FILM DIGITAL (1)

Semakin Mudah dan Efisien

0
2
Gambar standar universal film digital dapat dan mudaah ditampilkan di seluruh gedung teater dunia. Para peneliti di Erlangen telah menciptakan prosedur tes untuk memenuhinya. (Sumber foto/©: Kurt Fuchs/Fraunhofer IIS)

Perangkat software digunakan untuk menguji kualitas salinan film digital dari seluruh dunia agar paket sinema yang rusak dengan cepat dan mudah diidentifikasi, disiapkan, dan divalidasi untuk screening yang tepat.

Gambar standar universal film digital dapat dan mudaah ditampilkan di seluruh gedung teater  dunia. Para peneliti di Erlangen telah menciptakan prosedur tes untuk memenuhinya. (Sumber foto/©: Kurt Fuchs/Fraunhofer IIS)
Gambar standar universal film digital dapat dan mudaah ditampilkan di seluruh gedung teater dunia. Para peneliti di Erlangen telah menciptakan prosedur tes untuk memenuhinya. (Sumber foto/©: Kurt Fuchs/Fraunhofer IIS)

Era gulungan film sudah berakhir. Menggunakan rol film yang berat bukan lagi zamannya, namun sudah digantilah oleh salinan film digital yang dikirimkan ke teater film atau gedung bisokop.

Dengan software DCP (Digital Cinema Package), paket digital tersebut lebih mudah dibuat dengan standar yang dibutuhkan sehingga film digital tersebut dapat dimainkan di gedung bioskop atau di teater di mana pun lokasinya.

Advertisement

Lebih dari 100 tahun, teknologi analog mendominasi sinema. Gambar bergerak ditangkap oleh film—terbuat dari seluloid atau poliester—dan standar ini seragam diaplikasikan di seluruh dunia. Tiap strip film memiliki lebar 35 milimeter dan mempunyai lubang-lubang pada bagian sisi luar seluloid.

Dengan menggunakan film tersebut, orang mudah menampilkannya di gedung teater. Distribusi film digital telah mengubah semua itu: selain mengirim rol film analog, teater film menerima Digital Cinema Package melalui perangkat keras atau satelit—termasuk video digital bersandi dan data audio serta subtitles yang tertulis dalam berbagai bahasa.

Sinema digital membutuhkan standar universal juga. Maka kemudian film digital dapat ditampilkan di seluruh sinema di seluruh dunia; Pada tahun 2005, enam studio terbesar din Hollywood, Emerika Serikatm telah menentukan standar Digital Cinema Initiatives (DCI) spesifikasi teknis untuk kamera digital.

Atas permintaan studio, para peneliti Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS di Erlangen (Jerman) menciptakan prosedur tes internasional sebagai pemenuhan spesifikasi standar DCI. Untuk memastikan salinan film digital sesuai dengan standar ini, para ahli di Fraunhofer IIS mengembangkan software untuk membuat DCP cocok untuk semua jenis alat pemutar yang andal untuk seluruh sistem sinema.

Pengoperasian simpel dan bersih

“Selama mengembangkan easyDCP, kami sangat berkonsentrasi dalam menjaga pengoperasian tetap simpel dan bersih,” kata Dr.Siegfried Foessel, direktur departemen Moving Pictures Technologies di Fraunhofer IIS. Konsep tersebut meyakinkan para penggua. Dalam waktu singkat easyDCP menjadi pemimpin di pasaran; lebih dari 1000 kustomer telah menggunakan software tersebut.

Baca juga :   Drone Mendigitalisasikan Situs Arkeologi dari Udara

Sementara itu beberapa perusahaan besar mulai untuk mengintegrasikan software easyDCP ke produk mereka termasuk di dalamnya adalah Quantel, Drastic, dan Blackmagic Design.

“Kami telah menguji paket sinema yang dibuat dengan easyDCP pada segala jenis alat pemutar dan secara kontinyu meningkatkan kemampuan software tersebut,” jelas Heiko Sparenberg, kepala grup Digital Cinema di Fraunhofer IIS.

Kenapa perangkat software tersebut sangat sukses di pasaran, “Feedback dari para pengguna kami memegang peranan penting,” imbuhnya. Software tersebut tersedia tidak hanya untuk studio besar, tetapi juga untuk studio yang lebih kecil, produser dan pembuat film independen untuk membuat paket digital sinema milik mereka sendiri.

Perusahaan post-production, produser film, distributor dan festival film–seluruh keuntungan berasal dari fungsi software yang komprehensif, seperti pemberian substitles dan track audio dengan bahasa yang berbeda atau mendukung format 3D atau resolusi 4K.

Di Berlin International Film Festival, perangkat software digunakan untuk menguji kualitas salinan film digital dari seluruh dunia agar paket sinema yang rusak dengan cepat dan mudah diidentifikasi, kemudian disiapkan dan divalidasi untuk screening yang tepat.

Untuk pekerjaan mereka dengan topik “Digital cinema conquers the world–software for creating digital cinema packages enables digital cinema’s breakthrough” Dipl.-Inf. Heiko Sparenberg dan Dr.-Ing. Siegfried Foessel menerima Joseph von Fraunhofer Prize tahun lalu. (Diolah dari The digital film reel tulisan Birgit Niesing, Fraunhofer.de/magazine 1/15)

Simak artikel selanjutnya dengan topik FILM DIGITAL (2)
Membuat Paket Sinema Digital

Advertisement

Tulis Opini Anda