Siemens dan Nusantara Resmikan Pabrik Turbin Uap di Bandung

0
110

Hanya satu orang tenaga akhli dari Jerman yang bekerja di PT Siemens Industrial Power (SIP), sedangkan orang Indonesia berjumlah 20 orang berpendidikan teknik dan 180 karyawan lainnya berlatar pendidikan yang beragam. Siemens Ag (induk SIP di Jerman) yang berpatungan dengan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) mendirikan pabrik turbin uap SST-140—sejak Mei 2011—dengan kapasitas output sebesar 20MW. Pabrik turbin ini dibangun dengan modal 10 juta euro.

Presiden Direktur & CEO SIP Dierk Unterspann (tengah) dan Ir. Harsudi Presiden Direktur PT Total Energy International menanda tangani surat kontrak bisnis yang disaksikan oleh Tory Suryo Direktur Pengembangan Binsis PT Krista Inti Persada (kiri)—juga ikut menandatangani surat kontrak bisnis dengan pihak SIP. Foto: Rayendra L. Toruan.

“Siemens komit dan konsisten untuk alih teknologi yang berproses dengan baik agar pengetahuan dan keterampilan orang Indonesia yang bekerja di pabrik ini setara dengan profesional kami di Jerman,” tandas Dierk Unterspann Presiden Direktur & CEO SIP seusai mendampingi Dr. Marzan A. Iskandar kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meresmikan pabrik yang berlokasi di luar kota Bandung.  Supra Dekanto Presiden Direktur  NTP ikut mendampingi Iskandar saat peresmian. Unterspann menambahkan, semua calon karyawan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Jerman dan Indonesia sehingga tercapai kualifikasi yang standar dunia.

Pejabat dan pelaku bisnis yang hadir antara lain, Dr. Budi Darmadi Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Departemen Perindustrian, Markus Lorenzini  Kepala Sektor Energi Siemens ASEAN-Pasicif, Lars Lingelbach Direktur Suplai & Manufaktur Siemens AG, Liam Kean Direktur Penjualan Siemens wilayah ASEAN,  Tory Suryo Direktur Pengembangan Bisnis PT Krista Inti PersadaDA, Ir. Harsudi Presiden Direktur Total  Sinergy International dan wakilnya  Rianto, Albert Maknawi Kepala Pelaksana Kencana Agri Limited,  sejumlah pebisnis dan pejabat  Pemprov Jawa Barat, dan warga dari sekitar lokasi pabrik seperti TNI AL.

Advertisement

Pertama di Indonesia

Produksi turbin uap SST-140 dengan kapasitas output sebesar 20MW merupakan yang pertama di Indonesia. SST-140 yang diproduksi adalah tipe Condensing dan tipe Back Pressure Controlled-Extraction yang berfungsi sebagai penggerak generator atau penggerak mekanik. Iskandar mengatakan, sejak tahun 2004, sebagai peneliti dan pengkaji, BPPT mengembangkan inovasi dan rekayasa yang bekerja sama dengan Departemen Perindustrian dan NTP (industri). “Kita sudah mampu memroduksi turbin 3 MW selama ini. Kemampuan SIP dan NTP membuat turbin 20MW merupakan langkah besar, dan ini akan kita jadikan sebagai prioritas nasional,” tandas  Iskandar.

Iskandar menambahkan bahwa turbin uap merupakan salah satu komponen utama sistem penggerak dan pembangkit listrik yang hingga dekade lalu belum bisa diproduksi oleh industri dalam negeri, dan teknologinya masih sangat minim yang kuasai oleh Indonesia. Kondisi itu tentu sangat rawan terhadap penciptaan ketahanan energi khususnya di dalam mendukung proses pertumbuhan ekonomi nasional. Turbin uap (steam turbine) merupakan suatu sistem penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik yang selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros turbin.

Yang jelas, demikian Markus Lorenzini, “Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Siemens.” Siemens cukup terkenal di Indonesia. Potensi untuk turbin uap demikian besar asalkan kita mampu mengolahnya menjadui energi untuk mendukung program percepatan pengadaan listrik yang mendorong perkembangan berbagai sektor industri lainnya.

”Dengan NTP mitra kami, Siemens membangun fasilitas produksi mutakhir untuk turbin uap industri. Dengan menggabungkan pengalaman kami dalam sektor energi, kami menawarkan turbin uap industri dengan kehandalan dan efisiensi tertinggi untuk mendukung proses pabrikasi para pelanggan kami.”

Rotor penggerak turbin. Foto: Siemens

“Pembangunan pabrik ini merupakan sebuah langkah besar bagi kami untuk menjadi unggul dan terkemuka di bidang industri turbin uap di Indonesia yang tidak hanya sebagai penunjang energi kelistrikan, tetapi juga sebagai penunjang berbagai industri lain seperti batubara, biomas, kelapa sawit, gula, tekstil, pertambangan, dan pengolahan limbah sampah,” jelas Unterspann.

Baca juga :   Garuda Beli 25 Armada ATR dan CN235 Jaga Wilayah

Siemens dan NTP  diiharapkan bisa mendukung rencana pemerintah mengembangkan pembangkit listrik dari beragam skala. Termasuk pembangunan pembangkit listrik skala kecil untuk menyokong industri gula, tekstil, pertambangan, pengolahan limbah, hingga biomassa. Lorenzini mengatakan, bahwa Siemens telah membangun 300 unit turbin uap di seluruh dunia yang memakai teknologi Siemens. Khusus pabrik yang merupakan proyek gabungan itu ditargetkan menyasar pasar Indonesia dengan kapasitas produksi maksimum mencapai 60 unit per tahun.

SIP melakukan kerjasama dengan perusahaan di dalam negeri untuk menaikkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen secara gradual. Melalui langkah ini akan meningkatkan lapangan kerja, mengurangi ketergantungan dari import, menjadikan industri dalam negeri sebagai subkontraktor dari Siemens AG, alih teknologi, serta penurunan biaya produksi.

Produk Siemens ini merupakan turbin dengan single-casing dan impulse blading yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan pembangkit listrik dengan biaya efisien dan aplikasi penggerak mekanik. Selain aplikasi penggerak mekanik, turbin ini juga diperuntukkan bagi aplikasi penggerak generator untuk pembangkit listrik tenaga uap, biomas, dan combined-cycle; cogeneration/CHP, dan district heating; pengolahan limbah sampah (waste to energy) dan pemanfaatan panas dari gas buang (waste heat recovery). Sebagai bagian dari pengembangan kota, turbin ini juga digunakan untuk aplikasi pengembangan bisnis komersial dan industri, seperti pembangkit listrik captive untuk pabrik-pabrik bubur kertas dan kertas, baja dan tambang. Turbin ini merupakan komponen penghasil listrik utama bagi pabrik gula, tekstil, industri kimia dan petrokimia, serta kilang dan aplikasi FPSO (floating, production, storage and offloading).

Supra Dekanto mengatakan pembuatan turbin sebetulnya bukan business core NTP. Pihaknya  melakukan spin-off anak perusahaan sedangkan NTP konsentrasi pada maintenance, repair, dan overhaul.

Ia menambahkan fasilitas pabrik di kompleks PT Dirgantara Indonesia (induk NTP) dirancang untuk menjadi fasilitas assembly turbin. Sementara pembuatan komponennya dilakukan sejumlah supplier yang tersebar di berbagai kawasan industri di Indonesia. Supplier komponen itu dijanjikan, jika memenuhi kualifikasi, akan dipromosikan memasok kebutuhan komponen Siemens di seluruh dunia. Sebanyak  16 perusahaan ditunjuk sebagai pemasok komponen, dan NTP memroduksi turbin pembangkit geotermal di Kamojang yang berkapasitas 3MW yang sedang memasuki fase comissioning test.

Semenatra iotu, Budi Darmadi menjelaskan bahwa pasar potensial dapat dibangun untuk  pembuatan turbin seperti pembangunan 74 pembangkit listrik skala kecil berbahan bakar batu bara sebagai bagian dari proyek 1.000MW tahap II yang tengah berlangsung saat ini. Oleh karena pengembangan industri turbin butuh investasi sangat besar, pemerintah membentuk cluster turbin. Perusahaan (pemasok) yang berlokasi di Cilegon, Bekasi, Cikarang, Cimahi, sekitar Bandung, Surabaya, dapat membuat komponen turbin.

Kerja sama SIP dan PT NTP akan fokus membuat turbin berkapasitas di bawah 5MW. Sedangkan Siemens membangun pembangkit berkapasitas di atas 5MW yang dapat ditingkatkan dengan kapasitas maksimal 20MW hingga turbin  250MW.  Area gedung SIP terdiri dari gedung kantor selasn1.307 m2 (terdiri dari lobi lantai dasar dan lantai enam untuk perkantoran), gudang seluas 1.856 m2, dan lahan parkir 1.500 m2.

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda