STIMULASI ELEKTRIS (3)

Perawatan Medis yang Efektif dan Masuk Akal

0
7
Seorang pasien cedera otot pada paha  mendapat perawatan stimulasi elektronik. (Sumber foto: Sf3: https://artikelfisioterapi.files.wordpress.com/)

Ketika otot robek, pasien melanjutkan dalam proses rehabilitasi. Metode ini jauh lebih menyakitkan namun jangan kuatir. Santai saja menghadapinya.

Seorang pasien cedera otot pada paha  mendapat perawatan stimulasi elektronik. (Sumber foto: Sf3: https://artikelfisioterapi.files.wordpress.com/)

Dengan bentuk terapi saat ini, hal terbaik yang dapat diharapkan secara normal adalah untuk memperlambat proses kurvatur tulang belakang tahap awal dan untuk mencegah deteriorasi lebih lanjut hingga anak tersebut berhenti tumbuh.

Metode yang paling umum digunakan adalah bracing, di mana anak atau remaja perlu menggunakan brace atau korset spesial selama bertahun-tahun.

Advertisement

Pada beberapa kasus khusus, kurvatur dapat diperbaiki melalui pembedahan menggunakan implan logam yang dihubungkan dengan skrup ke satu atau lebih rod untuk memperbaiki kolom vertebral di posisinya. Kedua metode ini memiliki pengaruh besar pada keseharian pasien dan membatasi mobilitas mereka.

Konsep stimulasi elektris fungsional lebih unggul dibandingkan dengan terapi yang ada saat ini. Perawatan invasif minimal menggunakan peralatan implan tak hanya menjanjikan untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk tetapi juga menawarkan kemungkinan perbaikan deformitas secara permanen – paling tidak secara teori.

Hanya waktu yang dapat membuktikan apakah teori dapat dibuktikan dalam praktik.

“Kami menyediakan bukti nyata bahwa bentuk terapi ini secara teknis memungkinkan untuk dikerjakan,” Heinig menekankan.

“Saat ini studi klinis perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa cra ini adalah perawatan medis yang lebih efektif dan masuk akal serta mampu untuk menyembuhkan atau paling tidak meringankan penderitaan skoliosis.”

Kalangan olahragawan yang menderita cedera saat latihan atau bertanding pun dapat dapat disembuhkan dengan  metode pengobatan yang inovatif ini. Biasanya penderita yang cedera  memerlukan rehabilitasi pada jaringan otot. Bahkan orang yang kecelakaan memerlukan kebutuhan fisioterapi. Bahkan cedera dalam beraktivitas sehari-hari dapat disembuhkan dengan terapi electrical muscle stimulation (EMS).

Kalangan  medis menyebutkan EMS dengan neuromuscular electrical stimulation (NMES), transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) atau electromyostimulation—diterapkan  untuk mencegah terjadinya kejang otot atau bisa meningkatkan sirkulasi darah lokal berupa rangsangan jaringan otot.

Juga untuk penguatan jaringan otot demi mempercepat penyembuhan, mempertahankan atau meningkatkan jangkauan gerak, reedukasi otot, dan stimulasi otot betis untuk mencegah trombosis vena.

Cara menghindari yang sakit?

Arus  listrik merangsang syaraf untuk menghasilkan kontraksi otot secara alami—dikenal  sebagai latihan pasif. Perangkat EMS menghasilkan sinyal listrik yang merangsang syaraf. Impuls dihasilkan oleh perangkat listrik dan disampaikan melalui elektroda yang ditempatkan pada kulit di dekat otot yang membutuhkan stimulasi.

Baca juga :   Untungkan Rumah Sakit dan Sektor Industri

Tempatkan bantalan di sekitar kelompok otot tertentu yang mengirimkan impuls dengan menggunakan perangkat EMS. Otot-otot akan berkontraksi dan berelaksasi. Impuls meniru impuls yang dihasilkan oleh otak untuk merangsang jaringan otot. Kontraksi yang dihasilkan dari stimulasi jauh seperti kontraksi otot selama latihan rutin. Tegangan untuk titik-titik tekanan yang berbeda pada otot dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan—hasilnya adalah perbaikan  dan penguatan otot.

Perangkat EMS membantu merangsang jaringan otot yang rusak sehingga pulih, mengencangkan otot, dan memperkuat jaringan yang rusak. Pulsa merangsang serat jaringan dengan derajat dan pola-pola tertentu yang menurunkan degenerasi otot yang disebabkan oleh atrofi syaraf.

Stimulasi ini cukup untuk memulai perbaikan otot. Ketika otot robek, pasien melanjutkan dengan langkah berikutnya dalam proses rehabilitasi. Waktu rehabilitasi pasien lebih pendek. Metode ini jauh lebih menyakitkan namun santai  saja karena sebagian besar rasa sakit diringankan.

Namun, alat ini menampilkan kontraindikasi secara manual, peringatan, pencegahan dan efek samping—termasuk tidak digunakan bagi para pemakai alat pacu jantung, tidak digunakan pada bagian-bagian penting tubuh, seperti syaraf carotid sinus, di dada, atau di otak. Kita harus hati-hati menggunakannya selama kehamilan, menstruasi, dan kondisi lain yang dapat dipengaruhi oleh kontraksi otot. Efek samping yang mungkin dapat mencakup iritasi kulit dan luka bakar.

Rumah sakit, klinik rehabilitasi, dan klinik olahraga menggunakan Electronic Muscle Stimulators (EMS) ini. Penggunaannya menarik perhatian banyak orang medis. Perangkat EMS juga dapat ditemukan di pusat kebugaran dan di rumah untuk membantu orang kesembuhan lebih cepat dari cedera otot.

Kebanyakan orang yang telah menerima pengobatan EMS menemukan proses konstruktif dan melegakan—mempercepat proses rehabilitasi, pasien bisa menghemat uang. Oleh karena itu, penggunaan electronic muscle stimulators adalah cara yang baik untuk mendorong penyembuhan otot, mengendalikan rasa sakit, dan memperkuat otot-otot. (Bahan diolah dari  Using electrical pulses to improve posture tulisan Monika Offenberger, Fraunhofer dan https://artikelfisioterapi.files.wordpress.com/)

 

Simak STIMULASI ELEKTRIS (1)

Memperbaiki Postur Tubuh dengan Teknologi

Advertisement

Tulis Opini Anda