Sarung Tangan Anti Bahaya

0
3
Sarung tangan bersensor membiru ketika terdapat substansi berbahaya pada kontainer. (Sumber foto/©: Fraunhofer EMFT)

Tindakan pencegahan perlu diambil untuk memastikan pewarna tersebut tidak luntur.

Sarung tangan bersensor membiru ketika terdapat substansi berbahaya pada kontainer. (Sumber foto/©: Fraunhofer EMFT)
Sarung tangan bersensor membiru ketika terdapat substansi berbahaya pada kontainer. (Sumber foto/©: Fraunhofer EMFT)

Pekerja produksi bahan kimia, industri semikonduktor atau di laboratorium sering terpapar substansi berbahaya. Dan sebagian besar paparan yang agresif tidak dapat dirasakan oleh indera manusia. Hal tersebut mengarahkan pada serangkaian solusi yang didesain untuk melindungi para pekerja, mulai dari alat pengukuran dengan sensitivitas tinggi hingga kamera penginderaan termal. Para peneliti dari Fraunhofer Research Institution for Modular Solid State Technologies (EMFT) di Regensburg telah menambahkan rancangan teknik dalam rangkaian solusi tersebut sebuah sarung tangan yang dapat mendeteksi substansi toksik di sekitar atmosfer dan ditunjukkan dengan perubahan warna.

Para peneliti mengaplikasikan sensor aktif pewarna pada garmen memakai pewarna biasa dan proses cetak, sebelum mengatur pewarna dalam sebuah bak pencelup, sebagai contoh. Tantangan terbesar adalah untuk mengatur sensor pewarna. Molekul pewarna harus dibuat agar dapat mendeteksi analit spesifik, yang memicu reaksi kimia. Tindakan pencegahan perlu diambil untuk memastikan pewarna tersebut tidak luntur. Ketika sampai pada poin warna para ahli menyesuaikan dengan keinginan pelanggan. Selain itu terdapat area potensial lain untuk aplikasi. Sebagai contoh, sistem indikator warna terintegrasi dengan kertas pembungkus atau tutup botol yang dapat menvisualisasikan kondisi makanan kemasan dalam waktu tertentu. (Sumber:  Dr. Sabine Trupp, [email protected], Fraunhofer 1/14)

Baca juga :   Perluas Rangkaian Produk Square Shoulder Milling Cutter Turbo 10
Advertisement

Tulis Opini Anda