Manufacturing Indonesia 2012

Tawarkan Alat-alat Industri dan Teknologi Canggih

2
163
Salah satu suasana industri manufaktur otomotif Indonesia

Pameran Manufacturing Indonesia (MI) yang diselenggarakan oleh PT Pamerindo Indonesia bekerja sama dengan Overseas Exhibition Services Ltd dari World Organization grup perusahaan penyelenggara pameran di London, Inggris, merupakan ajang pertemuan antara pembuat mesin/alat-alat industri/teknologi dengan pelaku industri di Indonesia.

Salah satu suasana industri manufaktur otomotif Indonesia

Pameran MI 2012 sesuai dengan kebijakan Indonesia yang sedang melakukan revitalisasi besar-besaran pada sektor manufaktur untuk mendukung kebangkitan dan ketangguhan industri. Target investasi sektor manufaktur tahun 2012 ini senilai Rp147,26 triliun akan tercapai. Realisasi selama 9 bulan terakhir mencapai Rp115,46 triliun.Kementerian Perindustrian optimis mematok target investasi industri pengolahan nonmigas mencapai Rp168,42 triliun tahun 2013, yang berarti pertumbuhannya mencapai 14,36% dibandingkan dengan target tahun 2012 ini.

Menurut Harris Munandar,  Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri Kemenperin,  kinerja investasi di dalam negeri terus meningkat sejak 2006,  kecuali pada 2009.  Kendati kontribusi investasi di sektor manufaktur menurun sejak 2008,  peluang untuk tumbuh kembali dinilai masih ada.

Advertisement

Pada 2013 Kementerian Perindustrian menargetkan investasi manufaktur Rp168,42 triliun, dan mengharapkan sektor-sektor lain yang bisa tumbuh,  seperti industri farmasi dan makanan. Beberapa kondisi yang memicu perlambatan pertumbuhan beberapa sektor industri,  antara lain, ketidakmampuan produksi dalam negeri memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor,  kekurangan bahan baku,  kelesuan ekomomi di beberapa negara di Eropa, dan tingginya biaya logistik akibat ketersediaan infrastruktur minim di dalam negeri.

Isu-isu energi   seperti rencana penaikan harga bahan bakar minyak,  listrik, dan gas, juga memengaruhi pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Akan tetapi, Bank Dunia justru memperkirakan bahwa industri manufaktur Indonesia akan kembali bangkit setelah masa jayanya pada periode 1990-1996 berakhir pada krisis finansial Asia.

Kebangkitan industri manufaktur

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Stefan Koeberle menjelaskan kepada wartawan, bahwa kebangkitan industri manufaktur di Indonesia dipicu oleh permintaan domestik yang semakin tinggi serta cepatnya pertumbuhan investasi asing.

Meningkatnya investasi di Indonesia dipengaruhi program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah. Anggaran untuk proyek MP3EI ini sampai 2015 diperkirakan sebesar Rp4.000 triliun.Tahap pertama dibutuhkan Rp1.000 triliun. Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi selama kuartal II tahun 2012 mencapai Rp76,9 triliun.

Sementara itu pameran MI merupakan presentasi terbesar di bidang teknologi manufaktur, jasa, alat mesin, pengerjaan logam, dan industri  sesuai dengan kebutuhan industri  Indonesia. Pamerindo mengombinasikan Manufacturing Indonesia dan Mesin Bubut  yang berkaitan dengan presisi rekayasa, inovasi, mesin perkakas,  dan pengolahan  serta berbagai solusi  yang dapat diaplikasi pada sektor industri.  Selama  empat hari pameran, lebih dari 2.400 peserta dari dari 40 negara akan dikunjungi oleh   25.000 para pelaku industri dari Indonesia dan kawasan ASEAN.

Baca juga :   Cerdaskan Diri dengan Ponsel, Bukan Sekadar Main Game
Pabrik gula ini harus dimodernisasi dengan mesin dan teknologi canggih

Keikutsetasan peserta MI 2012 merupakan pertanda bahwa peran Indonesia di bidang manufakur semakin  meningkat di tingkat  global. Manufaktur dan industri presisi rekayasa yang mengubah dengan cepat dalam pelayanan basis industri semakin beragam. Meskipun ekonomi global sedang lesu,  namun perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,3 persen tahun 2013.

Indonesia akan berubah menjadi  pusat manufaktur di kawasan ASEAN dan tentunya berdampak terhadap perkembangan regional  yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan–sektor domestik dan ekspor. Melalui MI 2012, para pengelola industri mendapatkan teknologi cangggih—merupakan solusi terhadap peningkatan efisiensi produksi dan pengurangan biaya.

Meningkatnya minat peserta dari luar negeri, Pamerindo menambah ruang pameran menjadi 32.500 m2 agar para eksihibitor lebih leluasa menggelar mesin-mesin dan alat industri yang inovatif, terbaru, dan lebih irit biaya operasional.

Pavilun Rusia tawarkan teknologi canggih

Beberapa peserta menempati 24 pavilun khusus, antara lain perusahaan dari China, Ceko, Jerman, Jepang, Korea, Malaysia, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris dan Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya, delegasi dagang Rusia  menempati pavilun dengan 42 orang anggota yang dipimpin oleh  Georgy Kalamanov, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia. Rusia menggelar kecanggihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri Indonesia. Sementara itu,   China, Jepang, Korea, Thailand, dan Taiwan  menggelar alat dan mesin industri.

Pengunjung berkesempatan melihat kecanggihan produk  perusahaan-perusahaan  terkemuka seperti Baykal, Carl Zeiss, DMG/Mori Seiki, Doosan, Haas Otomasi, Fusheng, Mitsubishi Electric, Okamoto, Sodick, Mitutoyo, Trumf, Hurco, Bosch Power Tools, Sullair, Omron Electronics, Autonics, SKF, LG Industrial Systems, Alat Sellery,  Shenyang Machine, dan Yamazaki Mazak.

Indonesia menampilkan perusahaan, antar lain, Angsa Putih Kurnia Kharisma, Dagang Mesin Pertama & Co, Indah Jaya Teknik Presisi, Jaya Logam Teknika, Kawan Lama Sejahtera, Multi Mayaka, Rukun Sejahtera Teknik, Santoso Teknindo, Somagede Indonesia, Usaha Jaya,  dan Yuan Wira Perdana. Sesuai pameran, Anda dapat menyaksikan kecanggihan teknologi perusahaan-perusahaan tadi yang akan kami munculkan pada Online Exhibition mau pun ulasam Review pada Kalender Acara media khusus manufaktur:   www.mmindustri.co.id.

Incoming search terms:

Advertisement

2 KOMENTAR

Tulis Opini Anda