Revitalisasi Mesin, Kubota Tanam Rp8 Miliar

0
9

PT Kubota Indonesia tahun ini menginvestasikan dana sekitar Rp8 miliar untuk meningkatkan dan revitalisasi industri alat mesin pertanian di tanah air.

Direktur Umum PT Kubota Indonesia Robinson Winward mengatakan dari dana sebesar itu Rp3,3 miliar digunakan untuk mengganti dua mesin lama yang sudah tidak layak pakai. ”Rp4,4 miliar lainnya digunakan untuk meningkatkan pemakaian komponen lokal,” katanya disela kunjungan Menperin MS Hidayat, akhir pekan lalu.

Robinson menyebutkan perusahaan yang didirikan sejak 1972 itu saat ini membutuhkan biaya besar untuk menggunakan komponen lokal. Untuk menyerap komponen lokal satu jenis mesin pertanian saja diperlukan dana Rp15 juta.

Advertisement

”Mahal biaya itu disebabkan oleh produksi cetakan mesin. Kami berharap, Tingkat Kandungan Dalam Negeri bisa naik lima persen setiap tahun,” katanya. Saat ini, sekitar 30% komponen masih diimpor dari Jepang, Thailand, dan Singapura.

Robinson mengatakan saat ini kapasitas produksi Kubota mencapai 50.000 unit mesin per tahun. Perusahaan yang sebagian besar sahamnya (67%) dikuasai Kubota Corporation Japan itu tahun depan berupaya untuk meningkatkan produksinya menjadi 100.000 unit per tahun.

Lebih lanjut Robinson mengatakan, investasi tersebut diharapkan bisa mendongkrak angka penjualan pada tahun ini. Selama 2008 hingga menjelang 2010, penjualan mengalami stagnasi di angka 40.000 unit per tahun.

”Kubota memproduksi sembilan model untuk domestik dan 36 model untuk diekspor ke berbagai negara seperti Afrika Selatan, Australia, Uni Emirate Arab, Hong Kong dan Jepang,” katanya.

Baca juga :   Prancis Bangun Pabrik Peugeot di Indonesia, India dan China

Untuk tahun ini, penjualan domestik dan ekspor ditargetkan akan menyamai realisasi pada sepanjang tahun lalu yang sebesar 35.000 unit atau setara dengan Rp250 miliar.

Robinson mengaku, penurunan penjualan terus terjadi karena pengaruh cuaca yang berdampak terhadap perkembangan sektor pertanian nasional.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan PT Kubota Indonesia telah melakukan proses produksi yang sesuai dengan prosedur pemerintah untuk terus meningkatkan TKDN. ”TKDN maksudnya penguasaan teknologi harus dikuasai indonesia dengan cara yang natural setapak demi setapak,” kata Hidayat.

Hidayat berjanji akan membantu industri yang memproduksi mesin pertanian. “Supaya bisa membuat sektor pertanian lebih modern, efektif, dan mensejahterakan petani,” tutup Hidayat.

 Sumber: Bisnis.com, 21 Agustus 2011

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda