Mining dan Construction 2015

Semangat Tiongkok Masuki Pasar Indonesia

0
12
Salah satu unggulan Sany. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Perusahaan terkemuka dunia menampilkan teknologi dan alat canggih, antara lain dari, 3M, Aman Global Pacific, Atlas Copco, Bosch Rexroth, Coates Hire Indonesia, Famur, Gaya Makmur Tractor, JCB, Liebherr, Komatsu, Mercedes Benz, MTU, Suprabakti Mandiri, Trimax, United Tractors, Volvo,  dan Weir Minerals.

Salah satu unggulan Sany. (Foto: Rayendra L. Toruan)
Salah satu unggulan Sany. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Pameran Mining Indonesia & Construction Indonesia 2015 menampilkan perkembangan yang dinamis dan menjadi titik fokus bagi perkembangan industri mining dankonstruksi di Indonesia.

Pameran Mining Indonesia & Construction Indonesia 2015 adalah even yang terpadu dan komprehensif dengan menghadirkan 840 peserta pameran dari 30 negara dengan menempatiluas area pameran 40.000 M2, dengan grup pavilun Australia, Tiongkok,  Jerman, Korea Selatan,  Singapore, Polandia.

Advertisement

Sebagian perusahaan-perusahaan pertambangan yang memiliki eksplorasi mineral, pemulihan, dan memberikan solusi dan komit pada pengembangan industri dan kemitraan di bidang pertambangan seperti 3M, Aman Global Pacific, Atlas Copco, Bosch Rexroth, Coates Hire Indonesia, Famur, Gaya Makmur Tractor, JCB, Liebherr, Komatsu, Mercedes Benz, MTU, Suprabakti Mandiri, Trakindo Utama, Trimax, United Tractors, Volvo Group dan Weir Minerals.

Komatsu juga tampil pada Mining Indonesia dan Construction Indonesia 2015. (Foto: Rayendra L. Toruan)
Komatsu juga tampil pada Mining Indonesia dan Construction Indonesia 2015. (Foto: Rayendra L. Toruan)

Sementara itu, pada Construction Expo menghadirkan perusahaan-perusahaan konstruksi antara lain, Equipindo Perkasa, Fiori Group, Hyundai Aluminium, Makita, MitraCitrajasa, Rutraindo, Sany dan Schwing Stetter.

Penyelenggara yakni Pameran Indonesia termotivasi dengan respon yang didapatkan pada pelaksanaan Pameran Mining Indonesia dan Construction Indonesia 2015. Perpaduan industri dengan terus mendorong perkembangan teknologi dan memberikan solusi bagi para pemain di industri masing-masing.

Menurut  MaysiaStephannie, Project Director PT  Pamerindo Indonesia walaupun menghadapi tantangan pasar saat ini, pihaknya terus melakukan perkembangan dengan fokus pada potensial dasar dari para pelaku industri. Inti dari pameran tahun ini lebih menampilkan kompetensi, efisiensi dan membangun kemitraan jangka panjang bagi para pelaku industri pertam bangan dan konstruksi di tanah air. Hal ini terbukti dengan penyediaan teknologi terbaru dan layanan utama dalam menunjang perkembangan kemajuan industri di masa depan.

Baca juga :   Membuka Business Networking, Ayo Jangan Ketinggalan

Memanfaatkan perkembangan tren dan wawasan dalam berbisnis

Merupakan kombinasi yang unik dari gabungan industri pertambangan an konstruksi dengan menyediakan aplikasi solusi untuk perkembangan pertambangan, konstruksi dan tehnik. Berbagai dimensi teknologi yang hadir dipameran ini memungkinkan para stake holder untuk dapat memanfaatkan perkembangan tren dan wawasan dalam berbisnis dan melaksanakan operasionalnya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pameran ini, menurut Syahrir Ab Direktur Ekselutif  Indonesian Mining Association (IMA) diselanggarakan konferensi yang berkaitan dengan kebijakan nasional pertambangan, produktivitas di bidang eksplorasi serta peraturan pemerintah di bidang pertambangan dan konstruksi.

Syahrir Ab dan Maysia Stephannie
Syahrir Ab dan Maysia Stephannie

“The mining landscape has evolved significantly. With that, the conference will provide an opportune forum for professionals in the mining business to remain relevant and capitalize on prospective opportunities,” kata MartionoHadianto, Ketua IMA. “Through the conference, we hope to align the Indonesian mining industry on future developments.”

Pameran Mining Indonesia 2015 & Construction Indonesia 2015 didukung oleh Kementerian ESDM, Kementerian PU, Asosiasi Pertambangan Indonesia, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, dan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia. Pamerindo menargetkan jumlah pengunjung 15.000 dari kalangan profesional.

Dari sebagian besar peserta, perusahaan-perusahaan dari Tiongkok tampak demikian bersemangat memasuki pasar Indonesia. Mereka rajin membagi brosur kepada para pengunjung. Para pengunjung membawa kantungan-kantungan berisi brosur dan catalog.

Beberapa tahun lalu, sebagian besar peserta menggelar mesin dan alat teknologi di stan, namun tahun ini, sebagian besar hanya memajang gambar-gambar baik dalam poster atau dalam bentuk visual yang ditayangkan melalui laptop. Bentuk pameran mesin, alat, dan teknologi cukup dipengaruhi perkembangan digitalisasi.

Advertisement

Tulis Opini Anda