PERAN TEKNOLOGI (4)

Perangkat iPad Muluskan Pekerjaan Tim Dokter Bedah Hati

0
51
Perbesaran secara  realitas di layar  iPad (gambar kirim sumber/@: Junko Kimura/Fraunhofer dan sumber gambar kanan, ://obatkankerhati.web.id )

Seorang dokter bedah memotong pembuluh darah tertentu, tidak ada lagi kebutuhan untuk melihatnya sebagai bagian dari gambar yang tampak pada layar  iPad. Apa persiapan yang dilakukan tim bedah sebelum operasi?

Perbesaran secara  realitas di layar  iPad (gambar kirim sumber/@: Junko Kimura/Fraunhofer dan sumber gambar kanan, ://obatkankerhati.web.id )

Tim dokter bedah bekerha keras untuk menyembuhkan hati yang terindikasi sakit seperti disebabkan tumor. Oleh karena itu, dokter Itaru Endo dari  Yokohama City University School of Medicine (Jepang) yang bekerja sama dengan tim dokter di Bremen, Jerman, menjelaskan, pihaknya sudah lama menggunakan software MEVIS.  Perangkat lunak MEVIS  sangat membantu mengurangi jumlah pasien yang kehilangan darah dari lebih  60 kali  pembedahan yang pernah merek lakukan.

Para dokter bedah di Jepang selalu meminta suatu perbaikan.  Misalnya untuk melihat gambar-gambar yang dihasilkan oleh software MEVIS selama operasi, para dokter bedah harus mencetak gambar-gambar  itu dan menggantungkannya di kamar operasi.

Advertisement

Akan tetapi, tidak semua informasi yang diperlukan oleh para dokter bedah bisa dicetak, misalnya saja data  3D, maka tim dokter pun diharuskan untuk membuat catatan-catatan tambahan yang digunakan selama proses pembedahan.

Perbesaran secara realitas yang memperlihatkan hati melalui kamera iPad, dan data virtual dari software perencanaan tersebut ditingkatkan melebihi gambar.  Dengan demikian pembuluh darah dapat dilihat lebih jelas dan akurat.

Dokter bedah Itaru Endo dan Ryusei Matsuyama meminta lembaga Fraunhofer Fdi Bremen, Jerman mentransfer data perencanaan operasi ke dalam sebuah iPad—apabila  dirasakan memungkinkan untuk memudahkan tim bedan mengakses data yang dibutuhkan  selama operasi berlangsung.

Lembaga Fraunhofer segera menerima gagasan tersebut, dan mengungkapkannya dengan suatu minat yang kuat di dalam mengembangkan kerja sama yang lebih jauh. Setelah melakukan beberapa persiapan awal.

Alexander Köhn, seorang ilmuwan komputer di MEVIS, langsung mengemasi tasnya dan berangkat ke Jepang. Selama tiga bulan, dia  mengembangkan software MEVIS tersebut sebagai wujud kerja sama dengan para dokter bedah di  negeru Sakura itu.

 

Temukan bagian sayatan yang tepat

Para pakar tersebut dengan cepat menyadari manfaat penuh yang bisa diberikan melalui potensi yang dimiliki oleh sebuah iPad tersebut. Tidak hanya bisa menampilkan seluruh data perencanaan yang penting selama operasi, dan juga membantu mengembangkan kejadian dan menawarkan suatu panduan mengenai manfaat-manfaat lainnya.

Baca juga :   Jogging tanpa Cedera dan Loyo

Dr. Ryusei Matsuyama menggunakan iPad sambil melakukan suatu operasi hati di Yokohama City University Hospital, Jepang.  Perbesaran secara realitas membuat para dokter bedah dapat memvisualisasikan keseluruhan sistem pembuluh darah di dalam hati dengan menggunakan suatu komputer tablet.

Köhn memperlihatkan bagaimana sebuah komputer tablet bekerja dengan menggunakan sebuah model hati yang ada di atas meja kerja dokter bedah. Peneliti memegang sebuah iPad di atas model dan mengepaskannya sesuai dengan ukuran kamera.

“Dengan jelas saya sedang melihat melalui iPad ini dan mengamati bagian dalam hati tersebut,” jelas Dr. Köhn sambil melihat hasilnya di layar iPad.

“Sekarang saya bisa meningkatkan kualitas data virtual yang diberikan oleh software perencanaan ini, dan saya berkesempatan untuk melihat pembuluh darah yang ada di dalam hati.”

Pembuluh darah itu mirip dengan pepohonan di musim dingin, di mana batang yang tebal menjadi asal dari sejumlah dahan yang lebih tipis untuk menjadikan pohon lebih subur. Untuk membantu membedakan antara vena dan arteri, sistem-sistem pembuluh darah yang berbeda digambarkan dengan warna-warna yang berbeda.

Seorang dokter bedah bisa menggunakan iPad untuk “memproyeksikan” pola sayatan ini ke dalam hati, dan kemudian secara tepat memberi tanda posisi dari pembuluh darah pada organ tersebut dengan menggunakan suatu pena khusus. Cara ini menawarkan suatu keuntungan yang memadai bagi para dokter bedah di dalam membuat sayatan yang persis pada tempat yang tepat.

Köhn melanjutkan dengan memperlihatkan aspek lain dari software tersebut yang juga dinamai sebagai fungsi “penghapus”. Setelah seorang dokter bedah memotong pembuluh darah tertentu, tidak ada lagi kebutuhan untuk melihatnya sebagai bagian dari gambar yang diperlihatkan pada iPad.  (Bahan diolah dari Liver operation app tulisan  Frank Grotelüschen, Fraunhofer

 

 

Incoming search terms:

Advertisement

Tulis Opini Anda