PERAN DIGITAL (1)

Perang Terhadap Belantara Data

0
2
Berkat peningkatan codec, metode transmisi yang baru dan teknologi analisis yang cerdas, kita sekarang dapat membuat penggunaan data yang besar dengan lebih baik. (Sumber foto/@:Fraunhifer; Corbis; Ansgar Pudenz)

Tiap hari, kita mengirim dan menerima foto dan data melalui smartphone, mendengarkan podcast, meng-upload dan men-download video di YouTube. Kalau bandwidth tidak cukup?

Berkat peningkatan codec, metode transmisi yang baru dan teknologi analisis yang cerdas, kita sekarang dapat membuat penggunaan data yang besar dengan lebih baik. (Sumber foto/@:Fraunhifer; Corbis; Ansgar Pudenz)
Berkat peningkatan codec, metode transmisi yang baru dan teknologi analisis yang cerdas, kita sekarang dapat membuat penggunaan data yang besar dengan lebih baik. (Sumber foto/@:Fraunhifer; Corbis; Ansgar Pudenz)

Setiap hari, miliaran pesan Twitter dan Facebook berseliweran di seluruh dunia, sementara ponsel yang tak terhitung jumlahnya dan sensor-sensor terus menumpuk data menjadi bukit yang terus-menerus bertambah besar. Karena itulah efisiensi adalah suatu komoditas yang dicari dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Masalahnya tidak hanya berurusan dengan muatan data, namun juga berkaitan dengan kemampuan untuk menjelajahinya.

Bayangkanlah bila seseorang berdiri di atas 21 angka nol atau dua tumpukan buku dari bumi hingga ke Neptunus atau dengan kata lain, sebuah data zettabyte adalah tanda bahwa masyarakat digital kita telah dibanjiri oleh data yang diproduksi sejak tahun 2010. Hari ini, dunia kita sudah menghasilkan 2,5 triliun byte data baru setiap hari.

Advertisement

Kita mengirim foto dengan menggunakan smartphone, mendengarkan podcast, serta meng-upload dan men-download video di YouTube. Salah satu alasan untuk ledakan data pada beberapa tahun terakhir adalah penggunaan yang meningkat dari segala macam media yang berbeda.

Jika bandwidth tidak cukup, kita harus puas dengan kualitas yang rendah. Salah satu cara untuk memerangi masalah ini adalah dengan kompres data. Menggunakan codec yang efisien seperti yang dikembangkan oleh para peneliti di Fraunhofer Institute for Integrated Circuits IIS di Erlangen dan Fraunhofer Institute for Telecommunications, Heinrich-Hertz-Institut, HHI di Berlin dapat menyimpan banyak bandwidth tanpa mengorbankan kualitas.

Ketika kita menonton video di internet atau mendengarkan radio secara  online, audio yang berkualitas tinggi adalah, dalam sebagian besar kasus, disebabkan HE-AAC.

“Tersembunyi di balik istilah yang agak berat ini adalah codec ‘High Efficiency Advanced Audio Coding’ (Pengkodean Audio yang Canggih dengan Efisiensi Tingkat Tinggi), yang memberikan stereo tinggi dan kualitas audio multi-channel pada tingkat bit yang sangat rendah,” jelas Harald Fuchs dari IIS.

Codec sekarang telah menjadi format utama untuk radio, untuk siaran televisi dan juga untuk aliran konten multimedia secara online. Keberhasilannya terletak pada efisiensi, yang tergantung pada daerah aplikasi, dengan codec kompres data pada faktor 20 sampai 30.

Alat transfer data. (Sumber foto/@: Fraunhifer; Corbis; Ansgar Pudenz)
Alat transfer data. (Sumber foto/@: Fraunhifer; Corbis; Ansgar Pudenz)

Menjamin kualitas video digital yang baik adalah tugas dari para ahli di HHI. Setelah mengembangkan video codec H.264, mereka juga telah menetapkan standar tanpa adanya kemungkinan akan tidak terkirimnya video high-definition hari ini, apakah untuk layar TV atau online.

Baca juga :   Apa Manfaat Sensor Gambar Berbasis Monolitik?

Akan tetapi, penggantinya sendiri tidak akan lama lagi, karena HHI dewasa ini sedang dalam proses pengembangan standar transmisi baru yang bekerjasama dengan produsen elektronik berprofil sangat tinggi. Codec “High Efficiency Video Coding” (Pengkodean Video dengan Efisiensi Tingkat Tinggi) akan disingkat dengan HEVC. Codec ini dua kali lebih efisien daripada pendahulunya, yang berarti bahwa streaming film berkualitas tinggi hanya mengambil setengah dari bandwidth yang digunakan oleh H.264, yang dengan sendirinya sudah merupakan codec yang efisien. Codec baru harus selesai pada musim semi 2013.

Metode penargetan transmisi

Alih-alih berurusan dengan kompresi data, penelitian di Fraunhofer Institute for Communications Systems ESK berfokus pada metode transmisi data. Biasanya, data yang ditransmisikan melalui kabel tembaga seperti yang digunakan dalam telepon atau kabel listrik. Namun, kapasitas infrastruktur yang semacam ini masih jauh dari menjaga terhadap meningkatnya jumlah data yang dihasilkan. Oleh karena itu, para ilmuwan sedang menyelidiki bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak bandwidth dari koneksi yang ada.

“Untuk melakukannya, proyek HAInet menggabungkan metode transmisi baru dengan penerapan rentang spektral yang selama ini masih belum digunakan. Hal ini memungkinkan transmisi data yang stabil, tingkat bit yang tinggi, hemat biaya dan energi,” jelas Matthias Leibiger dari ESK.

Saat mereka sedang mencari cara untuk meningkatkan kinerja koneksi DSL tanpa melakukan pekerjaan yang mahal dan kompleks pada infrastruktur, peneliti bekerja sama dengan Infineon dan menemukan kembali konsep lama yang terlupakan mengenai sirkuit hantu. Di sini, para peneliti menggunakan dua sirkuit yang ada untuk membentuk saluran virtual ketiga yang mampu mengirimkan data. Simulasi dan analisis telah menunjukkan bahwa teknik ini bekerja sangat baik untuk transmisi DSL. Secara keseluruhan, penambahan tingkat bit dicapai dengan menggunakan sirkuit hantu yang setara dengan 75 persen lebih dari masing-masing kecepatan DSL standar. (Diolah dari Declaring war on the data jungle   tulisan Mandy Kühn,  Fraunhofer, www.p23r.de)

Simak artikel terkait dengan topik  PERAN DIGITAL (2)
Bisnis Lancar Berkat Pengelolaan Data

Advertisement

Tulis Opini Anda