INDOMETAL 2013

Tawarkan Teknologi Baru Gantikan Non-Alloy Coal

0
7
Gambar ini adalah produk unggulan ALPINE METAL TECH GMBH (NUMTEC INTERSTAHL) khusus untuk mesin metalurgi yang memproduksi aluminium. Produk Alpine Metal dikenal di pasar dunia dengan merek NUMTEC, MAGNEMAG and MAKRA. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Kelesuan industri logam tidak menghambat 253 perusahaan dari 25 negara mengikuti pameran Indometal di Jakarta yang diselenggarakan oleh Messe Düsseldorf GmbH bekerjasama  dengan Wakeni pada 20–23 Februari 2013. Para eksibitor  menggelar produk, teknologi pengolah baja/besi dan menyelenggarakan seminar berkaitan dengan sektor industri. Peserta dari Indonesia berjumlah 70 perusahaan seperti Octo Corindo, Spektris, Inductotherm, Akbar Budi Sakti, Prolimas Group, dan Smelter Indonesia.

Gambar ini adalah produk unggulan ALPINE METAL TECH GMBH (NUMTEC INTERSTAHL) khusus untuk mesin metalurgi yang memproduksi aluminium. Produk Alpine Metal dikenal di pasar dunia dengan merek NUMTEC, MAGNEMAG and MAKRA. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Industri logam mengalami tahun emas dengan pertumbuhan 13 % tahun 2011. Akan tetapi, industri logam itu meredup dengan pertumbuhan hanya 7 % pada tahun 2012. Indonesia membutuhkan pasokan 10 juta ton bahan baku logam, namun industri nasional hanya mampu memasok 6-7 juta ton tiap tahun. Tahun 2015, Indonesia membutuhkan tambahan baja sampai 15 juta ton besi kasar sedangkan kemampuan hanya 10 juta ton besi kasar.

Pengurus Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) mengakui bahwa industri baja khusus logam kekurangan bahan baku. Akibatnya, industri logam khusus baja kesulitan mengembangkan industri hulu, karena kekuarangan bahan baku. Indonesia harus mengimpor bahan baku yakni scrap.

Advertisement

Untuk mengatasinya, pemerintah melakukan sistem verifikasi impor  scrap, melarang ekspor besi bekas, dan memberdayakan sektor industri hulu—baja, aluminium, nikel, tembaga, dan industri pendukung. Pihak IISIA meminta pemerintah membangun industri pengolahan biji besi atau logam dasar dan infrastruktur yang selama ini ditanggung oleh pelaku industri.

Kementerian Perindustrian berupaya mengembalikan sektor industri logam agar bisa bertumbuh seperti tahun 2011. Pemerintah memberikan insentif pajak dan pembebasan bea masuk barang modal. Dengan upaya itu, diharapkan  sektor industri hulu seperti  logam dasar yakni  baja, aluminium, nikel, dan tembaga, maupun industri kimia dasar seperti industri petrokimia, mengalami pertumbuhan pesat.

Perusahaan Chen Fa Machinery yang berusia 80 tahun ini menawarkan peralatan untjuk berbagai manufaktur di Indonesia. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Peningkatan proyek strategis

Pemerintah pun mendorong kemajuan proyek-proyek strategis yang pembangunannya sedang dilaksanakan di beberapa daerah dan direncanakan selesai pada 2014.Proyek-proyek strategis yang dilaksanakan itu adalah industri besi baja seperti PT Krakatau Posco berkapasitas 3 juta ton/tahun yang investasinya US$2,8 miliar, PT Batulicin Steel dengan kapasitas 1 juta ton/tahun, dan PT Ferronikel  Halmahera Timur kapasitas 27 ribu ton/tahun dengan investasi US$1,6 miliar.

Menurut data dari Kementerian Perindustrian, periode Januari-Juni 2012, nilai impor bahan baku dan penolong mencapai US$12,10 miliar naik 7,48 %, sedangkan impor barang modal sebesar US$3,43 miliar meningkat 25,26 %. Impor bahan baku dan penolong serta barang modal merupakan persoalan yang harus diatasi dengan mengurangi impor barang modal dalam dua tahun (hingga tahun 2014).

Untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, pemerintah menempuh cara dengan memperkuat industri sektor hulu melalui realisasi investasi asing dan fokus pada pengembangan sektor hulu antara lain industri besi baja dan petrokimia yang nilai impornya mencapai US$16 miliar tahun 2011. Indonesia menjajagi kerja sama dengan Amerika Serikat, China,  Korea Selatan, dan negara-negara lain.

Korea Selatan misalnya akan mengimvestasikan US$30 juta hingga tahun 2014. Perusahaan Posco telah komit mengivestasikan dana sebesar US$6 juta. Demikian pula Hankook produsen ban yang membangun pabriknya senilai US$1,2 juta di Bekasi, sedangkan Honam Petrochemical Coorporation akan menanmakan modalnya sebesar US$5 miliar dan sedang sibuk mencari lahan untuk mendirikan pabriknya.

Tawarkan teknologi baru

Peserta Indometal menganggap bahwa industri logam dan sektor industri lainnya  cukup potensial di Indonesia. Keikutsertaan 253 perusahaan dari  Austria, China, India, Italia, Taiwan,  Inggris, Jerman, Jepang, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lain merupakan indikator bahwa  sektor industri di Indonesia cukup prospektif. Kebanyakan industri logam di Indonesia masih menggunakan teknologi non- alloy coal yang sebaiknya diganti dengan teknologi terbaru untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Perusahaan ANDRITZ METALS menggelar produk khusus untuk prosessing cold-rolled carbon steel, stainless steel, and non-ferrous metal strips. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Pameran yang didukung oleh GIFA, METEC, THERMPROCESS, NEWCAST itu memperkenalkan teknologi-teknologi baru, produk, dan solusi. Oleh karena itu, para pelaku industri berkesempatan mengenal teknologi baru di bidang pertambangan, logam, metalurgikal, manufaktur komponen, produksi logam, aplikasi industri minyak, gas, petrokimia, bangunan, konstruksi, IT dan telekomunikasi b.

Baca juga :   Semangat Tiongkok Masuki Pasar Indonesia

Penyelenggara pameran pun berharap pihak otoritas pemerintahan, para eksekutif industri, manajemen korporat, manager dan karyawan manufaktur, produksi, operasi, penjualan, sarjana teknik dan profesional, arsitek, disainer industri, dan konsultan mengunjungi pameran itu.

Produk metal dan metallurgi buatan PERT Sri. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Perusahaan PERT Srl salah satu peserta pameran dari Italia memperkenalkan teknologi penggilingan baja dan general engineering, dan spesialisasi bidang disain pabrik rolling mill. Inovasi dari PERT ini menjanjikan fleksibilitas, solusi customized pabrik yang praktis dan peralatan bagi industri baja.

“Teknologi baru yang kami pamerkan kami sangat cocok untuk pasar di Indonesia yang membutuhkan inovasi terbaru dalam proses produksi untuk mampu berkompetisi dengan pasaran internasional,”  kata Dr.Matteo Tomba, Technical dan Commercial Director PERT Srl.

Perusahaan Boundless Fitting adalah manufaktur dan eksporter pipe-fittings yang terbuat dari baja sejak tahun 1992. Dengan filosopi Leading-edge Technology and Excellent Quality Products berdasarkan presisi machine tools, dan teknologi manufaktur. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/).

Matteo menjelaskan, pihaknya memperkenalkan  produk seperti patended rolling stand dengan disain yang revolusioner, 6 variasi dari finishing block yang berfungsi untuk produksi wire rod.

Perusahaan dari Jepang, Iguchi Kiko Co.,Ltd. (disingkat ISB) adalah manufaktur ball transfers dan turn tables. Ball transfers  merupakan komponen integral antarindustri sebagai solusi untuk digunakan dalam sistem material handling. Aplikasi ekstensif  ball transfers  digunakan oleh para  industri otomotif, FPD, photovoltaic, pabrik makanan, medis, konstruksi, dan sektor industri lainnya.

“Kami ingin memotivasi para pelanggan dengan teknologi terkini—ball  transfers dan turn tables yang dibuat dengan cermat untuk solusi pabrik sehingga proses produksi menjadi lebih efisien,” tutur Hajime Komatsu, Sales Manager Overseas  Iguchi Kiko.

Salah satu produk ISB yang dibutuhkan industri otomotif, tambang, minyak dan gas, pembuatan kapal, rekayasa maritime, dan industri kaca. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

ISB akan mempersembahkan teknologi baru pada indometal 2013 dengan  menampilkan pneumatic air ball lifters—dapat dengan cepat berubah menjadi kering dan menciptakan lingkungan yang lebih aman di tempat kerja.

Perusahaan dari Austria BRAUN Maschinenfabrik GmbH yang cukup terkenal di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Utara sebagai suplier mesin cutting dan grinding untuk baja semi-finished dan spesial produk alloy yang biasanya digunakan di rolling mills, besi tempa, pengecoran, penggilingan pipa, bengkel manufaktur dan lab percobaan metalurgi.

BRAUN juga bertindak sebagai konsultan engineering untuk studi proyek dan perencanaan engineering serta proyek manajemen untuk mengelola kontrak dan site service. Para ahli BRAUN menyadari kebutuhan  industri logam dan baja di Asia Tenggara untuk dapat mengikuti dengan pasar Asia yang lebih luas.

Produk rinci BRAUN Maschinenfabrik GmbH kunjungi www.braun.at (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

“BRAUN berkesempatan untuk bertemu dengan para pelanggan di Indonesia dan negara tetangganya. BRAUN menawarkan inovasi untuk produk dan pelayanan,” ujar Gerhard Richter, Vice President dari Divisi Steel Cutting & Grinding Machines. Ritcher menambahkan bahwa perusahaannya menawarkan inovasi dari mesin cutting dan grinding serta pelayanan konsultan engineering dan technical support yang profesional dapat menyediakan solusi yang ideal bagi para konsumen di Asia Tenggara supaya mampu bersaing. Salah satu produk unggulannya adalah mesin high performance abrasive cut-off.

Sementara itu, Shirley Lim, General Manager  Messe Duesseldorf Asia menjelaskan bahwa industri baja di Indonesia sanggup untuk memproduksi 5.5 juta ton per tahun dan dengan harapan untuk produksi yang lebih tinggi lagi di tahun berikutnya, proyek pameran ini akan merefleksikan kebutuhan teknologi-teknologi baru untuk memacu proses produksi yang lebih efisien dan hemat.

Produk BWF Envirotec berupa media filter untuk industri filtrasi. Di Indonesia perusahaan dari Jerman ini diageni PT Multi Metalindo Murni. (Sumber foto: http://mda.messe-dusseldorf.com/)

Para pengunjung dapat mengikuti seminar bertajuk Experts’ Conference: New Technologies for Strip Processing, Innovative Technologies for Metal and Steel, dan The Development of Mineral Downstream in Indonesia

Juga berkesempatan menambah pengetahuan meliputi  teknologi metalurgi, teknologi thermoprocess, mesin foundry, peralatan dan perlengkapan tabung, aksesoris dan komponen, produk setengah jadi dan produk jadi, mesin pemotong alat logam, mesin pengeboran,  mesin lathes dan mesin bubut otomatis, mesin milling, mesin threading,  mesin grinding, mesin gergaji, mesin welding, teknologi permukaan, dan robot.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda