Pertumbuhan Industri Tetap Tinggi

0
19

27 Juli 2010

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi mengatakan,  pertumbuhan industri di dalam negeri tetap tinggi. Khusus sektor manufaktur memang mengalami penurunan, namun rata-rata pertumbuhan industri tetap tinggi yaitu sekitar 35 persen per tahun. “Kalau digabung dengan manufaktur memang agak turun,” katanya ketika dihubungi hari ini.

Selain sektor industri manufaktur, sektor minyak dan gas (migas) dan kehutanan juga mengalami penurunan. Namun share industri manufaktur secara umum tidak banyak perubahan. Jika pada 2005 share industri manufaktur sekitar 22,42 persen maka pada 2009 lalu share industri manufaktur sekitar 22,57 persen. Sedangkan sektor industri lain seperti makanan minuman, alat angkut, kimia dan kertas tetap tumbuh.

Advertisement

Pertumbuhan industri selama 2010 mencapai 4,65 persen namun dengan kenaikan tarif dasar listrik diperkirakan akan menekan pertumbuhan industri sebesar 0,67 persen untuk industri besar dan menengah. Tetapi dengan kondisi saat ini di mana kondisi demand sedang tinggi, menurut Dedy secara otomatis suplai bisa naik.

Sektor industri yang menunjukkan kinerja yang cukup baik  sampai semester pertama 2010 adalah sektor makanan, minuman, dan tembakau. Industri ini mencatat omset penjualan sampai Rp 94,6 triliun sampai semester kedua tahun ini. Berikutnya sektor alat angkut mesin dan peralatan mencapai Rp 171,9 triliun. Sedangkan industri pupuk kimia dan barang karet mencatat omset sebesar Rp 34,15 triliun.

Baca juga :   Gunakan Kandungan Lokal 86 Persen

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan sejak lima tahun terakhir   terjadi kecenderungan penurunan pertumbuhan industri secara umum. “Ada declining rate,” katanya. Kondisi ini diperparah dengan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina  yang diberlakukan awal tahun ini setelah ditandatangani sejak 2004. Padahal sebelum 2004 pertumbuhan industri nasional jauh melampaui tingkat pertumbuhan ekonomi.

Namun kecenderungan ini mulai berubah. Selama kuartal pertama 2010 pertumbuhan industri non migas meningkat 4,05 dari sebelumnya hanya 1,8 persen. Pada kuartal kedua ini diharapkan pertumbuhannya bisa mendekati lima persen. “Kalau dulu pertumbuhan industri bisa sampai 14 persen, tugas saya dalam lima tahun ini mengangkat kembali paling tidak melampaui tujuh persen,” katanya.

Sumber: Tempointeraktif.com

Advertisement

Tulis Opini Anda