Petani Cek Kesehatan Sapi-Sapi dari Jarak Jauh

0
11

Kita iri kepada para peternak sapi di Eropa. Tiap petani mengetahui secara rinci tentang kesehatan semua sapi piaraannya yang mempunyai nama masing-masing.

150211-01a
Perhatikan gambar di telinga kiri sapi merupakan alat pengukur nirkabel membantu untuk memberikan inmformasi kondisi kesehatan sapi. (Sumber foto/©:oAlto/Hardy James)

Jika salah seekor sapi sakit, petani bisa segera bertindak misalnya memanggil dokter hewan. Peternak sapi memberikan konstribusi besar untuk pengembanan “industri pertenakan sapi” yang menopang industri makanan yang produknya beraneka seperti ri susu dan keju. Kondisi itu bukan di Indonesia melainkan di Eropa.

Peternak sapi demikian sibuk hampir tidak punya waktu untuk rileks. Para peternak makin sibuk   jika ternak terserang suatu penyakit. Jumlah dokter hewan tidak sebanding dengan populasi ternak sapi. Bagaimana jika banyak sapi yang jatuh sakit? Bisnis bisa merugi.

Advertisement

Beruntunglah para para peternak sapi dengan bantuan sebuah sensor kecil yang berfungsi sebagai alat pemonitor kesehatan sapi. Alat itu dapat memberikan peringatan dari waktu ke waktu secara tepat dan akurat.

Alat itu mempunyai sistem yang dapat mendeteksi tingkat pH dan temperatur di dalam rumen sapi. Data yang didapat ditransmisikan secara nirkabel ke modul penerima eksternal yang terdapat di kalung leher sapi melalui alat yang dikemas dalam alat ukur. Jaringan simpul meneruskan sinyal ke sebuah central database. Peternak secara langsung menerima peringatan jika hasil pemeriksaannya di atas atau di bawah nilai yang disarankan. Alat itu merupakan hasil para ilmuwan Fraunhofer Institute of Microelectronic Circuits and Systems IMS di Duisburg, Jerman. Alat dengan sistem baru itu bisa disesuaikan dengan beragam aplikasi lainnya dalam bidang pertanian dan kehutanan.

Baca juga :   Menempelkan Sekerup pada Pinggul Buatan

Sistem deteksi kesehatan sapi itu merupakan pengembangan tim pakar di Jerman yang bekerja sama dengan tim di Belanda. Bertindak sebagai sponsor proyek itu adalah EU INTERREG IIIA di daerah Rhine-Wall, Kementerian Ekonomi dan Energi Negara Bagian North Rhine-Westphalia, dan Provinsi Greenland. (Sumber: Fraunhofer)

 

Advertisement

Tulis Opini Anda