MANUFAKTUR

TOTO dan Grand Kartech Ekspansi

0
296
Produsen perabotan berbahan keramik PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) menganggarkan belanja modal sebesar US$39 juta untuk ekspansi tahun 2014.

Produsen perabotan berbahan keramik PT Surya Toto Indonesia Tbk menganggarkan belanja modal sebesar US$39 juta untuk ekspansi. Sementara PT Grand Kartech Tbk—rekayasa dan manufaktur berencana mendirikan pabrik manufaktur di Surabaya, Jawa Timur.

Produsen perabotan berbahan keramik PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) menganggarkan belanja modal sebesar US$39 juta untuk ekspansi tahun 2014.
Produsen perabotan berbahan keramik PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) menganggarkan belanja modal sebesar US$39 juta untuk ekspansi tahun 2014.

Hanafi Atmadiredja, Presiden Direktur TOTO mengatakan dana tersebut untuk ekspansi 3 pabrik milik TOTO. Pabrik berlokasi di Cikupa yang memroduksi sanitary, sedangkan pabrik yang berlokasi di Serpong memroduksi fitting, dan pabrik di Pasar Kamisuntuk—ketiga pabrik itu berliksi di Jawa Barat—produksi peralatan kitchen & vanity set.

“Untuk sanitary kami anggarkan US$25 juta, fitting sebesar US$4 juta, dan kitchen sebesar US$ 10 juta,” ujar Hanafi.

Advertisement

Di pabrik Cikupa yang produksi sanitary, pada tahun 2013 lalu memiliki kapasitas sebesar 2,35 juta pieces, dengan kapasitas produksi hampir 100%. Dengan ekspansi yang rampung pada kuartal ketiga tahun 2014, kapasitas produksi sanitary bertambah menjadi 2,6 juta pieces.

Sementara itu untuk investasi di Serpong atau pabrik Fitting digunakan untuk menambah kapasitas produksi sebesar 10 persen. Ekspansi tersebut akan rampung dan beroperasi tahun 2015.

Sedangkan untuk pabrik di Pasar Kamis untuk kitchen set, pihaknya akan melipatgandakan areal pabrik mereka. Lahan itu akan digunakan untuk ekspansi pabrik dan meningkatkan kapasitas produksi 10 persen per tahunnya.

“Fitting dan kitchen set itu sulit kami ukur kapasitas produksinya. Jadi satuannya adalah nilai rupiahnya. Fitting tahun lalu hasil kan Rp70 miliar – 80 miliar. Untuk kitchen set Rp33 miliar,” terang Hanafi.

Grand Kartech ekspansi ke Jawa Timur

Emiten rekayasa dan manufaktur PT Grand Kartech Tbk (KRAH) berencana mendirikan pabrik manufaktur. Pabrik baru berdiri di atas lahan seluas 1 hektare (ha) tersebut berlokasi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Tahun depan, pabrik itu sudah bisa mulai digarap.

Baca juga :   Masterplan P3EI Koridor Ekonomi Indonesia

Sejatinya, manajemen berhajat membangun pabrik tahun ini. Tapi, karena sejumlah pertimbangan macam pemilihan umum (Pemilu), maka rencana diundur tahun depan. Nah, untuk melanjutkan rencana itu, perseroan sedang mencari lahan di Sidoarjo, Jawa Timur. “Kami rencanakan luasan pabrik 10 ribu meter persegi, sama dengan di Rawa Bali,” ujar Johanes Budi Kartika, Direktur Keuangan dan Administrasi Grand Kartech, di Jakarta.

Untuk memuluskan rencana itu, perseroan mengalokasikan investasi Rp70-80 miliar. Penggarapan pabrik itu akan memakan waktu selama 6 bulan. Tahun ini perseroan memperoleh fasilitas pinjaman perbankan sebesar US$17 juta. Fasilitas pinjaman itu akan dipakai memenuhi kebutuhan dana belanja modal atau Capital Expenditure (capex) dan modal kerja.

Fasilitas pinjaman perbankan itu didapat dari sejumlah perbankan nasional yaitu BCA, ANZ Bank dan Bank Danamon. Tahun ini perseroan menganggarkan dana capex sebesar US$7 juta untuk penambahan mesin dan perluasan pabrik. Pembelian mesin menyedot dana US$5 juta dan senilai US$2 juta untuk pabrik. (Sumber: http://tender-indonesia.com/)

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda