PERAN ROBOT (1)

Rajin Bekerja dan tidak Rewel

0
3
Sebuah sistem baru untuk mengambil dan menempatkan komponen ke rangka mobil yang sedang dirakit dan hal itu menghemat waktu dan biaya. (Sumber foto: http://www.autoarabia.org/photos/)

Pekerjaan (fisik) sulit dan rumit dapat dilakukan oleh robot dan tak perlu upah minimum, juga tidak rewel. Hasil pekerjaannya lebih berkualitas ketimbang mutu pekerjaan manusia yang cenderung mudah mengeluh dan malas.

Sebuah sistem baru untuk mengambil dan menempatkan komponen ke rangka mobil  yang sedang dirakit dan hal itu menghemat waktu dan biaya. (Sumber foto: http://www.autoarabia.org/photos/)
Sebuah sistem baru untuk mengambil dan menempatkan komponen ke rangka mobil yang sedang dirakit dan hal itu menghemat waktu dan biaya. (Sumber foto: http://www.autoarabia.org/photos/)

Buruh masih berperan dan dominan bekerja di pelbagai sektor seperti industri manufaktur, pabrikasi, gudang, pelabuhan, logistik, transportasi, dan sebagainya. Hingga saat ini, di berbagai negara—terutama di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia—pekerjaan logistik seperti bongkar-muat barang dalam jumlah partai besar untuk dikirim ke lokasi lain dalam peti dilakukan oleh tangan-tangan manusia.

Pernah saksikan suasana pekerjaan bongkar-muat peti kemas di pelabuhan, gudang, stasiun kereta api, bandara, dan di lokasi lain? Pekerjaan bongkar-muat barang ke dalam kapal atau tronton di pelabuhan Tanjungpriok masih didomiansi oleh manusia (buruh).

Advertisement

Akan tetapi, peran buruh di pelbagai sektor (mungkin) akan menyusut beberapa tahun mendatang. Para ilmuwan di beberapa negara maju (teknologi) seperti Jerman, Jepang, Amerika Serikat, bahkan di Indonesia, telah menemukan robot yang mampu melakukan pekerjaan manusia. Oleh karena itu, peran manusia akan segera diambil-alih oleh robot.

Para ilmuwan berhasil mengembangkan software yang memungkinkan robot untuk mengambil-alih pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia.

Contohnya sejumlah barang meski disusun demikian kacau dalam sebuah peti atau tempat lain, robot dapat menyusunnya kembali rapi seperti sedia kala. Bahkan letak barang-barang itu lebih rapih dari yang disusun oleh manusia.

Sistem yang baru ini memungkinkan sistem penghubung untuk menawarkan kepada pelanggan mereka solusi all in one yang terdiri dari software dan sistem robotik yang sesuai dengan aplikasi pada sektor industri.

Selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu–sistem penggenggam di perusahaan Takata AG (nama baru perusahaan Takata-Petri) tidak pernah berhenti. Sistem ini memindahkan setir mobil dari peti dan menaruhnya di conveyor belt, mencapai 98 persen ketersediaan dalam operasi 3 shift.

Software pengenalan bentuk 3D memastikan bukan hanya sistem penggenggam mampu menemukan dan memindahkan sebuah setir mobil setiap kali meraih ke dalam peti, tapi juga memilih setir yang paling mudah untuk diambil.

Baca juga :   ABB Memanusiakan Robot

“Ini adalah sistem penggenggam yang cepat dan dapat diandalkan yang dioperasikan mulai tahun 2011,” imbuh Felix Spenrath dari Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA di Stuttgart.

Setelah mengambil komponen mobil dari peti, robot ini kemudian menempatkan komponennya di bagian mobil sesuai dengan rencana. Robot bisa bekerja berdasarkan software yang disebutkan bp3 TM software. (Sumber foto/©: Takataka AG)
Setelah mengambil komponen mobil dari peti, robot ini kemudian menempatkan komponennya di bagian mobil sesuai dengan rencana. Robot bisa bekerja berdasarkan software yang disebutkan bp3 TM software. (Sumber foto/©: Takataka AG)

Mudah bergaul

Di jantung sistem robotik ini terdapat software yang dikembangkan di IPA. Perangkat lunak itu dinamai bp3, dan software ini menggunakan sebuah sensor 3D yang dikendalikan robot untuk memeriksa situasi di dalam peti dan menemukan benda di dalamnya.

Sistem tersebut menentukan unit mana yang dapat dipindahkan oleh robot itu tanpa menyentuh sisi peti dan setir mobil lainnya. Keuntungan lain dari sistem ini adalah kemudahan penggunaannya: para pekerja tidak akan menemukan kesulitan mengoperasikannya setelah mendapatkan pelatihan singkat, sementara mempelajari bagaimana menangani benda lainnya sama sekali tidak memerlukan waktu lama.

Laboratorium pembelajaran robot tidak terbatas pada sistem robot tertentu, tetapi bertindak sebagai arena kerja sama dengan laboratorium lain ROBOTNOR. Contoh kegiatan laboratorium mencakup pengembangan robot yang dikendalikan sistem kamera yang belajar bagaimana operator ingin melihat lingkungannya, dan lengan robot yang belajar untuk pegangan dan mengangkat benda yang berbeda. Lihat lebih lanjut di: http://robotnor.no/expertise/lab-facilities/robotic-learning-lab/#sthash.ArmVl3f5.dpuf dan http://robotnor.no/wp-content/uploads/2012/11/ReliableGraspingImage-263×275.png).

Robot dapat bekerja selama 24 jam, tidak rewel, tidak malas, dan tingkat kerajinannya bekerja 100 persen. Apakah manusia dapat bersaing dengan robot? Pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan oleh robot? (Diolah dari RELIABLE BIN PICKING tulisan Isolde Rötzer, Fraunhofer magazine, dan sumber lain)

Simak artikel terkait dengan topik PERAN ROBOT (2)
Memungut Komponen Mobil dan Memotong Baja

Advertisement

Tulis Opini Anda