INDUSTRI BAJA

Sinergi Karakatau Steel dan Pohang Iron & Steel

0
7

Pembangunan pabrik baja patungan PT Karakatau Steel – Pohang Iron & Steel Company tahap pertama akan dituntaskan pada akhir tahun 2013,  dan mulai berproduksi komersial pada tahun 2014.

130512-03a

Baja yang diproduksi usaha patungan itu digunakan sebagai bahan baku—berupa pelat dan slab—untuk mendukung industri  galangan kapal,  konstruksi dan manufaktur, dan memasok kebutuhan Karakatau Steel yang sedang melasanakan proyek peningkatakan kapasitas pabrik hot strip mill (HSM).

Advertisement

Direktur Utama PT Karakatau Steel (Persero) Tbk, .  Irvan K. Hakim,  menjelaskan pabrik baja itu berkapasitas sebesar 3 juta ton per tahun. Produksi akan ditingkatkan menjadi 6 juta ton per tahun setelah  pembangunan pabrik tahap kedua diselesaikan.

Kapasitas tersebut dua kali dari total kapasitas produksi Karakatau Steel  saat ini.  Progress pembangunan pabrik baja tahap pertama itu telah mencapai 85%, dan dipastikan pabrik dapat selesai menjelang akhir tahun 2013.

Total investasi pabrik baja Karakatau Steel – Pohang Iron & Steel Company mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp23,94 triliun. Komposisi  kepemilikan saham 30% dimiliki Karakatau Steel dan Pohang Iron & Steel Company  memiliki saham sebesar 70%.  Krakatau Steel memiliki opsi untuk meningkatkan porsi saham hingga  mencapai 45%.

Pabrik baru tersebut akan memproduksi bahan baku baja berupa pelat dan slab untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri  antara laini industri galangan kapal,  konstruksi dan manufaktur domestik.  Selain itu,  ujar Ivan,  pabrik akan memasok kebutuhan Karakatau Steel yang sedang melasanakan proyek peningkatakan kapasitas pabrik hot strip mill (HSM).

Baca juga :   Grup Kalla Ajak Perbankan Biayai Proyek Monorel

Pengoperasian pabrik baru ini mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan baja khususnya di pasar domestik yang diperkirakan tumbuh 8 sampai 9% per tahun dari tahun lalu yang mencapai 10,4 juta ton.

Irvan mengatakan,  pengoperasian Krakatau Posco dapat menekan biaya inventory dan modal kerja Krakatau Steel,  karena dapat mengurangi kebutuhan slab impor sebagai bahan baku hot rolled coil (HRC).   HRC merupakan produk baja yang saat ini menjadi sumber pendapatan utama perseroan.   (Sumber: tender-indonesia.com)

Advertisement

Tulis Opini Anda