MANUFAKTUR & INFRASTRUKTUR

Spanyol Gelontorkan Triliunan Rupiah ke Indonesia

0
22
Rotor turbin buatan perusahaan Centunion yang mau ekspansi ke Indonesia. (Sumber foto: http://www.coalnews.net/)

Marca Espana mendorong perusahaan-perusahaan di Spanyol melakukan ekspansi ke Asia Tenggara—utamanya Indonesia yang diyakini akan menjadi lokomotif bisnis di Asia dan dunia beberapa tahun mendatang. Perusahaan-perusahaan di Indonesia pun siap bekerja sama.

Rotor turbin buatan perusahaan Centunion yang mau ekspansi ke Indonesia. (Sumber foto:  http://www.coalnews.net/)
Rotor turbin buatan perusahaan Centunion yang mau ekspansi ke Indonesia. (Sumber foto:
http://www.coalnews.net/)

Sebanyak 10 perusahaan konstruksi dan manufaktur dari  Spanyol telah berkomitmen akan segera merealisasikan ekspansi bisnis ke Indonesia. Perusahaan-perusahaan asal Spanyol dan perusahaan di Indonesia saling menjajaki kerja sama. Lebih dari 10 perusahaan milik pebisnis  Spanyol akan menggelontokan triliunan rupiah ke Indonesia. Sektor infrastruktur dan manufaktur merupakan pilihan mereka.

Perusahaan-perusahaan dari Spanyol  itu antara lain,   ACS, FCC, OHL, Abeinsa, Tecnicas Reunidas, Isolux Corsan, Acciona dan beberapa perusahaan yang telah bermitra sebelumnya seperti Centunion, Abengoa, Indra, Navanta, Casa, Repsol dan BBVA. Dirjen Kementrian Keuangan Spanyol Antonio Fernandez Martos menjelaskan pemerintah Spanyol telah memelajari rencana pembangunan Indonesia yakni Master Plan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan program Public Private Partnership (PPP).

Advertisement

Menurut Antonio Fernandez Martos , pihaknya telah melakukan riset dan identifikasi tentang potensi Indonesia  yang bakal lokomotif ekonomi dan bisnis dunia.  Oleh karena itu, Spanyol memutuskan Indonesia saat ini dan  pada masa mendatang menjadi prioritas, ungkapnya pada seminar bertajuk Indonesia Infrastructure Construction Business and Iivestment Opportunities  di Madrid yang diselenggarakan oleh KBRI Spanyol dan Konfederasi Organisasi Pengusaha dan Industri Spanyol, Kantor Komisi Tinggi Marca Espana dan Casa Asia Kementrian Luar Negeri Spanyol.

Lebih tertarik ke Indonesia

Sementara itu, siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia  di Madrid memaparkan Spanyol memiliki cadangan investasi kurang lebih US$640 miliar—sebelumnya sebagian besar diinvestasikan di Amerika Latin dan Eropa—dan Spanyol akan berinvestasi  ke Asia khususnya dan lebih tertarik menanamkan modal di Indonesia dengan jumlah porsi investasi yang sangat besar.

Apa alasan pebisnis Spanyol tertarik ke Indonesia? Jose Angel Lopez Jorrin Direktur Marca Espana, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang selalu positif, kelas menengah yang tumbuh pesat akan memberikan potensi kerja sama ekonomi antara Spanyol dan Indonesia.  Untuk mengatasi krisis dalam negeri Spanyol, pemerintahnya mendorong perusahaan-perusahaan  memperluas ekspansi bisnis di luar Spanyol. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan Spanyol memanfaatkan kesempatan untuk berbisnis secara transparan dengan Indonesia yang tentu saja bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Baca juga :   INKA Vying to Supply Train Cars to Bangladesh and Iran
Kereta api buatan perusahaan Spanyol. (Sumber foto: http://www.railwaygazette.com/)
Kereta api buatan perusahaan Spanyol. (Sumber foto: http://www.railwaygazette.com/)

Mengutip laporan  the McKinsey Institute bahwa dalam 18 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara nomer tujuh diukur dari besaran GDP. Prediksi itu tentu saja mendorong pengusaha-pengusaha Spanyol untuk segera mencari kesempatan berbisnis di Indonesia.

Sedangkan Duta Besar KBRI Spanyol Yuli Mumpuni Widarso menegaskan promosi potensi Indonesia diselenggarakan pada momentum yang tepat guna menanggapi kebijakan Pemerintah Spanyol  Look East  yang menggunakan Marca Espana untuk mendorong perusahaan Spanyol melakukan internasionalisasi dan ekspansi ke pasar non-tradisional Spanyol seperti Asia Tenggara—utamanya  Indonesia yang diyakini akan menjadi lokomotif Asia dan dunia beberapa tahun mendatang.

Melalui kegiatan itu, KBRI di Madrid membantu memfasilitasi perusahaan Spanyol untuk ekspansi dan investasi ke Indonesia serta memberikan data potensi dan peluang bisnis di Indonesia. Dengan demikian minat pengusaha dan industri Spanyol  semakin meningkat  untuk berinvestasi langsung di Indonesia.

Sementara perusahaan dari Indonesia yang menghadiri   seminar telah  melakukan penjajakan kerja sama investasi dengan perusahaan-perusahaan di Spanyol.  Perusahaan-persuahaan itu antara lain  PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Pelindo II, dan sebagainya. . (Sumber: http://www.bisnis.com/,  http://www.kpbptpn.co.id/,  ANTARA) 

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda