Prancis Bangun Pabrik Peugeot di Indonesia, India dan China

0
6


Raksasa otomotif Prancis PSA Peugeot Citroen melakukan ekspansi besar-besaran dengan membangun pabrik di Indonesia, India dan China. Di Indonesia, Peugeot akan membangun pabrik perakitan mobil pada tahun 2012 untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertumbuh di Indonesia  dan ASEAN yang mempunyai total penduduk 480 juta jiwa itu.

Vincent Comyn Direktur Kawasan ASEAN Peugeot, mengatakan Indonesia berpotensi  menjadi basis produksi Peugeot di kawasan ASEAN pada tahun-tahun mendatang. Realisasi pengoperasian pabrik perakitan di Indonesia dijadwalkan pada kuartal IV tahun 2012.  Akan tetapi, sebelum beroperasi penuh pihak Peugeot akan melakukan uji coba produksi pada kuartal I/2012.

“Jika ini (harapan) berjalan sesuai dengan rencana,  Peugeot akan mengoperasikan pabrik perakitan pada kuartal IV/2012,” kata Chief Executive Officeer PT Astra International Tbk Constantinus Herlijoso.

Advertisement

Dengan pabrik perakitan itu,  PT Astra International Tbk selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Peugeot berencana memroduksi Peugeot untuk model 3008 dan 5008 yang dirakit secara terurai (completely knocked dawn/CKD).  Hingga tahun 2011,  Astra International masih mengimpor secara utuh (completely built up/CBU) dari Prancis dan Malaysia.

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan baru-baru ini, bahwa Peugeot berpatungan dengan Dongfeng Motor untuk membangun pabrik baru di Wuhan, wilayah tengah daratan China. Pabrik itu direncanakan memiliki kapasitas 150.000 unit kendaraan pada tahun 2013, sesuai dengan pernyataan yang dirilis pada saat kunjungan kepala PSA, Philippe Varin di China.

Total kapasitas PSA di China direncanakan  750.000 unit kendaraan pada 2015, meningkat dari dari kapasitas 450.000 unit kendaraan tahun 2011. Perusahaan ini juga tertarik menanamkan investasinya di India yang berpenduduk 1,2 miliar itu. PSA Peugeot Citroen memilih negara bagian Gujarat India sebagai lokasi pendirian pabrik baru dengan total investasin 650 juta euro.

Pabrik kendaraan itu direncanakan memroduksi 170 ribu unit kendaraan per tahun. Pabrik mesin dan gearbox di India akan membuka 5.000 lapangan kerja.

Baca juga :   Dukung Proyek KS, 40 Perusahaan Korea Siap Investasi di Cilegon

PSA Peugeot Citroen chief executive Philippe Varin ketika menandatangani proyek itu bersama pejabat Gujarat menjelaskan, pihaknya menganggap India sebagai salah satu pasar yang paling penting dan dinamis di dunia. India diperkirakan akan menjadi pasar otomotif ke-3 terbesar di dunia pada tahun 2020. Namun demikian, Peugeot akan memroduksi kendaraan yang pertama berupa sedan ukuran sedang sesuai dengan kebutuhan pasar di India.

Jika rencana itu berhasil dengan baik, bisnis PSA Peugeot Citroen mengalami kemajuan yang berarti setelah menunggu lebih 21 tahun. Tanpa menjelaskan alasan pembatalan, Peugeot pernah berencana mendirikan pabrik di India tahun 1990-an, namun gagal.

Pasar Indonesia

Sementara itu, pihak Astra International enggan  mengungkapkan jumlah investasi yang dialokasikan unttuk membiayai pabrik perakitan yang akan berlokasi di pabrik yang pernah digunakan untuk produksi yang sempat terhenti pada 2005 yakni PT Gaya Motor di Sunter,  Jakarta Utara. Untuk memastikan proyek tersebut, sebuah tim dari Prancis telah bertandang ke Indonesia pada September 2011.  Jika pengoperasian pabrik perakitan berjalan sesuai dengan rencana,  produksi dan penjualan diproyeksikan akan mencapai 1.000 unit kenderataan per tahun.

Constantinus Herlijoso, Chief Executive Officer Peugeot Sales Operation, mengatakan jika pabrik mulai beroperasi maka model 3008 dan 5008 berpotensi dirakit secara terurai (completely knocked down/CKD) di dalam negeri. Constantinus menyebutkan prinsipal Perancis sudah mengkaji berbagai aspek pendukung yang nantinya menunjang produksi CKD Peugeot, misalnya mempelajari kualitas atau kuantitas komponen dari supplier lokal serta mencermati persentase kandungan lokal yang diharapkan dapat mencapai 40%. Oleh karena itu, prinsipal Peugeot dan Astra International sudah berkonsultasi dengan Kementerian Perindustrian. (Diolah dari berbagai sumber).

Advertisement

Tulis Opini Anda