TURKI-INDONESIA

Turki Butuh Kakao dan CPO dari Indonesia

0
18

Volume perdagangan US$2,24 miliar

Hubungan dagang Turki-Indonesia  berpotensi ditingkatkan. Demikian Fatih Kemal Ebiclioglu Ketua Turkish Electronics Machinery and Information Technology Exporters’ Association (TET) seusai bertemu dengan 100 pebisnis Indonesia yang dipimpin Bambang Sujagad dan Aip Syarifuddin dari KADIN Indonesia di hotel Ritz Carlton Jakarta  belum lama ini.

Kawasan industri Turki: Turki merupakan 10 besar produser baja sedunia, dua besar untuk Eropa, 17 besar produser otomotif dunia menurut OICA 20110 (Foto: Brosur Turkish Electro Technology)

Dari total 7600 anggota Asosiasi Eksportir  Elektronik, Permesinan dan Teknologi  Informasi Turki (TET), Fatih dan 12 pelaku industri elekntronik menjajagi kerja sama dengan para pengusaha Indonesia. Sebagai produsen barang-barang elektronik,Turki berencana agar pasar Indonesia yang demikian potensial, juga menyerap produk-produk buatan Turki yang berpenduduk 73 juta jiwa itu.

Advertisement

Hal itu dapat diwujudkan melalui peningkatan perdagangan antarkedua negara dan akan memperbesar kesempatan terjadinya investasi-investasi baru di Turki, dan Indonesia. “Hal itu akan berdampak terhadap pertumbuhan GDP di kedua negara,” ujar Fatih.

Fatih berharap hubungan yang telah terjalin antara Indonesia dan Turki akan semakin menguat dan berkembang setelah pertemuan delegasinya dengan para pelaku bisnis di Indonesia. Pertemuan bisnis itu merupakan ajang promosi investasi terpadu yang ditujukan untuk mencari mitra bisnis strategis yang tepat dari Indonesia, sekaligus memperluas peluang adanya kerja sama perdagangan antardua negara tersebut pada masa mendatang.

Pendapat Fatih itu diiyakan oleh Bambang Sudjagad, Wakil Ketua Bidang Industri, Riset dan Teknologi KADIN Indonesia. Menurut Bambang, pertemuan para pengusaha dapat membuka jalan bagi investor daril Turki untuk berinvestasi di Indonesia. Indonesia akan mendapatkan banyak manfaat dari peningkatan hubungan bisnis yang terjalin dengan Turki, demikian Bambang.

Peran Turki-Indonesia dalam G-20

Turki dan Indonesia  merupakan anggota G-20. Keanggotaan kedua negara itu demikian penting, karena dunia lebih banyak digerakkan oleh negara anggota G-20 dibandingkan dengan negara anggota G-8. Setengah dari anggota G-20 adalah negara-negara berkembang. Oleh karena itu, ujar Bambang, Turki dan Indonesia perlu membangun sebuah hubungan ekonomi yang kokoh.

Kalangan pebisnis dari Turki memandang Indonesia sebagai pasar yang luar biasa potensial dengan 237 juta penduduk. Perdagangan bilateral antara Indonesia dan Turki tumbuh dengan sangat pesat, misalnya tahun 2011, volume perdagangan Indonesia dan Turki mencapai angka US$2,24 miliar—sebesar US$1,93 miliar di antaranya merupakan volume ekspor Indonesia ke Turki. Jumlah itu mencerminkan pentingnya peran Turki sebagai pasar yang potensial bagi eksportir dari Indonesia.

Wakil Ketua Bidang Industri, Riset dan Teknologi KADIN Bambang Sudjagad (ke-3 dari kiri) menerima cindera mata dari Fatih Kemal Ebiclioglu Ketua Asosiasi Eksportir Teknmologi Elektronik Turki (TET) di Ballroom 3 Ritz Carlton Hotel, Jakarta (Foto: Rayendra L. Toruan)

Fatih menyebutkan, Indonesia merupakan pusat yang diperhitungkan dalam kancah perdagangan dunia. Dia menjelaskan, “Kami dari TET bertugas untuk mengamati dan memelajari Indonesia dengan seksama. Hubungan perdagangan bilateral ini dapat membantu perusahaan-perusahaan Indonesia memasuki pasar Eropa.”

Baca juga :   Bangun pabrik di Tuban, Holcim sediakan US$ 200 Juta

Upaya para pebisnis dari kedua negara, juga didukung oleh pemerintah Indonesia dan Turki yang bersepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis—tercermin dari kehendak kuat masing-masing negara untukmenjalankan kolaborasi menyeluruh. Kerja sama di bidang industri khususnya, diharapkan mendorong aktivitas perdagangan di kedua negara. Sektor industri Turki cukup kuat, dan melalui kerja sama yang lebih kuat, maka Indonesia dapat mengambil manfaat dari keunggulan demi menambah pesat pertumbuhan industrialisasi di negara ini.

Turki menunjukkan pertumbuhan yang mengagumkan di bidang listrik, elektronik, permesinan, serta industri ICT dalam 30 tahun terakhir. Banyak perusahaan bidang terkait yang berinvestasi dalam sektor teknologi terkini demi mewujudkan penelitian dan pengembangan (research and development)—sejajar dengan produk yang berkualitas unggul. Industri ini menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai tinggi, namun juga memiliki teknologi tercanggih yang mampu bersaing di pasar dunia. Hal ini terbukti dari skala ekspor Turki yang  menanjak seperti yang terlihat dari volume ekspor totalnya di pasar internasional.

Kiri-kanan: Drs. H. Aip Syarifuddin, Fatih Kemal Ebiclioglu, Atilla Erenm, dan Kale Porselen (Foto: Rayendra L. Toruan)

Perusahaan yang tergabung dalam delegasi TET adalah 2M Kablo, Arcelik,  Arcelik-LG, Arceron Elektronik Systems, ATM Appliance Parts, De-Ka Electrotechnik, Emek Elektrik Endustrisi A.S., Ericom Telecom, On Air Media Communication, Oren Cable, Pamukkale Cable, Proton Automation, Rem Electronics, dan Vestel. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah manufaktur di bidang elektronik, elektrikal, kabel perkapalan, alat pendingin, kabel audio dan video, dan sebagainya.

Fatih Kemal Ebiclioglu: Ingin meningkatkan hubungan dagang Indoensia-Turki (Foto: Rayendra L. Toruan)

Hubungan dagang Turki-Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003, volume perdagangan antarkedua negara hanya US$300 juta meningkat menjadi US$2,24 miliar tahun  2011. Diperkirakan, jumlah perdagangan Turki-Indonesia akan mecapai US$5 miliar. Oleh karena itu, demikian Ali Riza OktayDirektur Jenderal Eskpor Kementerian Turki. Membanjirnaya produk elektronik dari negara lain di Indonesia, merupakan competitor para pelaku industri di Turki.

Oleh karena itu, demikian Fatih Kemal Ebiclioglu, TET akan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, misi pembelian produk, pameran, menjalin kerja sama antarlembaga, latihan industri, dan pengenalan hukum dagang di kedua negara. Para pelaku industri elektronik di Turki juga akan melakukan kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia yang dianggap potensial.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda