DATA PUBLIK (3)

Perlukah Izin untuk Menggunakan Data? Ini Kata Bank Dunia

0
38
Melalui smartphone publik mudah mengakses data. (Sumber foto: http://content.presspage.com/uploads/)

Data terbuka justru membuka peluang bagi warga yang kreatif untuk memanfaatkan data.
Kenapa pembangunan infrastruktur harus ditingkatkan bagi warga?

Melalui smartphone publik mudah mengakses data. (Sumber foto: http://content.presspage.com/uploads/)

Menurut laman Bank Dunia, data yang terbuka bagi tiap warga merupakan konsep sesuai dengan kategori data. Inti gagasan data yang terbuka adalah beberapa data harus tersedia secara bebas yang dapat digunakan dan dilakukan oleh setiap orang tanpa dibatasi adanya hak cipta, hak paten, atau kontrol lainnya.

Oleh karena itu, demikian Bank Dunia, tiga karakteristik data terbuka meliputi: (1) kemudahan akses terhadap data, (2) kemampuan untuk menggunakan kembali dan berbagi data itu sendiri, dan (3) partisipasi universal—siapapun dapat menggunakan suatu data publik.

Advertisement

Apa yang disebutkan dengan kategori data terbuka? Data terbuka mengacu pada data yang  besar dan kecil serta merupakan  informasi anonim dan nonpribadi dan berisikan konten seperti gambar, teks, dan musik.

Contohnya pengentasan kemiskinan, menurut dua peneliti bernama  Pollock dan Starks potensi keuntungan dari data terbuka sangat banyak dan kuat. Seiring arus urbanisasi, globalisasi, dan fragmentasi–semuanya terus membentuk masyarakat. Kedua peneliti itu berpendapat bahwa data dapat membantu pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat agar lebih efisien dan efektif. Apa manfaatnya bagi pemerintah?

Pertama, populasi menjadi semakin urban, dan untuk itu pembangunan infrastruktur di lingkungan perkotaan perlu ditingkatkan. Akan tetapi, tidak mungkin membangun lebih banyak rumah sakit atau pipa air untuk menampung populasi yang terus bertumbuh. Oleh karena itu,  demikian penting menggunakan infrastruktur yang sudah ada dengan lebih efisien, dan data besar dapat membantu kita melakukannya.

Lalu lintas secara real-time dan informasi transportasi umum dapat digunakan oleh manajemen kota untuk merencanakan pembangunan jalur kereta baru, lampu lalu lintas, dan pengaturan rute ambulans agar terhindar dari kemacetan mana kala ada keadaan darura.

Manfaat untuk publik

Data air dan daya pun dapat membantu mengidentifikasi jenis layanan yang bersedia untuk  membayar (dari konsumen), mengendalikan periode permintaan puncak, dan menyalurkan sumber daya ke kota atau pemukiman yang baru dibangun.

Contohnya melayani individu, Starks menjelaskan tentang kolaborasi  Mastodon C (sebuah proyek awal di Open Data Institute) dengan Open Health Care UK (sebuah start up) yang didirikan oleh seorang dokter dan seorang programmer. Kedua organisasi itu melacak jumlah resep statin generik dan merek yakni nama obat yang dituliskan oleh setiap dokter keluarga di Inggris, dan kemudian memetakan hasilnya.

Kerja sama itu menemukan banyak variasi geografi dalam resep yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh motif klinis dan perkiraan bahwa dokter menganut pedoman obat generik. Dengan begitu, lembaga National Health Service di Inggris dapat menghemat lebih dari £200 juta.

Baca juga :   Buruan Uji Coba, Mumpung Gratis 60 Hari

Apa manfaatnya bagi individu? Setiap warga negara mendapatkan keuntungan secara nyata karena mudah mengakses dan membantu menciptakan data. Data yang sama dapat digunakan oleh manajemen kota untuk merencanakan pembangunan  infrastruktur yang dapat diakses melalui aplikasi smartphone untuk menginformasikan pengguna misalnya saat bus berikutnya tiba. Bahkan data itu dapat digunakan sebagai salah satu cara menghindari kecelakaan.

Konsumen dapat menghemat dan melakukan pembelian berdasarkan informasi yang lebih baik (tepat) dengan membandingkan harga, penilaian kualitas, data keselamatan, dan praktik lingkungan, dan praktik produsen secara online. Tindakan semacam ini tidak mungkin dilakukan tanpa kemudahan akses membuka data. Data terbuka justru membuka peluang bagi warga yang kreatif untuk memanfaatkan data.

Starks mencatat bahwa perubahan perilaku manusia merupakan hal yang paling sulit dari pergerakan data terbuka. Padahal data dapat membantu kita untuk  mengungkapkan potensi intervensi walau menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan memerlukan pergeseran perilaku dan persepsi. Dia menyatakan bahwa dibutuhkan beberapa pemerintah Inggris untuk menanggapi studi resep statin karena banyak konsultasi dibutuhkan di dalam kementerian pemerintah.

Semenara itu, Pollock setuju dengan Starks bahwa insting pertama pemerintah dan perusahaan swasta adalah ‘melindungi’ data milik mereka dan menjaga kerahasiaannya. Tiap organisasi memahami nilai datanya dan ingin mempertahankan nilai itu sebagai kepemilikan.

Pollock menunjukkan bahwa keadaan ironis terjadi karena data terbuka memiliki kemampuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi.  Individu  dan perusahaan bekerja dengan data, menghasilkan produk dan layanan baru dan meningkatkan efisiensi pasar.

Jumlah dan skala ide serta bisnis yang menguntungkan mungkin muncul dari data yang  terbuka meski sulit dinilai. Pergeseran untuk membuat data terbuka secara default, kata Pollock, diperlukan untuk membuka potensi ekonomi.

Starks mengatakan bahwa untuk negara berkembang, landasan proyek infrastruktur dalam keterbukaan akan memungkinkan sektor tersebut melompat dari kondisi yang tidak efisien, mahal, atau berpolusi ke sistem yang lebih efisien, dan modern dengan mengungkapkan limbah atau eksternalitas negatif melalui data. (Bahan diolah dari beberapa sumber seperti https://blogs.worldbank.org/publicsphere, www.mcc.gov/, dan lain-lain)
Simak DATA Publik (1)

Bolehkah Setiap Orang Mengakses Data?

Advertisement

Tulis Opini Anda