TEKNOLOGI INOVASI (1)

Sistem X-ray Baru Mudahkan Identifikasi Tumor

0
3
Siemens menginvestigasi konsep baru untuk digunakan pada sistem X-ray yang bertujuan mendapatkan kenaikan radikal dan memfungsikan pencitraan fase kontras X-ray. (Sumber foto/@: Siemens AG)

Pemeriksaan penyakit kardiovaskular dilakukan tanpa menggunakan agen kontras. Diketahui bahwa 1 dari 10 pasien menderita reaksi alergi terhadap substansi tersebut. Proyek ini dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2017. Apa manfaatnya bagi pasien?

Siemens menginvestigasi konsep baru untuk digunakan pada sistem X-ray yang bertujuan mendapatkan kenaikan radikal dan memfungsikan pencitraan fase kontras X-ray. (Sumber foto/@: Siemens AG)
Siemens menginvestigasi konsep baru untuk digunakan pada sistem X-ray yang bertujuan mendapatkan kenaikan radikal dan memfungsikan pencitraan fase kontras X-ray. (Sumber foto/@: Siemens AG)

Siemens melakukan investigasi sebuah konsep baru yang menyeluruh tentang sistem X-ray. Tujuan investagasi itu adalah untuk mendapatkan kenaikan resolusi gambar secara radikal dan untuk memungkinkan adanya fase kontras pada tampilan X-ray. Teknik baru ini membantu secara secara instan dalam proses identifikasi tumor.

Selain itu, pemeriksaan penyakit kardiovaskular dapat dilakukan tanpa menggunakan agen atau media yang kontras. Diketahui bahwa 1 orang dari 10 pasien menderita reaksi alergi terhadap substansi tersebut. Proyek tahunan R&D ini dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2017. Proyek ini melibatkan para ahli dari Siemens Healthcare and Corporate Technology dan partner eksternal.

Advertisement

Di samping melakukan pemancaran elektron dari filamen bersuhu 2000o Celsius. Seperti biasanya, para peneliti proyek menggunakan “cold cathode” berbentuk cincin dari karbon nanostruktur yang dioperasikan dalam voltase tinggi pada suhu ruang. Permasalahan baru yang muncul adalah elektron terakselerasi dan bertabrakan dengan sebuah target (hasil yang ingin dicapai).

Pencapaian target itu bagaimana pun, bukan merupakan anoda tungsten biasa, yang hanya mengkonversi sekitar satu persen energi yang datang ke dalam bentuk X-rays. Konsep baru tersebut meramalkan pancaran logam cair sebagai target baru. Logam tersebut terdiri dari 95 persen litium dan 5 persen elemen berat lainnya seperti bismut atau lantanum.

Percobaan terakhir menghasilkan X-ray dengan panjang gelombang pendek, yang mempunyai kegunaan utama sebagai pendingin. Energi yang dihasilkan elektron saat meninggalkan anoda pancaran logam cair berpotensi untuk digunakan. Hasilnya adalah tube X-ray membutuhkan kurang dari setengah tenaga listrik dan mendinginkan peralatan yang digunakan sebelumnya.

Tube baru ini bisa mencapai densitas energi yang lebih tinggi. Pada intensitas cahaya yang sama, fokus sumber X-ray baru 400 kali lebih kecil dari tube X-ray konvensional, yang mana dapat menghasilkan resolusi pencitraan 20 kali lipat lebih tinggi.

Baca juga :   Gunakan Cemat V8.0 Berbasis Simatic PCS 7 Lebih Efisien dan Tercapai Green Business

Hal tersebut sebagai gantinya menjadi prasyarat untuk seluruh teknik pencitraan baru yakni pencitraan X-ray fase kontras. Di saat radiografi konvensional dengan mudah merekam saat di mana X-ray memasuki jaringan tertentu atau tidak, pencitraan fase kontras mengukur pengaruh jaringan terhadap fase ketika X-ray ditembakkan.

Menggunakan sensor wavefront

Perubahan fase dapat berbeda bergantung pada kekuatan refraktif jaringan yang dilewati radiasi. Pendekatan tersebut memungkinkan untuk membedakan jaringan-jaringan halus lainnya, sebagai contoh lemak dari air atau level zat besi dalam darah. Hal ini sangat penting, seperti pendeteksian tumor pada tahap awal dengan lebih mudah.

Pembuluh darah dibuat menjadi tampak dengan cara ini tanpa menggunakan agen (media) kontras. Untuk memudahkan pengukuran saat pergantian fase, Siemens untuk pertama kalinya menggunakan sensor wavefront yang biasa digunakan dalam optik dan astronomi untuk cahaya X-ray.

Sistem X-ray Siemens generasi selanjutnya tidak hanya sangat efisien untuk dioperasikan serta menawarkan performa yang lebih baik, tetapi juga bisa ideal untuk meminimalisir pembedahan invasive. Ahli bedah melaksanakan prosedur di dalam tubuh lewat kateter akan menggunakan pencitraan X-ray untuk mengetahui secara pasti di mana memosisikan kateter.

Jika kateter dinavigasikan menggunakan medan magnet, tube X-ray konvensional tidak dapat digunakan karena sensitif terhadap medan magnet. Sistem baru tidak akan memiliki kekurangan, justru menyediakan citra yang lebih berguna untuk didiagnosis.   (Diolah dari Developing radically new technologies for X-ray system tulisan Judith Engelhof, Picture of the Future/Siemens)

Simak artikel terkait dengan topik TEKNOLOGI Inovasi (2)
Gunakan Crowd Control saat Evakuasi Orang

Advertisement

Tulis Opini Anda