Tiket & Hotel Gratis bagi Pengusaha Indonesia ke Taiwan

4
6
Mesin perkakas canggih buatan Taiwan

Taiwan semakin intensif menjalin kerja sama perdagangan dan pertukaran teknologi permesinan dan tools dengan para pelaku industri di Indonesia. Bagi Taiwan, posisi Indonesia demikian penting dan strategis sebagai salah satu negara anggota G-20 dengan pertumbuhan ekonomi yang terbesar di wilayah ASEAN.

Kiri-kanan: Mr. Gary Yang, Mr. Samuel Ko, Mr. Tu Reyming, Mr.Ian Roberts, dan Mr. James K.J. Chen

Tu Reyming, deputy executive director, Exhibition Department, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) mengatakan, sebagai penghasil kelapa sawit, gas alam, tembanga, timah, dan emas, dan sebagainya, Indonesia mengimpor mesin perkakas buatan Taiwan, alat produksi bahan kimia, makanan dan sebagainya. Tu yakin, Indonesia akan menjadi salah satu 10 negara besar pada dekade berikutnya.

Sebagai salah satu penghasil mesin perkakas dengan peringkat ke-6 dunia sebesar US$3,9 miliar (2010) industri permesinan Taiwan akan mencapai US$5 miliar dengan nilai ekspor US$4 miliar tahun 2011. “Taiwan menjadi tiga besar dunia sebagai pengekspor mesin perkakas,” imbuh Tu pada seminar bertajuk Menyempurnakan Bisnis Pameran-pameran Industri Mesin dan Perdagangan di Tawain di Jakarta—yang diselenggarakan TAITRA, TAMI, dan kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Jakarta yang berbarengan dengan  Manufacturing Indonesia (30 November-3 Desember 2011). Sebanyak 64 produsen mesin perkakas menggelar mesin-mesin canggih buatan Taiwan.

Suasana di paviliun Taiwan
Suasana di paviliun Taiwan
Advertisement

Dalam enam dekade terakhir, lanjut Tu, industri mesin perkakas berkembang sangat pesat sehingga Taiwan menjadi salah satu produsen mesin penting di dunia—skala kecil dan menengah—dengan harga kompetitif dan kualitas yang terjamin. Oleh karena itu, tambah Tu, perusahaan binaan PLN, Indofood, Garuda, Kacang Kelinci, dan sejumlah perusahaan di Indonesia menggunakan mesin buatan Taiwan. Melesunya ekonomi Eropa dan Amerika, Taiwan lebih meningkatkan pedagangan dengan Asia utamanya Indonesia.

Baca juga :   Siapkan Rp404 triliun (US$30.23 Miliar) untuk Bangun Infrastruktur
Mesin perkakas canggih buatan Taiwan

TAITRA dan TAMI (Asosiasi Industri Permesinan Taiwan) mengharapkan jumlah pengusaha dari Indonesia semakin banyak mengunjungi MT duo atau Taipei Manufacturing Technology Show (Mei 2012), Taipei Plas dan Taipei Machinery Trade Shows (TIMTOS) pada Maret 2013. Selama ini, demikian T.C. Tsai direktur ekonomi dan perdagangan Taipei (Jakarta), Taiwan merupakan 10 besar yang menanamkan investasinya di Indonesia dengan nilai investasi  sebesar US$14 miliar. Sedangkan nilai perdagangan Indonesia-Taiwan mencapai US$14 miliar (2010).

Sejak tahun pertama penyelenggaraan Manufacturing Indonesia, demikian Ian Roberts Direktur Pelaksana Pamerindo Indonesia, jumlah perserta yang mengikuti pameran permesinan dari Taiwan selalu meningkat. Artinya, mesin buatan Taiwan digemari oleh pelaku industri di Indonesia.

Direktur Taiwan Trade Center (Jakarta) James K.J. Chen menggaris bawahi penjelasan Ian. Hubungan dagang Indonesia-Taiwan mencapai US$9.597 juta (Januari-November 2010) atau naik 25,59% pada periode yang sama tahun 2009. Nilai ekspor Taiwan ke Indonesia mencapai  US$4,148 juta (Januari-November 2010) naik 44% dibanding tahun 2009. Sedangkan nilai impor Taiwan dari Indonesia sebesar US$5,449 juta (Januari-November 2010) naik sebesar 14% dibanding tahun 2009. Artinya, perdagangan Taiwan-Indonesia mengalami surplus untuk Indonesia.

Advertisement

4 KOMENTAR

    • Dear Mr. Gary YANG

      Board director of TAMI,

      We plan to write up a special report of business relationship between Taiwan and Indonesia next few months. Please TAMI organize your members to explain what kind of machinery, tools, and technology etc offer to Indonesia’s industry sectors. We will write the articles in our narional language so your potential buyers in Indonesia easy to understand the whole of your information.

      I am looking forward to cooperate with your organization promptly.
      Shie shie,
      Best regards,

      Rayendra L. Toruan

Tulis Opini Anda