Sistem Manajemen Motor TeSys T, Bagaikan Indra Keenam pada Motor

0
8

Beban operasi yang berlebihan pada sebuah motor, sebenarnya tidak hanya merusak motor itu sendiri tapi juga mekanisme yang digerakkannya. Jenis-jenis beban yang dapat mengakibatkan kerusakan elektrik adalah overvoltage, voltage drop, imbalance dan kegagalan fasa yang mengakibatkan berbagai macam penarikan arus. Selain itu, ada juga short circuit yang dapat menyebabkan arus mencapai level yang bisa merusak beban. Sementara kerusakan mekanik terjadi karena rotor terkunci; dan beban berlebih baik yang panjang maupun singkat yang mengarah pada peningkatan arus yang disedot oleh motor, dan karenanya menimbulkan panasberlebih. Kerusakan ini tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Sebab, kerusakan tersebut mengarah pada kerugian produksi, kerugian bahan baku, perbaikan alat produksi, kualitas produksi yang jelek dan keterlambatan dalam delivery. Tidak hanya itu, kerusakan tersebut juga bisa menimbulkan persoalan serius terhadap keselamatan orang baik yang secara langsung maupun tidak langsung melakukan kontak dengan motor tersebut.

Untuk menghindari masalah ini, maka diperlukan tindakan pencegahan pada motor. Sayangnya, alat proteksi motor yang ada di pasaran saat ini masih terbatas pada perlindungan terhadap overload dan short circuit saja, sementara untuk yang lainnya tidak begitu banyak, kata Freddy Suhartono, Manager Pemasaran ED Product PT Schneider Indonesia. Oleh karena itu, katanya, Schneider Electric meluncurkan solusi proteksi yang dijadikan satu, mulai dari proteksi bebanberlebih hingga lock rotor, yaitu Te Sys T.

Advertisement

TeSys T adalah sistem manajemen motor yang memberikan fungsi proteksi, pengukuran dan monitoring pada motor baik yang berfasa tunggal maupun 3-fasa. Fungsi proteksi TeSys T antara lain terhadap panas yang overload, ketidak seimbangan fasa dan kegagalan fasa, proteksi perlindungan motor melalui alat penduga PTC, arus balik fasa, earth faults, perlindungan terhadap waktu starting yang panjang dan motor stalling, fluktuasi beban dan variasi Cos ϕ. Sementara fungsi pengukuran (nilai-nilai rms) antara lain: arus pada 3-fasa; voltase pada 3 fasa, temperatur motor, arus bumi. Ada juga penghitungan nilai, seperti arus rata-rata, frekuensi dan- Cos ϕ, power, konsumsi power, dan lain-lain. TeSys T menawarkan: – kinerja tinggi dalam proteksi multifungsi dengan sistem otomasi yang independen; – unit HMI lokal untuk pembacaan, penampilan dan modifikasi parameter-parameter yang dimonitor, diagnostik, dan lain-lain; – konfigurasi aplikasi dengan menggunakan software PowerSuite; – sambungan ke sistem otomasi melalui jaringan komunikasi.

Baca juga :   Mengurangi Beban Komponen

Dengan TeSys T, kemacetan proses atau produksi yang tidak pada waktunya yang terkait dengan motor bisa diantisipasi melalui analisa yang prediktif terhadap keadaan. TeSys T ini sangat cocok untuk lingkungan yang keras atau sektor-sektor industri yang sangat menghindari downtime karena dampak yang ditimbulkannya amat mahal, seperti industri minyak dan gas, industri kimia, pengolahan air, industri logam, pertambangan dan mineral, farmasi, mikroelektronik, bandara, dan lain-lainnya.

Dengan demikian, penggunaan TeSys T pada panel-panel kontrol motor memungkinkan untuk: – meningkatkan ketersediaan instalasi untuk beroperasi; – meningkatkan fleksibilitas desain proyek hingga implementasi. – meningkatlan produktivitas melalui ketersediaan informasi yang diperlukan dalam menjalankan sistem. – Fault tripping juga karena itu berkurang hingga menjadi minimum.

Sistem manajemen motor TeSys ini terintegrasi secara baik dengan perlatan low voltage Schneider Electric, seperti Okken, Blokset dan Prisma.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda