KERJA SAMA TEKNOLOGI

Pusri Bangun Pabrik Senilai USD561 juta

0
13

Perusahaan Pupuk Sriwidjaja Palembang yang berlokasi di provinsi Sumatra Selatan itu bekerja sama dengan konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation yang ditandai dengan penandatangan kontrak pembangunan proyek pabrik Pusri II-B dengan nilai investasi Rp7,4 triliun atau US$561 juta.

Sumber gambar: http://www.kbr.com/ Sistem Purifier ™ dengan disain sederhana yang terdiri dari tiga buah peralatan: penukar pakan limbah, kolom dengan kondensor built-in dan sebuah expander.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Musthofa, Direktur Utama PT Rekayasa Industri M. Ali Suharsono, dan wakil Director & Division Director International Sales Toyo Engineering Corp, Hideki Shiinoki, yang disaksikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Arifin Tasrif.

Menurut Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Musthofa, pembangunan pabrik Pusri II-B itu bertujuan untuk mengganti Pabrik Pusri II yang sudah tidak efisien. Pembangunan itu merupakan bagian dari revitalisasi pabrik pupuk untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kesinambungan usaha.

Advertisement

Pabrik Pusri II-B menggunakan KBR Purifier Technology untuk pabrik amonia dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea.

Dalam rangka mengoptimalkan pemakaian gas untuk bahan baku pabrik maka untuk bahan bakar pembangkit steam dan listrik diganti dengan batubara.

“Dengan digantinya Pabrik Pusri II, yang saat ini memiliki kapasitas 450.000 ton per tahun, dengan Pabrik Pusri II-B akan menambah produksi sebesar 457.500 ton per tahun sehingga total produksi urea Pusri menjadi 2,61 juta ton per tahun,” tutur Musthofa.

Baca juga :   Celanese Corporation Bangun Pabrik Etanol

Pabrik Pusri II-B, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk sebesar 31,49 MMBTU/ton amonia dan 21,18 MMBTU/ton urea.

Lebih lanjut dijelaskan, masa pembangunan pabrik Pusri II-B selama 34 bulan dan mulai berproduksi pada Desember 2015, setelah melalui rangkaian prakualifikasi sejak 31 Januari 2012, dan pengumuman pemenang lelang pada 12 November 2012.

“Club Deal” Pendanaan pembangunan pabrik Pusri II-B yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan ini dibiayai tujuh bank lokal dan asing yaitu BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jawa Barat, Bank Sumsel Babel, dan Bank UOB Indonesia dengan menggunakan skema “club deal”.

Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji langkah Pusri yang mampu memanfaatkan pembiayaan dengan melibatkan perbankan nasional dan asing lewat skema “club deal”.

“Skema pembiayaan seperti ini mungkin merupakan yang pertama di lingkungan BUMN,” ujar Dahlan.

Untuk itu ia juga mendorong agar skema ini dapat ditiru oleh BUMN lain, meskipun prosesnya cukup kompleks tetapi sangat menguntungkan. (Sumber:  tender-indonesia.com dan Antara)

Advertisement

Tulis Opini Anda