perawatan kesehatan.” (Andreas Beuthner; www.fraunhofer.de/magazine)

Advertisement

Tulis Opini Anda