ROBOT PERAWAT

UNIKOM Raih Juara di Amerika Serikat

0
16

Pendiri dan Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom), DR. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto mengirimkan tim mahasiswanya ke ajang lomba internasional. Tahun 2012, tim robot Unikom kembali memenangkan lomba kategori RoboWaiter —robot perawat. Lomba robot  disponsori oleh Connecticut Council on Developmental Trinity College Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Kapan Unikom menciptakan robot pemungut sampah dan membersihkan lingkungan? Peluang bisnis dan rekayasa teknologi demikian terbuka.

Bahan robot dibuat dari plastik (Mika Acrilic) dan potongan mainan bekas yang ukurannya sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Biaya pembuatan rata-rata Rp10 juta/satu unit robot. Biaya riset diperkirakan 4-5 kali harga net pembuatan robot. Robot dibuat sejak Desember 2011 hingga pertengahan Maret 2012(Foto: Unikom)

Rektor Unikom ini menjelaskan, pihaknya fokus di robowaiter , dan tahun 2012, lomba diikuti oleh tiga tim Unikom. Prestasi itu merupakan sebuah kebanggaan bagi Unikom—di  tengah berbagai permasalahan  yang melilit bangsa. “Kami bersyukur dapat mengharumkan nama bangsa, dan membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya dikenal dari sudut negatif,” ujar Eddy yang sedang sibuk membangun konstruksi gedung Unikom.

Rektor Unikom yang kreatif menulis buku—berkaitan dengan entrepreneur bagi mahasiswa/anak muda—sedang sibuk-sibunya menyelesaikan konstruksi gedung Unikom  15 tingkat/lantai—merupakan salah satu gedung tertinggi di Bandung. Ia berharap para mahasiswa akan lebih kreatif di kampus baru dengan fasilitas yang modern dan lengkap. Hingga kini, jumlah mahasiswa lebih 17.000 orang yang tersebar di 6 fakultas, 23 program studi—S-1, S-2, dan S-3. Sebagian mahasiswanya berasal dari mancanegara.

Advertisement

Mahasiswa Unikom memenangkan lomba robot pada kontes ketidakhadiran perawat untuk menyiapkan makanan bagi orang cacat akibat kondisi alam seperti gempa yang menginspirasi penyelenggarakaan kontes RoboWaiter sejak tahun 2009.

Tim Mahasiswa Unikom yang mengikuti pertandingan itu, memodelkan kebutuhan yang sesungguhnya—setelah pengguna (orang catat atau pasien)  memerintahkan robot dengan cara mengaktifkan bel dengan frekuensi tertentu pada robot—agar bergerak dari tempat/posisi  awal (parkir) ke meja/kulkas tempat makanan yang telah disiapkan sebelumnya.

Robot mengambil makanan dan kemudian bergerak menuju meja makan. Makanan yang telah diambil diletakkan di atas meja makan. Ketika sedang bergerak robot harus mampu menghindari rintangan dan menjaga makanan agar tidak sampai terjatuh atau tumpah ke lantai ruangan.

Dr. Yusrila Kerlooza (ke-3 dari kanan baris belakang) Ketua Tim Robot Unikom bersama mahasiswa di laboratorium Unikom. Tim terdiri dari Rodi Hartono dosen pembina, dan mahasiswa Didit andri Jatmiko, Sendy Tia Prayoga, dan Anton sedangkan Tim Robogames yang berlomba di San Mateo., California, AS, terdiri dari Dr. Yusrila Kerlooza ketua tim, Taufiq Nuzwir Nizar dosen pembina dan mahasiswa Didit andri Jatmiko (Foto: Rayendra L. Toruan)

Dengan kemampuan dan keterampilan  yang dimiliki robot,  tim robot Unikom mengharapkan  kebutuhan penyandang cacat  atau pasien dapat terpenuhi. Dengan demikian penyandang catat tidak mempunyai ketergantungan kepada orang lain.  Penyandang catat atau pasien dapat mandiri dan produktivitasnya meningkat.

Bentuk arena pertandingan dan perkiraan gerakan robot (Foto/Disain: Unikom)

Cara Kerja Robot

Mulai Robot akan bergerak setelah diperintah melalui suara frekuensi. Suara yang dikirim menentukan posisi piring di dalam kulkas tempat makanan diambil.
 ↓
Mendeteksi perintah suara Dalam perjalanan untuk mengambil piring dari dalam kulkas, robot akan berhadapan dengan sebuah penghalang/rintangan yaitu sebuah kursi.
 ↓
Membuka pintu kulkas Robot akan menunggu pintu kulkas terbuka dengan berada di atas sebuah sensor yang berfungsi untuk membuka dan menuntup pintu kulkas.
 ↓
Mengambil piring Robot mengambil piring yang sesuai dengan yang di perintahkan pada langkah awal sebelumnya.
 ↓
Menutup pintu kulkas Kulkas harus ditutup kembali dan robot harus memastikan pintu kulkas tersebut tertutup cdngan baik.
 ↓
Menyimpan piring di meja  Robot akan menyimpan piring di atas meja yang memiliki tinggi yang tidak ditetukan sebelumnya.
 ↓
Kembali ke  home Robot bergerak kembali ke daerah start setelah menyimpan piring di atas meja. Robot akan bergerak menghindari halangan berupa boneka kakek yang duduk di atas kursi roda.
 ↓
Mendeteksi perintah suara untuk Mengambil piring di meja Dengan menggunakan suara, robot diperintahkan kembali untuk mengambil piring dari atas meja. Robot mengambil piring yang sebelumnya disimpan di atas meja.
 ↓
Menyimpan piring di tempat pencucian piring Dalam perjalanan untuk mendekati tempat pencucian piring robot menghadapi gangguan berupa boneka penyandang catat  yang posisinya dapat berubah secara acak pada setiap percobaan. Robot menyimpan piring di atas tempat pencucian piring.
 ↓
Kembali ke home Robot bergerak kembali ke daerah home setelah menyimpan piring di atas tempat pencucian piring.
Baca juga :   Membuat Otomotif Sejak Ratusan Tahun Silam

Rencana mahasiswa Unikom

Tim mahasiswa Unikom merencanakan model robot yang telah memenangkan kompetisi tingkat internasional itu tidak hanya mampu melakukan gerakan di ruangan tertentu. Robot akan dikembangkan agar mampu bergerak leluasa di ruangan yang sesungguhnya seperti di panti asuhan orang catat/jompo atau rumah sakit.

Kemampuan robot Unikom  tersebut telah dicoba pada pertandingan robowaiter tahun 2012 yang berlangsung di kelas advance dengan menempatkan posisi kursi dan boneka secara acak. Tinggi (ukuran) rak di dalam kulkas dan meja pun dapat berubah pada setiap percobaan.

Kemampuan tangan ( gripper ) dapat dikembangkan tidak hanya mampu mengambil model piring tetapi mengambil objek yang lebih nyata. Model piring pada saat pertandingan hanya berdiameter 10 cm yang akan dikembangkan menjadi piring berukuran sesungguhnya.

Kemampuan mengambil objek pun mungkin tidak hanya sebatas piring tetapi dapat mengambil objek lain seperti gelas, sendok dan perlatan yang lain. Sehingga aplikasi robot waiter tidak hanya melayani orang cacat tetapi dapat membantu perkerjaan lainnya.

Contohnya limbah dan sampah—berasal dari industri dan rumah tangga, hotel, restoran—semakin menyesakkan hidup sehari-hari terutama di kota-kota besar. Pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi semakin kewalahan menghadapi ancaman bahaya limbah dan sampah. Masyarakat selalu melakukan aksi demo jika daerah mereka dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Nah, Universitas Komputer Indonesia dapat mewujudkan gagasan pembuatan robot yang berfungsi untuk memungut sampah-sampah yang berserakan di berbagai tempat. Jika berhasil, bukan tidak mungkin tercipta multiplierefek seperti penciptaan teknologi inovasi untuk mengolah sampah dan dapat dibisniskan.

(Informasi: http://www.trincoll.edu/events/robot/Prizes/default.asp , http://robogames.net/2012.php , http://www.unikom.ac.id/ )

Anggota tim robot Indonesia yang berpartisipasi pada kompetisi internasional di Amerika Serikat adalah seperti berikut :

  • Dr. Kusprasapta Mutijarsa (ketua tim robot Indonesia),
  • Dra. Farichah, MM.,(pendamping dari Dit. Litabmas Dikti),
  • Ir. Indrawanto, PhD (juri nasional KRCI),
  • Candra Herdianto (tim robot beroda IT Telkom, dibiayai Dikti)
  • Andrean Permana Ardhi (tim robot beroda IT Telkom, dibiayai Dikti)
  • Dian Wahyu Widayanto (tim robot beroda IT Telkom, dibiayai Dikti)
  • Agung Nugroho Jati, ST (pembimbing tim IT Telkom, dibiayai Dikti)
  • Samratul Fuady (tim robot berkaki ITB, dibiayai Dikti)
  • Niam Rizka Arifuddin (tim robot berkaki ITB, dibiayai Dikti)
  • Imanuddin Yahya (tim robot berkaki ITB, dibiayai Dikti)
  • Dr. Widyawardana Adiprawita (pembimbing tim ITB, dibiayai Dikti)
  • Dhimas Arveliansyah Ridrasta (tim robot berkaki IT Telkom, biaya mandiri)
  • Istikmal, ST. MT (pembimbing tim IT Telkom, biaya mandiri)
  • Muhammad Ary
  • Murti, ST. MT (pembimbing tim IT Telkom, biaya mandiri)
  • Yudha Prawira Pane (tim robot beroda ITB, biaya mandiri)
  • Ghozali Suharyadi Pane (tim robot beroda ITB, biaya mandiri)
  • Sendy Tiaprayoga (tim robot Robowaiter Unikom, biaya mandiri)
  • Didit Andri Jatmiko (tim robot Robowaiter Unikom, biaya mandiri)
  • Anton Ade Purnama (tim robot Robowaiter Unikom, biaya mandiri) dan
  • Rudi Hartono (pembimbing tim Unikom, biaya mandiri)
Advertisement

Tulis Opini Anda