EKSPANSI PRODUKSI

Restrukturisasi Mesin Tekstil, Bangun Pabrik Kertas dan Penambahan Mesin Baja

1
7

Pemerintah mengharapkan program restrukturisasi mesin—peralatan industri tekstil, produk tekstil, dan  alas kaki—dapat  meningkatkan daya saing dan memacu investasi mencapai Rp1,12 triliun pada tahun 2013. Sementara itu, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk menginvestasikan US$100 juta untuk membiayai penambahan lini produksi, dan Asia Pulp & Paper Grup (APP) membangun pabrik pulp di Sumatera Selatan. Pembangunan pabrik-pabrik baru itu merupakan ekspansi usaha untuk menaikkan kapasitas produksi di tiga sektor industri.

Panggah Susanto,  Direktur Jendral Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian,  mengatakan kepada wartawan belum lama ini, bahwa revitalisasi mesin dan peralatan yang berusia lebih dari 20 tahun diperlukan agar memiliki teknologi lebih modern.  Untuk itu, diperlukan  investasi dari pihak perbankan dan industri dapat mencapai Rp1,124 triliun.

Advertisement

Pada tahun 2013,  pemerintah mengalokasikan dana bantuan revitalisasi permesinan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sekitar Rp110,5 miliar,  turun 24 % dibandingkan dengan pagu tahun lalu yang mencapai Rp145 miliar.

“Kami juga mengharapkan program ini dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing,” ujar Panggah.
Minat perusahaan tekstil untuk melakukan revitalisasi mesin masih terbilang rendah yakni hanya mencapai 700 perusahaan atau 27 % dari 2.600 perusahaan tekstil yang ada saat ini.  Pemerintah pernah memberikan fasilitas keringanan pajak bagi perusahaan yang revitalisasi,  tetapi saat dicek ke Dirjen Pajak,  keringanan itu tidak punya dasar,  sehingga pemerintah tetap mengenakan pajak secara normal, menurut ekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy.

PT Gunawan Steel membeli mesin senilai US$100 juta

Sementara itu PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk berencana investasikan US$100 juta untuk membiayai penambahan lini produksi.  Dana investasi bersumber dari kas internal perusahaan dan pinjaman bank.

Perseroan berencana menambah satu lini mesin produksi four high steel plate rolling mill untuk menambah produksi baja perseroan.  Dengan demikian, perseroan akan mampu menaikkan kapasitas produksi baja dari 400 ribu ton baja plat menjadi 1,4 juta ton baja plat per tahun.

“Dengan tambahan satu line mesin,  kapasitas terpasang perseroan akan bertambah menjadi 1,4 juta ton baja plat per tahun dari posisi saat ini sekitar 400 ribu ton per tahun,” kata Direktur Utama Gunawan Dianjaya Steel Tetsuro Okano.

Melalui persetujuan melalui RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa),  manajemen perseroan diberi kuasa untuk melakukan tindakan penambahan satu lini mesin four high steel plate rolling mill.  Tindakan yang dimaksud dalam hal ini tidak terbatas hanya pada pembelian mesin-mesin dan peralatan penunjang lain,  tetapi juga pendanaan dengan pinjaman dan penjaminan aset perseroan.

Baca juga :   Garuda Beli 25 Armada ATR dan CN235 Jaga Wilayah

Pendapatan perseroan terbesar bersumber dari penjualan plat lokal sebesar Rp739,25 miliar atau 60,51 % dari total pendapatan sebesar Rp389,56 miliar atau 31,89 % dari total pendapatan.

APP bangun pabrik pulp di Sumatra Selatan

Sementara itu, grup Asia Pulp & Paper (APP) akan membangun pabrik pulp baru  di  Sumatera Selatan dalam waktu dekat ini.  Pembangunan pabrik itu merupakan bagian dari rencana ekspansi APP untuk  menaikkan kapasitas produksi.

Director Corporate and Communication APP,  Suhendra Wiriadinata mengatakan APP sedang menjajaki pembicaraan dengan pihak perbankan terkait dengan pendanaan untuk investasi pabrik.  Suhendra menolak memberi tahu berapa besar rencana nilai investasi pabrik pulp tersebut dan berapa besar kapasitasnya.

“Untuk pabrik di Sumatra selatan masih dalam pembicaraan nanti pada saatnya akan kami sampaikan,” kata Suhendra.

Suhendra menuturkan alasan membangun pabrik di kawasan tersebut karena APP memiliki mitra di sana yang sanggup untuk menyuplai bahan baku.

“Bahan bakunya cukup karena dalam dua hingga tahun bisa ditebang,” kata Suhendra.

Untuk pemasaran,  nantinya sebanyak 60 % hingga 70 % untuk ekspor.  Tujuan ekspor  APP adalah ke Asia,  Timur Tengah,  Amerika Serikat, dan Eropa.  Negara-negara di  pasar Asia menyerap lebih separuh produk APP, sedangkan pasar Timur Tengah sebesar 17 % dan sisanya dijual ke  Amerika Serikat dan Eropa.

Pabrik baru itu dibangun dalam waktu antara dua hingga 3 tahun.  Sedangkan produk yang akan diutamakan adalah produk kertas tisu, kemasan, dan industri lainnya.

Selain melakukan ekspansi pabrik,  APP juga berencana untuk menaikkan produktivitas kayu demi ketersediaan bahan baku.  Misalnya untuk lahan 1 hektare bisa diperoleh tebangan kayu sebanyak 150 ton,  dan akan ditingkatkan menjadi 200 ton hingga 250 ton kayu atau naik antara 30 % hingga 40 %. (Sumber: tender-indonesia.com)

Advertisement

1 KOMENTAR

  1. I am a businessman from Uzbekistan.One of my interest is to sell sewing kits and fabric
    I want to get an idea of ??the company’s products (cotton fabric and weaving mixture) Arab robe
    Quality and warranty (fabric affected when washing fabric shrinkage rate)
    I also want to have an idea of the wholesale price of the product and quantity.

    Is highly appreciated your prompt reply

Tulis Opini Anda