KONSTRUKSI

Terminal Regasifikasi Arun Senilai USD80 Juta Masuki Tahap EPC

0
16

Setelah menetapkan final investment decision,  PT Pertamina (Persero) mulai melaksanakan tahapan rekayasa,  pengadaan,  dan konstruksi (EPC) terminal penerima dan regasifikasi Arun untuk mendukung pemenuhan gas di Aceh dan Sumatera Utara.  Kegiatan ini telah dimulai sejak Maret dan diperkirakan akan tuntas dalam waktu 19 bulan.  Untuk proyek senilai USD80 juta itu,  Pertamina menetapkan PT Rekayasa Industri sebagai kontraktor EPC.

130422-01a

Setelah final investment decision (FID) ditetapkan Februari 2013,  Rekayasa Industri sebagai kontraktor EPC proyek terminal regasifikasi dan hub LNG Arun telah memulai tahap EPC sejak Maret dan diperkirakan pada September 2014 pekerjaan EPC akan tuntas, demikian penjelasan VP Technology Direktorat Gas Pertamina Daniel Syahputra Purba.

Advertisement

Setelah pekerjaan EPC rampung,  akan dilakukan start up dan commissioning yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.  Dengan demikian pada  November 2014 fasilitas tersebut diharapkan dapat beroperasi secara komersial.

Proyek terminal regasifikasi dan hub LNG sangat mendesak untuk dilakukan,  mengingat kilang LNG Arun yang akan stop beroperasi pada 2014 karena pasokan gas dari hulu yang sudah menipis dan tidak ditemukannya prospek baru serta berakhirnya kontrak penjualan LNG Arun pada 2014.

Di sisi lain,  aset yang dikelola oleh PT Arun NGL sejak 1974 itu terdiri atas 6 train kilang LNG berkapasitas 12,5 juta ton per tahun (MTPA) yang dilengkapi dengan 5 unit tangki LNG berkapasitas 636.000 meter kubik,  fasilitas ekstraksi LPG berkapasitas 1,4 MTPA berikut 4 unit tangki LPG berkapasitas 302.000 meter kubik dan fasilitas lainnya yang masih dapat dimanfaatkan. (Sumber: tender-indonesia.com)

Baca juga :   Kuala Tanjung Port Construction to Kick off in 2014
Advertisement

Tulis Opini Anda